Ilmuwan menggunakan teknologi baru mampu memetakan genom (gugus kromosom) dengan tingkat presisi tinggi pada salah satu kerabat dekat manusia yang telah punah, Denisovans. Denisovans atau Denisova Hominins merupakan genus Homo (manusia purba) yang pernah tinggal di wilayah Siberia.Dilansir Sfgate, Senin (17/9/2012), nenek moyang manusia ini dikatakan tidak berjalan sendiri.
Mereka juga hidup berdampingan dengan Homo Neanderthals dan manusia kuno lainnya, yang pernah hidup sekira 10 ribu tahun lalu.Genom Denisovans, seperti yang dilaporkan dalam jurnal Science berasal dari sejumlah kecil DNA yang diteliti melalui tulang jari yang ditemukan di sebuah gua Rusia pada 2008. Setelah penemuan tulang jari, kemudian ditemukan gigi di gua tersebut.Uniknya, ilmuwan mengungkapkan bahwa rincian DNA dari Denisova Hominins ini memiliki kesamaan dengan darah segar atau sampel air liur dari manusia yang hidup saat ini.
Mereka juga hidup berdampingan dengan Homo Neanderthals dan manusia kuno lainnya, yang pernah hidup sekira 10 ribu tahun lalu.Genom Denisovans, seperti yang dilaporkan dalam jurnal Science berasal dari sejumlah kecil DNA yang diteliti melalui tulang jari yang ditemukan di sebuah gua Rusia pada 2008. Setelah penemuan tulang jari, kemudian ditemukan gigi di gua tersebut.Uniknya, ilmuwan mengungkapkan bahwa rincian DNA dari Denisova Hominins ini memiliki kesamaan dengan darah segar atau sampel air liur dari manusia yang hidup saat ini.