• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Guardiola & Liga Inggris yg kian menegangkan

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
14.416
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Guardiola & Liga Inggris yg kian menegangkan.

Guardiola & Liga Inggris yg kian menegangkan


Manajer Manchester City Pep Guardiola saat pertandingan Liga Inggris antara Manchester City & Leeds United di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, 14 Desember 2021. (Action Images via Reuters/CARL RECINE)

Jakarta (ANTARA) - Di luar krisis penangguhan sejumlah pertandingan akibat gelombang infeksi COVID-19 oleh varian baru Omicron yg menimpa sejumlah timnya, Liga Inggris tetap jadi liga yg semakin menarik karena kian seru & menegangkan.

Manchester City yg memuncaki klasemen, Liverpool & Chelsea yg terus menguntitnya, terus menerus saling mengejar, saling menunggu pesaing-pesaingnya terpeleset. Man City sedikit agak di atas namun belum dapat menjamin tak akan tersusul oleh yg lain.

Ketiganya saling mengintip sembari menelan lawan-lawannya supaya tetap dalam pacuan utama menuju gelar liga musim ini.

Baca juga: Laga City kontra Leicester pecahkan rekor gol Boxing Day Liga Premier

Bukan cuma mereka, tim-tim di bawahnya juga sama sengitnya untuk berusaha tetap di jalur ini, sambil saling berharap tim-tim di atas & di bawah mereka tergelincir.

Arsenal yg sempat melempem awal musim, kini bertransformasi jadi kekuatan menakutkan. Bersama 35 poin yg dikemasnya, mereka menyalip West Ham United untuk masuk zona empat besar.

Tetapi The Gunner jauh dari mengatakan kondusif karena dua regu di bawahnya berpeluang menggeser klub London itu atau dapat saja makin menempel tiga besar, seandainya Man City, Liverpool & Chelsea menemui jalan terjal pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Tottenham Hotspur yg salin rupa jadi salah satu regu pemenang sejak Antonio Conte datang melatih mereka adalah yg paling berpeluang akbar menurunkan Arsenal.

Manchester United di bawah pelatih baru Ralf Rangnick juga masih jadi ancaman, sepanjang penyakit lamanya yakni tampil tidak konsisten belum juga sembuh, selain seberapa lama mereka beradaptasi dengan filosofi sepak bola Rangnick.

Hasil seri 1-1 melawan Newcastle United yg terancam degradasi membuktikan pekerjaan rumah Rangnick masih terlalu banyak sebelum dapat memasukkan kembali Setan Merah ke dalam elite penguasa Liga Inggris.

Secara spesifik laga-laga berikutnya akan jadi pembuktian untuk Conte & Rangnick apakah rumus sepak bola mereka yg selama ini paling sering dikupas, ampuh menciptakan pasukannya sejajar dengan trio City, Liverpool & Chelsea.

Pelatih akan jadi faktor terpenting di tengah lomba yg terus didera masalah cedera & gelombang infeksi COVID-19 yg kembali meninggi setelah varian Omicron yg jauh lebih cepat menular tengah menerjang Inggris.

Rangnick & juga Tuchel serta Klopp, meminta aturan tiga kali pergantian pemain diubah jadi lima pergantian pemain seperti berlaku musim lalu ketika Liga Inggris bermain dalam stadion tertutup akibat pandemi COVID-19. Aturan itu juga dipertahankan oleh liga-liga akbar di Eropa.

Dengan melihat semua faktor itu, agak sulit menaksir siapa yg akan paling konsisten, apalagi Omicron & cedera menciptakan mereka kerap harus bermain dengan skuad yg sudah terpangkas kekuatan intinya.

Tapi di antara itu semua adalah Manchester City & kiprah Pep Guardiola yg paling menarik untuk dicermati. The Citizens saat ini jadi kekuatan yg mungkin paling padu & makin mengerikan.

Baca juga: Klopp pesimistis usul lima pergantian pemain diterima klub lain


Grandmaster Guardiola

Orang menilai sukses City berpijak kepada team work yg kuat. Kenyataannya mereka dapat berada pada levelnya saat ini karena ditunjang pemain-pemain hebat secara individual.

Berbeda dari kebanyakan tim-tim Inggris lainnya, kualitas individual itu menyatu dalam regu yg kompak yg bermain dalam kolektivitas tinggi hingga lawan pun sulit mencari titik lemahnya.

