• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

GRAMATIKA DIAKRONIS DAN SAINS ARAB

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
GRAMATIKA DIAKRONIS DAN SAINS ARAB

GRAMATIKA DIAKRONIS DAN SAINS ARAB
Penulis : Diki Ramadhan
Sebagai permulaan dalam menguraikan tulisan yg saya buat ini, marilah pembaca saya ajak untuk menyelami makna-makna setiap kalimat dari judul yg sudah saya susun, katalis seringkali dipakai ilmuwan kimia dalam membahasakan penyambung atau pengantar, katalis merupakan sesuatu yg dapat mempercepat atau memperlambat reaksi (reaction), namun berbeda arti dalam konteks pembahasan kali ini.

Gramatika diakronis dengan pemahaman yg sederhana adalah ilmu tata bahasa yg mengikut perkembangan zaman, dalam hal ini saya mencoba menyelami sejarah gramatika diakronis Arab dalam perspektif Aristotelian (padangan falsafah) dengan sesederhana mungkin.

Para sarjana Muslim zaman ke-10, sains dibedakan jadi ilmu-ilmu Arab & ilmu-ilmu non Arab. Yang termasuk dalam ilmu Arab antara lain ilmu tata bahasa, etika & dogmatik (hal ihwal), sejarah (history) & sastra. Sementara yg jadi bagian ilmu non Arab adalah filsafat, ilmu alam & kedokteran. Secara garis akbar pembagian itu sangat tepat kalau dirunut dari zaman ke-10. Cabang-cabang sains yg disebut kemudian tidak cuma sains yg ditentukan oleh pengaruh-pengaruh asing, karena sains memang benar-benar tidak populer di kalangan Muslim pada saat itu.

Namun, ilmu Arab bukan serta-merta produk murni bangsa Arab. Ilmu-ilmu itu juga dikembangkan di berbagai wilayah kerajaan Islam tempat terjadinya pertemuan antara orang-orang Arab & non Arab, yg di sana merefleksikan pelbagai pokok bahasan yg berfokus pada kemanusian, retorika, puisi, hukum & agama tentunya yg selama ini banyak terdapat disparitas & ketimpangan. Jika dilihat dari asal kedatangannya, kita dengan mudah menyusuri jejak-jejak pengaruh non Arab kepada sains & gramatika diakronis kepada Arab, khususnya Persia (Iran) & Yunani. Pada masa ini ilmu-ilmu Arab berada dalam proses penegasan dirinya & memilki kedudukan yg sangat penting.

Dalam bahasa Arab, bahasa yg bangsa Arab sendiri memilki kesenangan khusus, karena kosa katanya yg sangat banyak, bahkan masuk kategori bahasa tersulit di dunia, kekayaan bentuknya & kemampuan pengolahannya yg inheren (berhubungan), sangat tepat mengambil posisi penting dalam bahasa-bahasa dunia. Jika dibandingkan dengan bahasa Latin yg berat atau bahkan dengan bahasa Persia atau Yunani yg bombastik, bahasa Arab dibedakan secara khas dengan kepemilikan bentuk-bentuk abstraknya, kekayaan bahasa yg sanggup melayani ekspresi ilmiah, kosa mengatakan (mufrodat) yg melimpah. Bahkan bahasa Arab sanggup menunjukkan perbedaan-perbedaan makna terbaik, namun karena banyaknya sinonim yg bermunculan & dikembangkan, maka godaan-godaan untuk menyimpang di jalur logik Aristotelian bahwa penggunaan sinonim tidak diizinkan dalam ilmu pasti kecuali ilmu mantik.

Bahasa yg begitu elegan, ekspresif & sulit seperti bahasa Arab sudah pasti mengundang banyak pengujian, ketika ia jadi bahasa yg sopan bagi orang-orang Suriah & Persia. Lebih dari itu semua, kajian mengenai Al-Quran serta pembacaan & penafsirannnya membutuhkan perhatian yg mendalam kepada bahasa yg dipakainya. Orang-orang tidak beriman mungkin menganggap mereka dapat menunjukkan kesa;ahan-kesalahan gramatika bahasa dalam Al-Quran & karenanya mereka mengumpulkan pelbagai contoh dari puisi-puisi antik dalam bahasa kaum Badui yg masih dipakai, untuk mendukung ekspresi-ekspresi yg dipakai Al-Quran.

