• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Gubernur BI: Indonesia Harus Waspada Lihat Kondisi Dunia

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
58uGN.jpg
Gubernur bunk Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, Indonesia harus waspada melihat perkembangan situasi perekonomian dunia. Menurut Agus, kondisi perekonomian dunia belakangan ini belum aman karena mengalami beberapa kali guncangan.

"Dampak ke Indonesia paling tidak melalui tiga saluran, pertama pertumbuhan ekonomi, kedua harga komoditas yang turun yang berdampak pada ekonomi, saluran yang ketiga itu keuangan. Jadi kita di Indonesia harus waspada, lihat kondisi dunia yang berkembang," kata Agus dalam acara Economy and Market Outlook 2015 di Jakarta, Kamis (29/1/2015).

Menurut dia, guncangan pertama terhadap kondisi perekonomian dunia terjadi setelah harga minyak dunia turun dari 116 dollar AS menjadi 40 dollar AS per barel dalam enam bulan.

Anjloknya harga minyak dunia ini membuat sejumlah negara pengekspor minyak akan mengalami kesulitan. Sementara negara pengimpor minyak seperti Indonesia bisa menuai manfaat dari anjloknya harga minyak dunia tersebut.

Kendati demikian, menurut Agus, Indonesia tetap harus waspada karena penurunan harga minyak dunia mempengaruhi harga komoditas dalam pasar internasional. Diperkirakan, harga komoditas akan terus menurun sepanjang 2015 ini.

"Harga komoditas masih akan turun, masih akan mengalami kondisi yang turun lagi seperti sawit, batu bara, dan lain-lain," ujar Agus.

Guncangan kedua terkait dengan membaiknya perekonomian Amerika Serikat di tengah krisis yang terjadi di Eropa. Perbaikan ekonomi di Amerika Serikat ini mempengaruhi nilai tukar dollar terhadap rupiah.

Di samping itu, Agus mengingatkan jika pertumbuhan ekonomi dunia pada 2014 tidak seperti yang diharapkan. Lemahnya pertumbuhan ekonomi dunia ini juga harus diwaspadai Indonesia. Belum lagi transaksi berjalan Indonesia yang defisit selama tiga tahun.

"Defisit transaksi berjalan ini menunjukkan Indonesia sudah tiga tahun defisit, karena impor lebih banyak daripada ekspor. Kalau kita bandingkan Indonesia dengan ASEAN, taka da negara yang transaksi berjalannya defisit, semua surplus," ucap Agus.

Meskipun begitu, Agus mengakui jika neraca perdagangan Indonesia sudah mulai bergerak ke arah surplus setelah pemerintahan yang baru melalukan reformasi struktural.

Menteri Keuangan era presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono ini menilai tepat langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghapus subsidi bahan bakar minyak jenis premium akhir tahun lalu.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.