Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Spoiler for Instagram:
Quote:
Miris ....
Kenapa dapat serupa itu? Ya karena, pada zaman yg semakin maju ini, kekuasaan & uang jadi tolak ukur dari ada & tidaknya sebuah lowongan, seolah-olah lowongan itu, seperti sebuah pelelangan, yg mana kalau pemilik uang yg akan jadi pemenangnya. Sudah pasti jabatan apapun yg diharapkan, akan segera jadi milik anda, walaupun tidak diikuti dengan skill yg dimilikinya. Intinya adalah uang & kekuasaan, tengah berjalan antaranya.
Bahkan dapat dengan mudahnya untuk keluar masuk perusahaan. Tanpa kesulitan, apapun dapat di kondisikan dengan baik, sebaik-baiknya uang memperlancar kemudahan dalam bentuk apapun juga.
Yang bernilai skill, akan kalah sama pemiliki kekuasaan, apalagi yg beruang. Sangat kalah sekali. Pada akhirnya.
Akan tetapi kalau sudah masuk tembok benteng sebuah perkejaan, melalui jalur KKN (Korupsi, Kolusi & Nepotisme), sudah pasti izasah cuma sebagai formalitas belaka. Tidak ada kegunaan nya sama sekali di meja personalia. Pupus sudahlah para pelamar yg cuma memiliki skill & faktor asa saja.
Quote:
Namun kalau sudah sanggup mendobrak masuk kepada dunia bekerja, maka pertahankan lah, jangan hingga goyah & terjatuh, karena yg sedang menantikan kehancuran karier itu lebih banyak & pastinya lebih memiliki nilai rupiah.
Quote:
"Ingatlah! Orang tua nguliahin anda pake uang, bukan plastik, apalagi daun!
Sekolah tinggi-tinggi tetapi enggak berkarier? Apa enggak sayang tuh, buang uang & waktu saja!"
Kalau cuma jadi pengangguran atau nanti cuma jadi ibu rumah tangga, saja ngapain buang-buang uang untuk ngampus, segala?
"Hal terbodoh itu adalah ketika anda tidak belajar dari pengalaman. Malah terjatuh berkali-kali pada lubang yg sama."
Quote:
So untuk apakah izasah bagi kalian? Pikirkan lah sejak saat ini, sebelum penyesalan datang setelah semuanya terlambat bangun & berdiri dengan kedua kaki kalian.
Sebab apapun yg terjadi, sebuah izasah tanpa skill akan lebih buruk lagi, karena cuma akan benar-benar jadi sampah saja pada akhirnya.
Izasah boleh di-miliki, tetapi skilllah yg kudu wajib untuk ada, karena untuk sebuah kesempatan itu di butuhkan keduanya.
GIF
Opini pribadi,
Sumber tulisan bahan-bahan dari Instagram
Hari ini 23:40
Quote:
Well selamat malam gan si ...
Aye balik & mencoba untuk bikin trid lagian nih!
Kali ini temanya adalah sebagai berikut ini:
Sebelum aye banyak opini, sebaiknya kalian mengetahui terlebih dahulu, sebenarnya apa sih makna & artinya izasah bagi kalian? Apakah cuma selembaran kertas sebagai hasil dari sebuah pencapaian akhir, dari sebuah pendidikan saja? Atau selembar kertas yg sebegitu pentingnya, untuk menciptakan hidup akan jadi lebih bermanfaat, atau cuma sebagai selembar kertas yg dipakai untuk pamer kepintaran saja?
Well ....
Bahkan ada sebuah statement serupa berikut ini:
Yang artinya adalah
Isazah cuma sebagai lampiran, yg mana terkadang cuma untuk mendapatkan tanda bahwasanya seseorang itu tengah sukses, melewati proses pembelajaran dengan segala kelicikan untuk mendapatkannya hasil akhir tersebut.
Jadi izasah tersebut ada, tanpa harus bersusah payah belajar, cukup membeli lalu memilikinya Kemudian. Atau mendapatkannya dengan jalan yg licik. Tanpa adanya unsur-unsur skill di dalamnya.
Lalu apakah penerimaan izasah itu memiliki sebuah nilai di masa depannya nanti? Apalagi untuk hidup & bersaing di masa serba maju dengan teknologi yg lebih canggih nantinya, apakah dapat diperpakainya?
