• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Grow your value

coolguyz

IndoForum Junior A
No. Urut
21425
Sejak
2 Sep 2007
Pesan
3.251
Nilai reaksi
133
Poin
63
Beberapa hari yang lalu saat sedang berjalan-2 di Mall Taman Anggrek -

Jakarta , saya kebetulan masuk di sebuah toko perhiasan dan selintas

melihat percakapan yang menarik ant ara seorang pembeli dan penjual.

Mereka sedang terlibat tawar menawar sebuah kalung mutiara yang cukup

indah , dan kelihatannya termasuk salah satu koleksi unggulan dari

toko tersebut. Setelah tawar menawar beberapa saat, si pembeli

akhirnya memutuskan untuk keluar dari toko itu, karena dianggapnya

harga barang tersebut mahal.



Selang beberapa menit kemudian, ada pembeli lain yang masuk, dan

kemudian mengamati kalung mutiara yang tadi.

Dia kemudian mencoba sejenak di lehernya, dan setelah dirasa

cocok, tanpa tawar menawar langsung dibayarnya barang tersebut dan

keluar. Apa yang menarik dari kedua kejadian tadi ?



Barang yang sama, tapi dipersepsikan berbeda oleh dua orang.

Tentu, yang membedakan persepsi keduanya adalah uang yang dimiliki

oleh masing-2 orang. Semakin banyak uang yang anda miliki, tentu

semakin murah harga barang tersebut dimata anda.



Saya tertarik untuk membahas justru dari sisi orang pertama.



Apa yang kira-2 dilakukan oleh orang tadi setelah gagal menawar barang tersebut ?

Bila dia memang serius ingin membeli barang tersebut, mungkin dia akan mulai masuk ke toko-2 lain, mencari-2 yang lebih murah. Bila setelah `berjuang' keliling mall dan tidak juga menemukan barang yang harganya sesuai dengan isi kantongnya, mungkin dia mencoba mencari di tempat lain, atau mungkin juga mengurungkan niat untuk membelinya....



Fokus dari orang pertama ini adalah lebih kepada jumlah uang

yang dia miliki, dibanding dengan nilai dari barang tersebut bagi dirinya.



Jika merujuk kepada teori RichDad-nya Kiyosaki, dikatakan

disana bahwa orang rata-2 melihat dari seberapa besar pendapatannya,

lalu menekan pengeluarannya, sedang orang sukses melihat dari sisi

pengeluarannya, lalu meningkatkan pendapatannya.



Dalam lingkup kehidupan, bukankah sebagian besar dari kita juga memiliki

Sikap seperti orang pertama itu ?



Saat kita menghadapi masalah, kita selalu mengeluh mengapa kita yang `kecil'

ini mendapat masalah seberat itu.



James Gwee dalam Ultimate Power Motivation di Senayan kemarin mengatakan, BAHWA YANG MENJADI POKOK PERSOALAN BUKAN BESAR KECILNYA MASALAH, TAPI BESAR KECILNYA VALUE ANDA.



Begitu value anda ditingkatkan, maka masalah tersebut akan menjadi kecil di mata ,bukankah anda saat ini sudah sangat mahir makan dengan sendok dan garpu, suatu hal yang menjadi masalah besar saat anda berusia dua tahun ?



Dan bukankah anda saat ini sudah sangat mahir bermain internet, sehingga anda bisa ikut milis dan membaca newsletter ini, suatu hal yang mungkin sangat asing dan sukar beberapa tahun yang lalu ?



Sayangnya, di dunia di mana kita tinggal ini, tidak semua orang mau berusaha

untuk meningkatkan value di dalam diri mereka.



Daripada berusaha capek-2 meningkatkan value, mereka lebih memilih

untuk `menetapkan standard' mereka sendiri terhadap dunia ini.

Sebagai contoh, ada dari mereka yang mungkin berkata ,"Karena

kemampuan bahasa Inggris saya jelek, saya jadi tidak tertarik membaca

buku bahasa Inggris. Kalau ada terjemahannya, mungkin saya mau baca".

Standard bahasa Inggris mereka sudah dipatok di nilai tertentu, dan

daripada meningkatkan value standardnya, mereka lebih memilih buku

terjemahan yang `lebih sesuai' dengan standard mereka. Di sisi lain,

ada juga mereka yang berusaha `meningkatkan value' standard mereka

dengan memaksa diri membaca buku bahasa Inggris sambil membuka-2 kamus.



Tidak ada yang salah dengan pilihan anda, apakah mau mematok

standard atau meningkatkan standard value anda. Ini semua hanyalah

pilihan anda pribadi dalam hidup.



Hanya saja, apabila anda mematok standard anda di satu titik tertentu,

jangan mengeluh terhadap kerasnya kehidupan dan masalah yang datang

kepada anda. Ingat, bukan besar kecilnya masalah yang menjadi pokok dalam

kehidupan ini, tapi besar kecilnya value anda.



Dan ada satu prinsip yang luar biasa yang dikatakan oleh Andrie Wongso

tentang hal ini, "KALAU ANDA KERAS TERHADAP DIRI ANDA, MAKA

KEHIDUPAN AKAN LUNAK KEPADA ANDA. SEBALIKNYA APABILA ANDA LUNAK KEPADA DIRI ANDA, MAKA KEHIDUPAN AKAN KERAS KEPADA ANDA". Jadi, lakukan pilihan yang terbaik, dan dapatkan hasilnya.



Sukses untuk anda !

Sumber unknown
 
Penggemar setia SMART FM yaa? Yah, banyak juga sebenernya,
hal2 yang kita dapet dari motivator2 itu.. Luar biasa banget.

Gak ada niat komentar tw ngadu argumen disini sebenernya..

Yaa gak bisa dipungkirin tu semua bener bro. Good..
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.