• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

GENERASI TULANG LUNAK

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Bukan karena rasa iri dengan rejeki orang; kali ini TS sebagai seorang ibu & pendidik prihatin dengan maraknya tayangan televisi nasional tentang keviralan hal yg lebih banyak akibat negatifnya bagi penonton; sebut saja keviralan seorang Fajar yg marathon ditayangkan di televisi.

GENERASI TULANG LUNAK


Televisi itu kan beda segmen dengan media online; dimana banyak anak-anak pelosok yg belum terjangkau media online dapat menonton televisi, juga anak-anak yg penggunaan media onlinenya dibatasi televisi adalah sarana hiburan bagi mereka Dan bayangkan mereka disuguhkan tontonan yg tidak jenaka sama sekali tentang kecengengan anak remaja lelaki yg mengumbar kisah persayangannya yg blangsak. Menonton televisi itu dapat jadi pencucian otak bagi anak yg sel otaknya sedang berkembang & bertumbuh. Dan kecengengan yg berlebihan & seolah kecengengan tersebut dapat menjadikan seseorang sukses terkenal, akan terekam untuk beberapa para penerus bangsa. Apa jadinya kalau kecengengan ini jadi role model?

Dan para kapitalis pemilik televisi ini cuma berpikir peluang meraup untung dari menayangkan hal-hal yg viral, walau nirfaedah. Juga mereka yg berlomba menayangkan podcast tentang sesuatu yg tidak membangun sama sekali.
Betul, semua ini juga karena ada pasarnya, ada demand untuk tontonan yg absurd. Netizen Indonesia butuh hiburan yg lebih membagongkan dari realita hidup mereka yg membagongkan.

Ini juga harusnya jadi warning bagi kita para orang tua, bahwa mental anak-anak kita dapat jadi serapuh Fajar ini, karena Fajar ini cuma satu dari sekian banyak anak-anak generasi Z (lahir antara tahun 1996 - 2010) yg rapuh; generasi tulang lunak. Ini fenomena yg merebak sejak mudahnya media sosial yg memberi tempat untuk mereka berekspresi.
Generasi yg anti sosial, karena lebih suka berinteraksi dengan kehaluan di dunia maya. Generasi instant, yg berharap hidup nyaman dengan cara terkenal walau bukan dari jalur prestasi positif. Dan bukan cuma Fajar, beberapa waktu lalu juga viral cowo gagah, berjenggot taunya melambai, Mamang Osa hingga punya acara televisi sendiri bersama Anwar yg juga melambai. Mau hingga kapan yg seperti ini dijual?? Dan pemirsa mau hingga kapan menerima tontonan sampah?? Laki-laki menjerit melengking dengan gayanya yg bahkan perempuan aja ga gitu-gitu amat dah! Itu sebabnya fenomena tulang lunak di generasi Z mewabah, karena mereka melihat jadi tulang lunak itu keren kok, dapat jadi ngetop, dapat jadi uang.

TS posting ini bukan tentang Fajar semata, TS harap menggugah pencerahan kita bersana tentang generasi penerus bangsa yg beberapa besarnya memang rapuh. Mudah "flu" terkena gerimis, mudah tumbang diterjang angin, & langsung karam diterjang badai. Fajar ini cuma pucuk dari fenomena gunung es bagaimana sudah sangat memprihatinkannya generasi Z yg didominasi para remaja cowo bertulang lunak, berhati hello kitty. Viral atau tidak viralnya seorang Fajar, bukan poin dari kekhawatiran TS.
Tidakkah kita prihatin dengan generasi jenaka seperti ini?

{thread_title}



{thread_title}



Apakah akan kita pertahankan prestasi anak-anak kita yg jeblok seperti ini?

Rata-rata Skor IQ Anak Indonesia Hanya Mencapai 78,49

Jadi gak salah juga kalau Mbak Nana Padmo, menyandingkan IQ rerata anak Indonesia dengan IQ gorilla.


{thread_title}

Hari ini 17:03
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.