Well don't know, intinya adalah mereka sudah menciptakan keputusan & memilih kemudahannya saja, tanpa berpikir panjang lagi. Yang pastinya sudah mengetahui, bahwasanya perbuatan tersebut, akan menciptakannya dalam masalah besar, suatu hari nantinya.
Namun, sebaiknya sebelum menyesali pada Kemudian hari, sebaiknya banyak berpikir, bahwasanya izasah itu adalah poin utama untuk menuju masa depan yg lebih cerah lagi.
Jangan cuma di landasi oleh sebuah nominal, untuk sebuah pertukaran di kehidupan ini saja? Atau sebagai pengakuan bahwasanya kerja kerasnya dalam hal pendidikan, sudah memberikan angin segar, sehingga mendapatkan izasah begitu mudah & memiliki nilai halusinasi.
Yang mana untuk mendapatkannya itu tidak membutuhkan banyak skill yg dimiliki, cuma terduduk manis & done begitu saja.
Namun untuk beberapa orang yg mengerti akan arti sebuah perjuangan hidup, maka sosok tersebut akan mendapatkan kepintaran dengan cara berkerja keras, supaya sanggup menghasilkan, apa yg diharapkannya dalam hidup, yaitu sebuah pencapaian target, yg pada akhirnya dapat diraih nya dengan banyaknya usaha, yg mana pada faktor ini dia akan membawa skill yg dimilikinya, untuk bertahan hidup & memulai kehidupan.
Namun... Apakah jalannya dapat selancar usahanya?
Insyaallah, kalau semua takdir Allah menentukan jalan pada akhirnya.
Namun ... ada sebuah vidio, yg menciptakan selembaran izasah jadi cuma sia-sia belaka. Sudah bersusah-susah mengerjakan pendidikan selama 17 tahun, namun ketika sebuah izasah tidak menciptakannya mendapatkan pekerjaan, izasah jadi serupa lembaran tidak memiliki nilai lebih dari selembaran kertas lainnya yg cuma dapat dipakai sebagai wadah makanan yg nantinya terbuang & jadi sampah saja.
Aye balik & mencoba untuk bikin trid lagian nih!
Kali ini temanya adalah sebagai berikut ini:
Sebelum aye banyak opini, sebaiknya kalian mengetahui terlebih dahulu, sebenarnya apa sih makna & artinya izasah bagi kalian? Apakah cuma selembaran kertas sebagai hasil dari sebuah pencapaian akhir, dari sebuah pendidikan saja? Atau selembar kertas yg sebegitu pentingnya, untuk menciptakan hidup akan jadi lebih bermanfaat, atau cuma sebagai selembar kertas yg dipakai untuk pamer kepintaran saja?
Well ....
Bahkan ada sebuah statement serupa berikut ini:
Yang artinya adalah
Isazah cuma sebagai lampiran, yg mana terkadang cuma untuk mendapatkan tanda bahwasanya seseorang itu tengah sukses, melewati proses pembelajaran dengan segala kelicikan untuk mendapatkannya hasil akhir tersebut.
Jadi izasah tersebut ada, tanpa harus bersusah payah belajar, cukup membeli lalu memilikinya Kemudian. Atau mendapatkannya dengan jalan yg licik. Tanpa adanya unsur-unsur skill di dalamnya.
Lalu apakah penerimaan izasah itu memiliki sebuah nilai di masa depannya nanti? Apalagi untuk hidup & bersaing di masa serba maju dengan teknologi yg lebih canggih nantinya, apakah dapat diperpakainya?
Well don't know, intinya adalah mereka sudah menciptakan keputusan & memilih kemudahannya saja, tanpa berpikir panjang lagi. Yang pastinya sudah mengetahui, bahwasanya perbuatan tersebut, akan menciptakannya dalam masalah besar, suatu hari nantinya.
Namun, sebaiknya sebelum menyesali pada Kemudian hari, sebaiknya banyak berpikir, bahwasanya izasah itu adalah poin utama untuk menuju masa depan yg lebih cerah lagi.
