• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

GN Sebarkan Isu PKI Menuju Pilpres 2024

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
GN Sebarkan Isu PKI Menuju Pilpres 2024

Perbincangan Jend (purn) Gatot Nurmantyo di Kompas TV, Tgl 28 September 2018, di acara 'Rosi' bertema "Siapa Mau Nobar Film PKI?", sudah mengundang kontoversi.

Pada acara itu, sang mantan Jenderal & panglima TNI itu mengkritisi kebijakan pemerintah masa lalu & kini yg "meniadakan" pelajaran sejarah PKI di sekolah. Sehingga saat ini generasi muda & milenial dianggap tidak tahu sama sekali tentang sejarah pengkianatan G30SPKI. Satu contoh yg beliau ambil adalah anak temannya sesama anggota TNI, yg masih kuliah semester II tidak tahu tentang Aidit-tokoh PKI pada masa lalu.

Celakanya, sejumlah pihak di pemerintahan saat perubahan kebijakan tentang PKI tersebut bukan orang sembarangan. Ada Habibie & Gus Dur yg pada rentang masa 1998-2001 jadi presiden di periode berbeda. Selain itu ada Letnan Jendral (purn) Yunus Yosfiah selaku menteri penerangan, Prof. Dr. Juwono Sudarsono selaku menteri pendidikan. Mereka adalah orang-orang yg mengetahui sejarah, & tidak diragukan lagi nasionalisme serta komitmennya pada bangsa & negrara ini dalam bingkai NKRI.

Dari perbincangan acara Rosi itu, dapat terungkap sebuah cara pandang seorang Gatot Nurmantyo tentang bahaya PKI, bukan semata kritik tidak adanya pelajaran sejarah di sekolah. Bukan melulu pada tuduhan sebagai PKI kepada para pengambil kebijakan sebagai gerakan sistematis PKI, melainkan pada cara pandang beliau kepada keberadaan PKI pada masa kini yg dinilai tak lagi relevan.

Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo berangkat dari sebuah idealisme yg baik, yakni supaya semua generasi memahami keberadaan PKI merupakan sejarah kelam bangsa ini, & hal itu jangan hingga terulang kembali. Gerakan PKI & faham yg pernah dibawakannya sangat berbahaya bagi negeri ini.

Namun lingkup pandangan beliau akan bahaya laten yg membahayakan bangsa ini cuma terfokus pada peristiwa kekejaman PKI pada masa lalu. Sementara PKI sendiri sudah jelas dinyatakan sebagai partai & gerakan terlarang di negeri ini yg bertetangan dengan dasar negara Pancasila & fondasi hukum negara yakni UUD 45.

Selain itu, hal tak kalah pentingnya yakni, di dunia saat ini ideologi komunis sudah runtuh. Perang dharap antara blok barat & timur, antara faham demokrasi dengan faham komunis sudah tidak ada lagi. Komunis sudah tidak lagi menarik bagi kebutuhan berbagai bangsa di dunia untuk bersaing jadi bangsa & negara yg terbaik.

Panglima TNI saat ini Marsekal Hadi Tjahjanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (30/9/2018) sudah menyatakan PKI bukanlah ancaman lagi. Tap MPRS yg sudah melarang ideologi komunis (baca sumber ini). Hal senada pernah Gatot Nurmantyo ungkapkan saat masih jadi panglima TNI pada acara Simposium Nasional Anti-PKI bertema "Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan PKI & Ideologi Lain" di Balai Kartini, Jakarta, Kamis, 2 Juni 2016. (baca sumber ini).

Hari ini 10:26
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.