• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Internasional Ghana, Uruguay, & tendangan penalti

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
14.119
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Ghana, Uruguay, & tendangan penalti.

Ghana, Uruguay, & tendangan penalti


Para pemain regu nasional Ghana (kiri) & Uruguay berkumlul di tengah lapangan Stadion Al Janoub, Al Wakra, Qatar, Jumat (2/2/2022) (ANTARA/Gilang Galiartha)

Al Wakrah, Qatar (ANTARA) - Masih lekat di ingatan para suporter Ghana, ketika Luis Suarez berulah & mengerjakan aksi nekat mengpakai tangannya demi menghalau bola sundulan Dominic Adiyiah masuk ke gawang Uruguay di Johannesburg, Afrika Selatan, selusin tahun silam.

Aksi yg dilakukan oleh Suarez praktis mencegah kemenangan Ghana pada babak tambahan waktu & setidaknya menjaga skor 1-1.

Suarez langsung diganjar kartu merah karena aksinya itu & Ghana memperoleh kesempatan tendangan penalti, sementara si penyerang yg kala itu masih membela Ajax dipaksa menyaksikan dengan was-was dari tepi lorong menuju kamar ganti.

Namun aksi nekat itu menjelma jadi pengorbanan berarti sebab Asamoah Gyan yg maju sebagai algojo, mendapati bola tendangannya membentur mistar gawang & Suarez tertangkap kamera meluapkan kegembiraannya yg membuncah atas kegagalan itu di mulut lorong ruang ganti.

Asamoah belakangan membayar kegagalannya dengan melakoni tugas secara baik dalam adu penalti setelah skor imbang 1-1 bertahan hingga bubaran babak tambahan.

Namun, kiper Fernando Muslera kemudian mementahkan eksekusi dua algojo Ghana, John Mensah & Adiyiah, sehingga ketika Sebastien Abreu sukses mengonversi penalti gaya panenka, Uruguay mengunci kemenangan adu penalti 4-2 & melangkah ke semifinal.

Baca juga: Ghana enggan pikirkan 'balas dendam' ketika jumpa Uruguay

Apa yg dilakukan Suarez kala itu jelas memperpanjang napas Uruguay di Piala Dunia 2010, sekaligus mencegah Ghana jadi regu Afrika perdana yg mencapai babak semifinal di turnamen sepak bola paling bergengsi ini.

Dalam komentar selepas pertandingan tersebut, Suarez menyebut bahwa ia sudah menyelamatkan Uruguay & ia menegaskan tak punya opsi lain selain mengpakai tangannya. Suarez bahkan sempat membandingkan aksinya dengan Gol Tangan Tuhan dari Diego Maradona.

Selang 12 tahun kemudian, Ghana & Uruguay kembali dipertemukan di pentas Piala Dunia 2022 Qatar setelah kedua regu itu ditempatkan Grup H.

Pertemuan kedua regu semakin jadi dramatis, karena dijadwalkan sebagai pertandingan terakhir masing-masing di fase penyisihan Grup H.

Laga itu jadi lebih penting dalam penentuan nasib keduanya, sebab Ghana sudah punya tiga poin & Uruguay cuma satu serta berstatus nirgol dari dua penampilan sebelumnya.

Dalam jumpa pers pralaga, Suarez dengan tegas menyatakan bahwa ia sama sekali tak menyesali apa yg dilakukannya kepada Ghana 12 tahun lalu.

Hal itu dihinggakan Suarez setelah diberitahu oleh seorang jurnalis Ghana bahwa di negaranya ia punya label sebagai iblis atau diablo, & para suporter The Black Star harap memensiunkan pemain berusia 35 tahun tersebut.

Suarez bahkan bersikeras bahwa meski ia mengerjakan perilaku haram tersebut, pada akhirnya bukan dia yg menciptakan Ghana gagal lolos ke semifinal Piala Dunia 2010 melainkan eksekusi penalti akibat tindakannya itu yg gagal berbuah gol.

"Saya tidak (akan) meminta maaf soal itu, saya memang mengerjakan handball, tetapi pemain Ghana lah yg gagal mengeksekusi penalti, bukan saya," katanya dalam sesi jumpa pers di Doha, Kamis (1/12).

"Saya mungkin meminta maaf bila mencederai lawan karena jegalan & dikartu merah, tetapi di keadaan itu saya mendapat kartu merah & wasit juga memberi (Ghana) tendangan penalti."

"Bukan salah saya, saya tidak gagal mengeksekusi penalti. Bahkan pemain yg gagal itu juga bilang akan mengerjakan hal serupa yg saya lakukan di keadaan itu. Jadi bukan tanggung jawab saya," ujarnya panjang lebar.


Sama-sama jadi abu

Meski yg bertanya adalah wartawan dari negara lawan, komentar & jawaban dari Suarez belakangan akan terbukti jadi sebuah insinuasi sukses yg menanamkan beban tambahan di benak para pemain Ghana untuk pertemuan di Stadion Al Janoub, Al Wakrah, Qatar, Jumat malam.

