• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Generasi Kini : Antara Isu Politik & Pargoy

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Generasi Kini : Antara Isu Politik & Pargoy
Generasi Kini : Antara Isu Politik & Pargoy

Hai, saya adalah seorang pegiat media sosial (dapat dibilang gitu karena emang giat banget main sosmed saking giatnya kadang baru sadar saat azan subuh berkumandang) yg sangat konsern pada hal-hal berbau sastra, politik & sejarah. Gak tau kenapa saya bahagia bengat gitu saat nontonin konten yg isinya tiga hal itu di hampir semua platform (kecuali yg isinya joget-joget pargoy karena menurutku banyak unfaedahnya & cuma media buat pansos tanpa isi) & kadang-kadang ikut beropini & mengomentarinya. Tau sendirilah, isu-isu yg berkenaan dengan politik memang lagi hangat buat didiskusikan sekarang, apalagi banyak kalangan milenial yg makin kesini sepertinya minta politik mereka bak jamur di musim hujan, sangat signifikan perkembangannya.

Bicara tentang politik, mungkin hal ini bakal dianggap kurang menarik bagi beberapa orang. Apalagi di rentang usia yg masih muda, which is beberapa hidup mereka (maybe most of their life) di spending buat hal-hal yg bikin mereka having fun. Alih-alih ngomongin politik, mereka bahkan sama sekali tak pernah terbayang akan hal ini. Mendengar mengatakan "politik" saja mereka sudah mual-mual & geger otak, apalagi melakoninya. Tetapi hal ini tidak sering negatif, maksud saya ini dapat di liat dari dua sudut pandang.

Pertama, politik bagi mereka jadi tidak menarik karena disebabkan oleh habit para politicians yg sungguh jauh dari mengatakan "baik", bahkan mungkin beberapa kasus kelihatannya sangat awkward & bikin geleng-geleng kepala. Lihat saja kualitas para politicians yg duduk di Senayan itu sekarang. Mereka yg di panggil dengan sebutan "Yang Mulia Anggota Dewan" itu (beberapa yaa gak semua maksud aku) bahkan lebih pantas di gelari "makelar". Aktivitas mereka yg paling produktif adalah tidur saat sidang, pamer barang mewah, pamer gaji, pamer jalan-jalan ke luar negeri dengan dalih studi banding & ada juga yg malah pamer otot & volume suara doang saat ribut-ribut & bahkan adu jotos di ruang sidang. Kita bahkan gak tau, substansi yg bikin mereka "bising" & "adu jotos itu apa"? Katanya sih atas nama rakyat, atau paling populer "demi bangsa & negara". Bullshit lah semua itu. Paling juga demi kerakusan akan kuasa & harta benda. Semua pemandangan itu bikin anak-anak muda yg menyaksikan jadi mules & malas buat membahas soal politik, bahkan tidak tertarik untuk dimasukan dalam list oborolan. Dengan begitu, wajar aja kalau pada akhirnya beberapa anak muda ini malah memilih interest lain, semisal joget-joget pargoy atau jadi crazy rich dadakan.

Kedua, pendidikan politik di negara ini belum berjalan dengan baik. Ruang-ruang publik yg harusnya diisi dengan diskursus-diskursus akal sehat yg mana partai politik harusnya menyediakan wadah itu karena mereka punya power & resources yg memadai (semisal kanal-kanal media & ruang-ruang diskusi di kafe-kafe), tetapi hal ini bahkan terpikir sekalipun mungkin tidak pernah. Memang ada sih partai yg konsern nya menggaet anak muda dengan menggelar acara-acara yg berbau milenial, tetapi hal itu tidak cukup sebab kebanyakan dari partai politik yg menggelar hal ini adalah partai-partai politik yg baru tumbuh tunasnya & lagi belum pernah mengikuti pemilu yg jelas secara power & resources di lingkaran kekuasaan tidak sesignifikan partai-partai "tua" yg sudah malang melintang baik di lembaga eksekutif maupun legislatif. Kalau dibilang gak efektif mungkin gak juga. Lebih tepatnya mungkin kurang greget & kurang power aja. Seandainya hal ini di lakukan oleh mereka yg udah lebih dulu berdikari & besar, tentu saja akan melahirkan akibat yg luar biasa besar. Dan tentu saja, ruang-ruang publik anak-anak muda ini akan banyak di isi dengan kegiatan-kegiatan positif semisal diskursus yg memicu mereka supaya dapat berpikir secara rasional & logis & tentu saja, semakin sering kegiatan seperti ini dilakukan, semakin signifikan pula kontribusi anak-anak muda ini untuk bangsa & negara kedepan. Yang tentu saja, hal ini diawali terlebih dahulu dengan signifikansi minat mereka untuk tertarik & terlibat dalam membahas isu-isu politik.

Hari ini 03:46
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.