Satubet111
IndoForum Newbie E
- No. Urut
- 282752
- Sejak
- 14 Mar 2014
- Pesan
- 54
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 6
Puluhan mahasiswa Unimed menggelar demo di depan Kantor PLN Wilayah Sumatera Utara, Senin (17/3) sekitar pukul 13.00 WIB.
Mereka menagih janji Dirut PLN untuk membebaskan Sumut dari pemadaman listrik. Menuntut pemerintah memberi solusi konkrit terhadap permasalahan tersebut di daerah ini.
“Krisis listrik Sumut telah merugikan pelajar, pengusaha dan ibu rumahtangga”, ujar salah seorang orator yang disambut sorak-sorai para pendemo lainnya.
Pendemo yang menamakan diri “Gerakan Mahasiswa UNIMED Bersatu” juga membawa sejumlah poster sembari melambaikan sangsaka merah putih.
“Kami menderita akibat pemadaman listrik. Listrik mati, skrepsi ditunda. Pengusaha kecil sekarat. Jangan sakiti rakyat”, tulis mahasiswa pada poster.
“Listrik salah satu sumber energi bagi manusia dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.Tanpa energi tersebut sulit bagi manusia mencari nafkah, belajar dan lainnya”, ujar orator menggunakan alat pengeras suara
Fenomena tersebut saat ini sangat dirasakan masyarakat. Jelas bertolak belakang dengan sumber daya alam dimiliki negeri ini.
Sementara itu sejumlah aparat keamanan berjaga-jaga di pintu pagar untuk mengantisipasi terjadinya berbagai kemungkinan.
Deputi Manajer Komunikasi dan Hukum PLN Wilayah Sumut, Raidir Sigalingging akhirnya menghampiri pendemo. Dia menjelaskan kondisi kelistrikan yang mengalami defisit. Soalnya tidak memiliki cadangan daya yang cukup.
“Untuk menambah cadangan daya, kita harus menunggu PLTU Pangkalan Susu beroperasi untuk menekan defisit”, kata Raidir.
Namun dia berjanji pada akhir Maret ini tidak akan ada pemadaman bergilir. Karena PLN sekarang terus berupaya membenahi pembangkit-pembangkit lama.
Siap
Pendemo menyambut baik janji tersebut. Tapi jika pada akhir Maret nanti, PLN masih melakukan pemadaman, Gerakan Mahasiswa Unimed Bersatu siap mendatangi PLN dalam jumlah yang lebih banyak.
“Kami akan menggelar demo lagi jika PLN tidak menempati janjinya hingga batas waktu akhir Maret nanti”, ucap seorang pendemo sembari mereka membubarkan diri.
Mereka menagih janji Dirut PLN untuk membebaskan Sumut dari pemadaman listrik. Menuntut pemerintah memberi solusi konkrit terhadap permasalahan tersebut di daerah ini.
“Krisis listrik Sumut telah merugikan pelajar, pengusaha dan ibu rumahtangga”, ujar salah seorang orator yang disambut sorak-sorai para pendemo lainnya.
Pendemo yang menamakan diri “Gerakan Mahasiswa UNIMED Bersatu” juga membawa sejumlah poster sembari melambaikan sangsaka merah putih.
“Kami menderita akibat pemadaman listrik. Listrik mati, skrepsi ditunda. Pengusaha kecil sekarat. Jangan sakiti rakyat”, tulis mahasiswa pada poster.
“Listrik salah satu sumber energi bagi manusia dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.Tanpa energi tersebut sulit bagi manusia mencari nafkah, belajar dan lainnya”, ujar orator menggunakan alat pengeras suara
Fenomena tersebut saat ini sangat dirasakan masyarakat. Jelas bertolak belakang dengan sumber daya alam dimiliki negeri ini.
Sementara itu sejumlah aparat keamanan berjaga-jaga di pintu pagar untuk mengantisipasi terjadinya berbagai kemungkinan.
Deputi Manajer Komunikasi dan Hukum PLN Wilayah Sumut, Raidir Sigalingging akhirnya menghampiri pendemo. Dia menjelaskan kondisi kelistrikan yang mengalami defisit. Soalnya tidak memiliki cadangan daya yang cukup.
“Untuk menambah cadangan daya, kita harus menunggu PLTU Pangkalan Susu beroperasi untuk menekan defisit”, kata Raidir.
Namun dia berjanji pada akhir Maret ini tidak akan ada pemadaman bergilir. Karena PLN sekarang terus berupaya membenahi pembangkit-pembangkit lama.
Siap
Pendemo menyambut baik janji tersebut. Tapi jika pada akhir Maret nanti, PLN masih melakukan pemadaman, Gerakan Mahasiswa Unimed Bersatu siap mendatangi PLN dalam jumlah yang lebih banyak.
“Kami akan menggelar demo lagi jika PLN tidak menempati janjinya hingga batas waktu akhir Maret nanti”, ucap seorang pendemo sembari mereka membubarkan diri.
Terakhir disunting oleh moderator: