Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sumber : Google
Halo kawan - kawan IFers, kali ini saya akan bahas tentang melawan rasa Gengsi pada Generasi Milenial, yaudah yuks simack.
Generasi Milenial yaitu generasi muda & memiliki rentang kelahiran 90 an. Saya amati, Generasi Milenial (termasuk saya) merupakan generasi yg muluk - muluk, yg harap segalanya serba instan. Contohnya Sukses instan. Perlu diketahui suksesnya orang itu berbeda - beda, tergantung orang tersebut. Tapi sekali lagi, Generasi Milenial kurang ulet (gak semua ya).
Contoh nyatanya teman saya sendiri. Pernah dia "Sambat" (mengeluh) kepada saya tentang tidak punya uang, rokok habis, bingung. Kira - kira begini dialognya.
(Dialognya saya ubah bahasa Indonesia ya)
T : teman saya
P : saya
T : "Haduh bingung hutang banyak, mau Nyebat gak ada, eh enaknya kerja apa ya yg enak?
P : "Coba lamar di PT ........ Siapa tau lolos.
T : "Ah PT itu mah Capek, males ah. Apa ya enaknya?"
P : "Kalau nggak coba di ........ Disana lagi buka lowongan.
T : "Ah gajinya kecil, iya sih kerjanya enak tetapi gajinya kecil. Apa saya jualan aja ya? Tapi jualan apa ya?
P : "Coba jualan gorengan dijual online aja, lumayan yg penting ada uang buat pegangan lah."
T : "Ah saingannya banyak, susah juga buatnya"
P : "JUAL Beli HP Second aja, lumayan itu untungnya."
T : "Gak ada Modal saya bro."
P : "Trus Lo mau apa T44441111."
Intinya Generasi Milenial itu mageran. Eitss tetapi jangan Salah, Generasi Milenial sama seperti BOM. Kelebihan dari generasi Milenial itu memiliki jiwa anti tertantang. Artinya apa? Artinya kita cuma butuh pemicu untuk generasi Milenial lebih Rajin. Misalnya mengatakan - mengatakan bijak dari orang tua :
"Halah anda itu males, mana dapat cari uang sendiri?". Pasti setelah dengar mengatakan - mengatakan itu secara tidak langsung jadi terpacu untuk membuktikan bahwa "Aku Bisa, Pasti dapat apapun caranya".
Opsi terakhir yaitu memberikan Generasi Milenial 2 opsi yaitu : Menghasilkan sesuatu untuk dimakan (fulus) atau Die in Hungry mwehehehe. Hmm mungkin Generasi Milenial jadi malas dikarenakan Gadget (Gak semua juga sih). Generasi Milenial juga gengsian guys. (Netizen : "Sok tau lu, buktinya gue gak tuh, Lu kali yg gitu."). Iya iya saya He'em pokoknya Siip. Ya bener saya mewakili Generasi Milenial pernah di fase dimana "Ah malu, ah males, Ah blablabla". Tapi berubah setelah ane disuruh menghadapi 2 pilihan. Ente Makan atau Ente Kelaparan. Nah disitu otak mau gak mau harus muter apapun itu. Semua itu harus ada pemicu. (Netizen : kaya Thread Ente muter - muter gak jelas). Yaudah Ane ringkasin ya gan nih.
Tips melawan rasa gengsi & malas pada Generasi Milenial.
1. Buat keadaan terjepit, disitulah otak ente akan bekerja 2 kali lipat.
2. Cari teman yg mengatakan - katanya Kejam, suka mengejek. Kadang teman yg Blak - blakan dapat menciptakan termotivasi. Jangan anggap mengatakan - mengatakan ejekan teman sebagai hinaan tetapi ubah energi negatif jadi positif. Dari pada teman yg "Ingah Ingih tetapi menusuk".
3. Jika rasa malas melanda, usahakan baca (dari Gadget pun dapat) yg penting ilmu bertambah.
4. Jangan banyak tanya, kerjakan.
5. Jangan melihat Motivasi motivasi orang sukses, karena "Startnya berbeza gan". Jalani dulu aja. Urusan sukses tidaknya pikir ntar.
6. Selesaikan masalah saat itu juga, nggak kelar? Tinggal, kerjakan yg lain.
Dah cukup sekian pendapat orang Milenial kepada generasi Milenial. (Netizen : Tapi kan jadi nggak Objektif karena anda generasi Milenial masa menilai generasi sendiri?). Yang tau busuknya Saya ya saya sendiri bro, jadi yg dapat menilai Generasi Milenial ya Generasi itu sendiri, (Yah walaupun Persepsi orang beda beda sih).
Sudah gitu aja sih, maaf kalau kurang berbobot. Thanks gan
Sumber : Ofini Fribwadhi
Hari ini 00:35