Jangan cuma di landasi oleh sebuah nominal, untuk sebuah pertukaran di kehidupan ini saja? Atau sebagai pengakuan bahwasanya kerja kerasnya dalam hal pendidikan, sudah memberikan angin segar, sehingga mendapatkan izasah begitu mudah & memiliki nilai halusinasi.
Yang mana untuk mendapatkannya itu tidak membutuhkan banyak skill yg dimiliki, cuma terduduk manis & done begitu saja.
Namun untuk beberapa orang yg mengerti akan arti sebuah perjuangan hidup, maka sosok tersebut akan mendapatkan kepintaran dengan cara berkerja keras, supaya sanggup menghasilkan, apa yg diharapkannya dalam hidup, yaitu sebuah pencapaian target, yg pada akhirnya dapat diraih nya dengan banyaknya usaha, yg mana pada faktor ini dia akan membawa skill yg dimilikinya, untuk bertahan hidup & memulai kehidupan.
Namun... Apakah jalannya dapat selancar usahanya?
Insyaallah, kalau semua takdir Allah menentukan jalan pada akhirnya.
Namun ... ada sebuah vidio, yg menciptakan selembaran izasah jadi cuma sia-sia belaka. Sudah bersusah-susah mengerjakan pendidikan selama 17 tahun, namun ketika sebuah izasah tidak menciptakannya mendapatkan pekerjaan, izasah jadi serupa lembaran tidak memiliki nilai lebih dari selembaran kertas lainnya yg cuma dapat dipakai sebagai wadah makanan yg nantinya terbuang & jadi sampah saja.
Miris ....
Kenapa dapat serupa itu? Ya karena, pada zaman yg semakin maju ini, kekuasaan & uang jadi tolak ukur dari ada & tidaknya sebuah lowongan, seolah-olah lowongan itu, seperti sebuah pelelangan, yg mana kalau pemilik uang yg akan jadi pemenangnya. Sudah pasti jabatan apapun yg diharapkan, akan segera jadi milik anda, walaupun tidak diikuti dengan skill yg dimilikinya. Intinya adalah uang & kekuasaan, tengah berjalan antaranya.
Bahkan dapat dengan mudahnya untuk keluar masuk perusahaan. Tanpa kesulitan, apapun dapat di kondisikan dengan baik, sebaik-baiknya uang memperlancar kemudahan dalam bentuk apapun juga.
Yang bernilai skill, akan kalah sama pemiliki kekuasaan, apalagi yg beruang. Sangat kalah sekali. Pada akhirnya.
Akan tetapi kalau sudah masuk tembok benteng sebuah perkejaan, melalui jalur KKN (Korupsi, Kolusi & Nepotisme), sudah pasti izasah cuma sebagai formalitas belaka. Tidak ada kegunaan nya sama sekali di meja personalia. Pupus sudahlah para pelamar yg cuma memiliki skill & faktor asa saja.
Quote:
Namun kalau sudah sanggup mendobrak masuk kepada dunia bekerja, maka pertahankan lah, jangan hingga goyah & terjatuh, karena yg sedang menantikan kehancuran karier itu lebih banyak & pastinya lebih memiliki nilai rupiah.
Quote:
"Ingatlah! Orang tua nguliahin anda pake uang, bukan plastik, apalagi daun!
Sekolah tinggi-tinggi tetapi enggak berkarier? Apa enggak sayang tuh, buang uang & waktu saja!"
Kalau cuma jadi pengangguran atau nanti cuma jadi ibu rumah tangga, saja ngapain buang-buang uang untuk ngampus, segala?
"Hal terbodoh itu adalah ketika anda tidak belajar dari pengalaman. Malah terjatuh berkali-kali pada lubang yg sama."
So untuk apakah izasah bagi kalian? Pikirkan lah sejak saat ini, sebelum penyesalan datang setelah semuanya terlambat bangun & berdiri dengan kedua kaki kalian.
Sebab apapun yg terjadi, sebuah izasah tanpa skill akan lebih buruk lagi, karena cuma akan benar-benar jadi sampah saja pada akhirnya.
Izasah boleh di-miliki, tetapi skilllah yg kudu wajib untuk ada, karena untuk sebuah kesempatan itu di butuhkan keduanya.
GIF
Opini pribadi,
Sumber tulisan bahan-bahan dari Instagram
Hari ini 23:40