Bangsa Arab menelusuri jejak ilmu bahasa mereka, seperti banyak ilmu yg lain, hingga ke masa Ali bin Abi Thalib, yg kepadanya dinisbatkan juga pembagian tripartit pidato Aristoteles. Kajian tersebut mulai dikembangkan di Basrah & Kufah. Pada perkembangan awal, terdapat ketidakjelasan, karena dalam sistem tata bahasa Sibawaih (780) kita mendapati sistem yg sudah selesai, sebuah karya kolosal seperti Al-Qanun fi Al-Thibb sudah selesai milik Ibn Sina (Avicenna) pada masa sesudahnya, cuma dapat dijelaskan oleh generasi-generasi kemudian sebagai produksi dari banyak sarjana yg bekerja bersama-sama dalam sebuah kolaborasi.

Ilmu gramatika bahasa sejauh ia tidak dibatasi hingga pengumpulan karya berjudul Examples, Synonyms, saat ia begitu ditentukan oleh pokok-pokok bahasan yg dibicarakan secara spesifik dipengaruhi logika Aristotelian. Bahkan sebelum Muslim, bangsa Suriah & Persia sudah mempelajari warisan tersebut dengan tambahan pemikiran Stoikisme & Neo Platonik. Ibn Al-Muqaffa yg perdana kali akrab dengan Khalil pakar gramatika, kemudian ilmu gramatika bahasa maupun logika ilmu alam dapat diakses oleh seluruh bangsa Arab yg ada di masa kekuasaan Pahlawi. Sejalan dengan adanya beragam kalimat yg disebutkan satu per satu, pada satu waktu ada lima di saat yg lain ada delapan atau sembilan, begitu juga tiga bagian dari pidato, mengatakan benda, mengatakan kerja, & partikel imbuhan. Dalam representasi kemudian terdapat perdebatan sengit antara bunyi bahasa & pemikiran. Pertanyaan yg dibicarakan adalah apakah bahasa merupakan hasil ordonasi atau koordinasi atau bahkan produk alam, namun perlahan-lahan pandangan filosofis jadi lebih menonjol sehingga bahasa jadi sebuah ordonasi.

Selain logika, pemgaruh ilmu-ilmu alat & matematika juga perlu mendapat perhatian spesifik di sini. Seperti halnya prosa mengenai hubungan yg biasa serta sajak-sajak yg ada dalam Al-Quran, bait-bait puisi tidak cuma dikumpulkan, tetapi juga disusun berdasarkan prinsip-prinsip klasifikasi khusus, misalnya sesuai dengan kadar & ukuranny. Setelah munculnya ilmu gramatika atau tata bahasa dalam sastra, Khalil (791), guru dari Sibawaih, yg kepadanya dinisbatkan penerapan qiyas untuk ilmu gramatika bahasa perdana kalinya, bahkan konon sudah menciptakan ilmu metrik.

Sementara bahasa kemudian dianggap sebagai elemen nasional & konvensional dari puisi, ide & pemikiran yg ditunjukkan adalah bahwa apa yg alamim yg lazim bagi semua masyarakat, akan ditemukan sesuai dengan kadar & ukurannya masing-masing. Tsabit bin Qurra (836 - 901) menyebutkan dalam klasifikasinya mengenai sains, bahwa kadar & ukuran merupakan sesuatu yg esensial, sementara penelitian mengenai kadae & ukuran merupakan bagian dari sains alam, & dengan begitu juga merupakab bagian dari filsafat.

Ilmu gramatika juga dibatasi sebagaimana bahasa Arab, berkaitan dengan keganjilan-keganjilannya yg ia tidak memilki tempat untuk memasukinya. Dalam banyak hal, ia merupakan produksi yg dipaksakan dari intelegensi Arab yg diamati dengan teliti & dikumpulkan dengan rajin, sebuah produksi yg mungkin patut dibanggakan. Seorang apolog dari zaman ke-10, yg terlibat dalam memerangi filsafat Yunani berkata, Dia yg dianugerahi kejelian & kedalaman puisi serta gubahan syair Arab, sungguh-sungguh memahami bahwa mereka sudah melampaui semua hal ini sebagai angka, garis & titik yg tidak akan diajukan sebagai pembuktian pendapat mereka, oleh orang-orang yg dengan malas memimpikan bahwa mereka sanggup memahami hakikat segala sesuatu. Saya tidak melihat adanya kemajuan esensial dari hal-hal seperti angka, garis & titik, jika, dengan mengabaikan sedikit keuntungan yg mungkin menyertai hal-hal tersebut yg dianggap membahayakan keimanan & diikuti oleh pelbagai konsekuensi, yg untuk melawannya kita harys melibatkan pertolongan Tuhan (Allah SWT).

Maka dengan ini semua dalam pelbagai tabiat ungkapan Arab, kita mungkin masih dapat melihat kepelikan intelegensi yg membentuk ungkapan-ungakapan tersebut, meskipun pada saat yg sama kita mungkin melihat kurangnya energi, yg dapat diamati dalam seluruh perkembangan gramataika & sains di Arab.

SEKIAN Hari ini 19:57
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.