• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Goyangan Janda-Janda Muda

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
0.jpg





Akhir-akhir ini aplikasi TikTok tengah marak dimainkan oleh banyak kalangan. Demi konten semata, beberapa tantangan gerakan di video TikTok dapat menyebabkan kematian. Tantangan tersebut adalah Skull Breaker Challenge.
Tantangan yg bermula di Venezuela ini melibatkan tiga siswa. Saat satu siswa yg berada di tengah mengerjakan gerakan melompat, kedua siswa lainnya yg berada di sisi menjegal kedua kaki anak tersebut. Siswa yg berada di tengah tersebut lantas jatuh dengan kepala terhantam lantai.
Berkaitan dengan hal itu, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yg sekaligus dokter bedah saraf Rumah Sakit Dr. Soetomo Divisi Neurotrauma & Neuroinfeksi Tedy Apriawan dr., Sp.BS(K) berkomentar terkait akibat challenge Tiktok kepada saraf.
"Jika dilihat dari Skull Breaker Challenge, bagian tubuh yg langsung mengenai lantai adalah bagian kepala belakang," katanya, Sabtu (29/2/2020).
Tedy menjelaskan bahwa di bagian kepala belakang terdapat lobus oksipital atau pusat penglihatan & cerebellum atau otak kecil yg berfungsi sebagai pusat keseimbangan, tonus otot & kontraktilitas dari koordinasi gerakan.
Dilihat dari video tersebut, ia menjelaskan benturan yg terjadi selain pada bagian kepala belakang, juga mengenai tulang leher, tulang belakang bagian dada, & tulang belakang bagian punggung.
"Kalau terjadi benturan atau trauma, dampaknya dapat menyebabkan fraktur (patah tulang, Red) & juga kematian secara langsung," ungkap Tedy.
Salah satu video tersebut bahkan memperlihatkan kematian secara langsung setelah dijatuhkan. Tedy menjelaskan, kematian tersebut terjadi disebabkan oleh pendarahan di dalam otak yg disebut pendarahan Epidural Hematome.
"Kalau kena fraktur di patah tulang leher, sumsum tulangnya patah, langsung jantung berhenti, atau langsung koma. Jantungnya masih dapat berdetak, istilahnya mati batang otak," imbuhnya.
Sebelum challenge yg sempat viral, kejadian serupa adalah tindakan siswa yg sering menarik kursi ketika temannya mau duduk hingga menyebabkan jatuh. Tedy menjelaskan, candaan tersebut nantinya akan terasa pada lima tahun ke depan.
"Kalau jatuhnya duduk dapat patah di tulang belakang bagian punggung maupun bagian belakang dada. Kalau hingga patah, dapat lumpuh kedua kaki," paparnya.
Selain itu, kegiatan anak yg turun tangga sambil duduk, kalau terkena jaringan diskus akan terjadi saraf kejepit. Efek yg ditimbulkan antara lain nyeri hebat yg tak tertahankan, kelumpuhan, gangguan pengeluaran feses, & sistem urinaria.
Menurut Tedy, cara penanganan kalau terjadi pendarahan otak pertama, dilakukan operasi kalau terindikasi, kedua tidak dioperasi kalau terjadi pendarahan kecil.
Meskipun kecil, pasien akan mengalami gangguan neurologis. Gejalanya gampang kejang, amnesia, bahkan koma lama dapat, jelasnya.
Dalam kesempatan itu Tedy sangat menyayangkan prank yg sudah terlewat batas yg membahayakan bagi saraf serta merugikan banyak pihak.


31-05-2020 21:40
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.