Salam.
Nimbrung nih, kasihan deh kelihatannya. Sayang tapi kok .........
untuk
maulid, mungkin saya punya beberapa saran / tips :
1. Jangan lawab kemarahan dengan kemarahan, cenderunglah tenang (bahkan sampai diam/tidak mengeluarkan perkataan) untuk meredakan emosi lawan.
Apabila pacar anda cenderung marah dan berkata kasar / tidak sopan / kotor, lebih baik anda diam 1000 bahasa. Biarkan dia 'puas' dan 'senang' dengan perkataannya itu. Setelah pacar anda reda dari omelannya yang membuat telinga & hati panas (bahkan tangan untuk memukul) pada diri anda, mulailah dengan perkataan yang menyapa 'Apa sudah selesai bicaranya, kalo udah ya gantian saya yang bicara', karena tidak mungkin orang saling bicara sedangkan tidak seorangpun yang mendengarkan. Setelah itu coba anda ungkapkan apa yang anda inginkan dalam pembicaraan anda ini, dengan maksud untuk mengklarifikasi (menjelaskan secara jelas maksud dan tujuannya) apa yang telah anda katakan (sebelum peritiwa yang dilakuakn ce anda).
2. Mengalah belum tentu hasilnya 'kalah', tetapi mengalah demi kebaikan dan kemenangan itu lebih baik.
Dalam setiap permasalahan, kadang kala manusia sering berusaha untuk 'menang', yang kadang2 tanpa memperdulikan keadaan yang ada di sekitarnya. Kalo ce anda termasuk tipe ini, cobalah anda mengalah, tetapi tidak mengalah begitu saja, tetapi suatu waktu (tetapi jangan terlalu lama) coba anda bicarakan masalah tersebut, dengan maksud bukan mencari siapa yang salah dan benar, tetapi mencari solusi untuk penyelesaiannya. Mencari penyebab dan penyelesaian suatu masalah lebih penting dan berguna di bandingkan dengan mencari siapa yang benar dan siapa yang salah.
3. Cobalah untuk belajar dari pengalamanyang ada.
Bila kejadian yang menimpa anda atas perbuatan ce anda yang membuat ce anda melakukan hal2 yang buruk, cobalah instropeksi diri, kenapa hal itu bisa terjadi. Mungkin jg dicari apa penyebabnya, sehingga di kemudian hari hal tersebut tidak terulangi.
4. Lakukanlah apa yang menurut anda benar (selama masih dalam jalur norma dan hukum yang ada) terlebih dahulu.
Apabila anda ingin melakukan hal yang positif bagi ce anda, lakukanlah itu (termasuk hal2 yang paling buruk sekalipun cth: menamparnya), selama hal itu tidak dilakukan di depan umum. Hal tersebut mungkin akan membekas di diri ce anda, yang membuat di berpikir, kenapa anda sampai hati melakukan hal tersebut.
5. Jika orang lain ingin lakukan sesuatu, lakukanlah itu terlebih dahulu pada diri anda, setelah itu baru anda menuntut orang lain untuk melakukannya.Jika anda ingin ce anda tidak berkata kasar dan kotor, coba terapkan dalam diri anda. Apakah anda mampu untuk tidak berkata kasar dan kotor kepada orang lain (termasuk kepada teman dekat dan saudara anda)?
6. Pandang keberadaan 'dia' dari sudut pandang lain serta kondisi 'dia' kesehariannya.
Mungkin ce anda bisa berbuat seperti itu karena banyak hal, entah dari linkungannya (berada dalam lingkungan yang 'tanpa pendidikan') atau mungkin jg dari latar belakang serta pendidikan dari keluarganya . Bisa jadi karena latar belakang keluarga yang seperti itu (di dalam keluarga dibiasakan untuk berkata yang kurang sopan) membuat dia bisa berbuat itu juga kepada anda. Anda harus bisa memakluminya, karena ini bersifat 'permanen' dan mungkin kita tidak bisa merubahnya.
7. Membangun dan menghancurkan sesuatu yang 'sudah jadi' lebih mudah, tetapi lebih sulit untuk memperbaiki, bahkan lebih sulit lagi untuk merubahnya.
Jika bermimpi untuk membangun rumah yang indah dan megah, hal tersebut sangat mudah, apalagi jika tidak cocog dengan selera kita, kita bisa merobohkannya. Tetapi perlu kita tahu, bangunan yang sudah jadi sangatlah sulit adalam merawatnya, apalagi merubah sebagian dari apa yang sudah ada (bayangkan aja bagaimana jika rumah yang kita tinggal rusak akibat hujan dan rayap, belum lagi renovasi rumah yang memakan banyak biaya). Dari contoh tadi bisa kita terapkan dalam hubungan anda dengan ce anda. Anda mungkin bisa saja mencari pacar baru dan memutuskan ce anda sekarang, tetapi anda akan memulai suatu suasana yang dimulai dari nol (0), dari adaptasi, pengenalan karakter sampai pada hal2 yang detil2. Dengan anda mencoba untuk perbaiki hubungan anda dengan pacar anda, anda akan lebih banyak belajar bagaimana untuk memahami orang lain, tidak hanya anda yang ingin dipahami oleh orang lain.
Merubah karakter seseorang adalah hal yang sulit dan tidak bisa dilakukan dengan instan. Kita hanya bisa memperbaikinya dan berharap sedikit demi sedikit orang tersebut ada perubahan ke arah yang lebih baik, karena ini semua tidak lepas dari pengaruh lingkungan yang ada di sekitar orang tersebut. Begitu juga dengan ce anda. Cobalah anda perbaiki karakter dan sikap ce anda yang buruk, dengan memberikan arahan serta nasehat yang membangun (cth: jangan berkata begitu ah, malukan di dengar orang lain). Cari waktu dan kondisi yang tepat untuk menyampaikan hal tersebut, niscaya lambat tapi pasti berhasil.
8. Jangan terlambat, tentukan pilihan sekarang, terus atau putus.
Jika anda merasa bahwa hubungan ini perlu di akhiri, segera ambil tindakan dan pikirkan dulu apa akibatnya, begitu juga sebaliknya (jika hubungan ini diteruskan). Jika anda tidak mengambil pilihan dini hari, maka anda akan menyesal di kemudian hari, karena anda tidak akan ketemu ce anda 1-2 / 3 hari, tapi setiap detik anda akan ketemu (jika diijinkan Tuhan untuk terus sampai pada jenjang pernikahan) yang dimana ada kemungkinan anda kecewa dan seakan hidup bagaikan di neraka.
Hal tersebut telah saya buktikan dengan hubungan saya dengan bekas pacar saya ( sekarang jabatannya istri

) selama kurang lebih 5 tahun masa pacaran dan 2 tahun masa tunangan. Maaf, saya merasa tulisan saya ini terlalu banyak. Maka dari itu, kesemuanya dalam membangun suatu relasi (hubungan) tidak mudah, mungkin untuk lebih detail syaringnya ttg pengalaman saya, mungkin rekan2 bisa request 'private massage' ke saya dengan mencantumkan link thread yang ingin saya isi (karena jika di tulis semua saya tidak kerja donk

).
Sekian.
Salam.