Tak seperti Uruguay, yg belum menang & nirgol, Ghana sebetulnya memasuki pertandingan dengan beban relatif lebih ringan yakni cuma memburu skor imbang untuk dapat memastikan kelolosan ke babak 16 besar.

Uruguay yg wajib menang kalau harap membuka kesempatan lolos ke babak 16 akbar dihadapkan pada persoalan ketika sang kiper Sergio Rochet kurang bersih dalam mengamankan bola liar hasil tembakan Jordan Ayew & malah menjatuhkan Mohammed Kudus di dalam kotak terlarang.

Wasit Daniel Siebert harus berkonsultasi panjang dengan asisten wasit video (VAR) hingga meninjau langsung tayangan ulang di monitor tepi lapangan hingga akhirnya menunjuk titik putih menghadiahi tendangan penalti bagi Ghana.

Yang terjadi kemudian, bukannya Ghana membuka keunggulan tetapi eksekusi penalti Ayew terlalu dekat dengan jangkauan Rochet & gagal melesak ke dalam gawang.

Entah kebetulan atau memang berhubungan, seolah-olah komentar dari Suarez sudah memasuki alam bawah sadar Ayew & para pemain Ghana yg menghadapi bola di titik putih.

Uruguay & Suarez seolah menghadirkan kutukan baru bagi Ghana, yakni firasat buruk tiap kali mendapat tendangan penalti.

Kegagalan Ayew seolah memukul mental para pemain Ghana & sebaliknya membakar semangat Uruguay yg balik mengambil alih kendali permainan.

Sampai akhirnya sebuah umpan silang dari Darwin Nunez gagal diantisipasi dua pemain Ghana & bola jatuh di hadapan Suarez yg mengerjakan satu tipuan kecil sebelum melepaskan tembakan ke arah gawang.

Kiper Lawrence Ati-Zigi sebetulnya dapat mementahkan tendangan Suarez, tetapi bola masih muntah & langsung disambar oleh Giorgian de Arrascaeta untuk membuka keunggulan Uruguay 1-0 atas Ghana pada menit ke-26.

Gol itu semakin menyuntik semangat Uruguay yg sukses menggandakannya enam menit berselang kala De Arrascaeta dengan cermat memanfaatkan umpan pantul Suarez.

Baca juga: Menang atas Ghana, Uruguay gagal lolos ke babak 16 besar

Uruguay hampir beroleh kesempatan menambah keunggulan 2-0 yg mereka miliki, bila saja tuntutan tendangan penalti setelah Nunez dijegal Daniel Amartey dikabulkan oleh wasit David Siebert.

Tapi Uruguay masih unggul hingga Suarez dapat kembali ke bangku cadangan sedikit lebih tenang dibandingkan 12 tahun silam yg sarat kekhawatiran & rasa bersalah.

Pasalnya, ketika Suarez ditarik, dalam laga Grup H lainnya, Korea Selatan masih ditahan imbang 1-1 oleh Portugal yg relatif lebih menguasai jalannya pertandingan.

Namun, senyum Suarez berubah jadi getir sebab pada menit perdana waktu tambahan babak kedua, Korsel merebut keunggulan 2-1 atas Portugal berkat gol Hwang Hee-chan di Stadion Education City.

Layar akbar di Stadion Al Janoub menampilkan klasemen sementara Grup H yg menempatkan Korsel merebut posisi kedua berbekal produktivitas gol 4-4 ketimbang 2-2 milik Uruguay meski kedua regu sama-sama mengoleksi empat poin.

Baca juga: Korea Selatan & Portugal melaju ke babak 16 akbar Piala Dunia 2022

Uruguay terus menekan & kali ini Ati-Zigi mengerjakan sebuah penyelamatan gemilang atas sundulan tajam Edinson Cavani semenit jelang bubaran waktu normal.

Sementara Ghana memburu gol yg dapat semakin merusak peluang Uruguay lolos, tetapi tembakan Antoine Semenyo dapat dihalau oleh Sebastian Coates yg pasang badan & sepakan jarak jauh Kamaldeen Sulemana sanggup dimentahkan Rochet.

Laga di Stadion Education City berakhir lebih awal dengan kemenangan 2-1 sanggup dikantongi Korsel, sementara Uruguay tak henti mencari celah pertahanan Ghana meski tak berbuah kemenangan.

Akan tetapi, suporter Ghana tampak begitu gembira untuk mencemooh Suarez atas hasil kekalahan 0-2, meski regu mereka sendiri juga gagal lolos ke babak 16 besar.

Agaknya, Ghana sukses memensiunkan Suarez yg kini sudah berusia 35 tahun dari pentas Piala Dunia. Kecuali bila mana Suarez hendak memaksakam diri.

Pada akhirnya, baik Ghana maupun Uruguay gagal lolos le babak 16 akbar Piala Dunia 2022 & mereka sama-sama jadi abu.

Baca juga: Preview Piala Dunia 2022: Ghana vs Uruguay
Baca juga: Portugal melangkah ke babak 16 akbar setelah taklukkan Uruguay 2-0

Berita diatas dikutip dari internet, jika Ghana, Uruguay, & tendangan penalti adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.