Dan Guardiola berperan sangat akbar dalam membentuk individu-individu hebat ini jadi sebuah regu yg maut & agresor sejati di lapangan hijau.

Bagi Guardiola sepak bola adalah juga seni memilih pemain yg paling dibutuhkan timnya sehingga pijakannya tetap kualitas individual pemain. Dan dia diberkati oleh kualitas skuad yg merata dalam semua lini & lapis.

Laman harian terkemuka Inggris, The Guardian, menyandingkan kemampuan mantan pelatih Barcelona & Bayern Muenchen itu dalam meracik regu dengan grandmaster catur atau dirigen yg mengharmonikan nada semua instrumen dalam sebuah orkestra.

Dia akan segera tahu mana instrumen yg tidak disetel dengan baik sehingga menciptakan irama yg sumbang, tetapi juga tahu mana instrumen yg semestinya ditempatkan sebagai bagian sentral di lapangan.

Guardiola juga sangat komunikatif dengan tak sungkan memberi tahu pemain-pemainnya mengenai kekuatan & kelemahan mereka hingga semua pemain termasuk yg tidak diturunkan bermain sekalipun tahu bahwa manajernya sudah berlaku benar.

Dia juga menciptakan pemain-pemain seperti bek sayap Kyle Walker semakin baik dari waktu ke waktu. Dia loyal kepada semua pemainnya sebagaimana pemainnya loyal kepada dia, & ini menciptakan semua pemain merasa aman. Tak ada yg mengeluh di belakangnya, sebaliknya semua pemain berjuang keras untuk dapat dimainkan.

Tak ada pula pemain City yg setengah-setengah di lapangan seperti terjadi pada sejumlah klub tetangga, khususnya karena keadaan kontrak pemain & komitmen pemain itu sendiri.

Baca juga: Tuchel langgar anjuran regu medis soal Lukaku demi kalahkan Villa

City sebaliknya, makin padu saja. Permainannya dengan mudah dikenali siapa pun, dari cara berlari mengejar, mengalirkan & mendribel bola itu, lalu mengarahkannya ke jantung pertahanan lawan secara bersama-sama bagaikan harmoni nada dalam orkestra musik & persis seperti Barcelona pada masa jayanya yg dicangkok total football oleh mentornya, Johan Cruyff.

Sudah pasti semua itu tak dicapai dalam waktu singkat, sebaliknya butuh proses panjang & kerja keras untuk dapat tampil superior seperti sekarang.

Guardiola menuntut semua pemainnya turut menyumbang demi tim. Dengan cara begini, bek dapat mencetak gol bukan lagi dari bola mati, & gelandang atau bahkan pemain depan dapat cepat turun menolong pertahanan persis total-tootball-nya Belanda yg dibawa Johan Cruyff ke Barcelona.

Guardiola juga memuliakan pemain yg sungguh luar biasa seperti Lionel Messi sewaktu di Barcelona dulu yg tumbuh jadi keajaiban dunia, dengan cara menafsirkan kembali posisi pemain sebagaimana dia lakukan juga kepada Ilkay Gundogan & lainnya di Manchester City.

Team-work memang bukti diri akbar Man City, tetapi tempat lapang yg dia berikan kepada Gundogan atau Kevin de Bruyne atau siapa saja yg kreatif, menunjukkan Guardiola lebih mengagungkan kreativitas ketimbang skema. Dia tak fanatik kepada formasi 4-3-3 atau 3-5-2 atau skema-skema lain.

Sebaliknya, dengan pendekatan melatih yg memposisikan pemain sebagai rekan, bukan cuma yg dapat dia perintah, Guardiola menciptakan City semakin kompak & kaut sehingga berkesempatan akbar guna kembali jadi kampiun Liga Inggris.

Pada akhirnya status ini dapat menolong City sukses dalam lomba kontinental, termasuk mengatasi kegagapan seperti saat final Liga Champions sehingga trofi benua pun tak lagi sulit untuk direngkuh.

Tapi lomba masih panjang, & Liverpool serta Chelsea masih jadi pihak yg paling mungkin merusak impian City. Untuk itulah, setengah musim terakhir ke depan bakal bakal makin seru & mendebarkan.

Baca juga: Arsenal vs Wolverhampton juga ditunda karena krisis Covid-19 regu tamu

Berita diatas dikutip dari internet, jika Guardiola & Liga Inggris yg kian menegangkan adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.