yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Frekuensi gejala praerupsi tersebut meningkat pesat dibanding waktu sebelumnya, yakni pukul 12.00-18.00 WIB. Pada rentang waktu itu, terjadi VA sebanyak 18 kali dan VB sebanyak 101 kali. "Potensi untuk erupsi semakin besar," ujar Kepala Pos Pantau Gunung Kelud Kediri, Khoirul Huda, kepada wartawan, Rabu (12/2/2014).
Suhu air yang mengalir ke kubah lava yang sebelumnya 56,7 derajat celcius merangkak naik menjadi 56,9 derajat celcius. Menurut Khoirul, pada perkembangan terbaru ini, Kelud juga mengeluarkan aliran flurida (LF). Sayangnya, dia enggan menjelaskan maksud dari gejala baru tersebut.
Selain itu, Kelud juga mengeluarkan tanda gempa hybrid, yakni kompilasi (campuran) gempa dangkal (VB) dengan frekuensi tinggi dan rendah. "Frekuensi VB-nya masih didominasi yang tinggi. Namun kami tetap tidak bisa memastikan waktu erupsi kapan akan terjadi, apakah cepat atau lambat. Wallahu A'lam," jelasnya.
Dominasi VB dengan frekuensi tinggi, tambahnya, akan memunculkan rekahan-rekahan. Sementara jika campuran gempa yang mendominasi, munculnya kubah lava seperti peristiwa tahun 2007 akan terulang kembali. "Gejala ini menunjukkan di Kelud telah terjadi suplai energi dari dalam yang meningkat besar," paparnya.
Khoirul menambahkan, pusat gempa dangkal (VB) berada pada jarak 700 meter hingga satu kilometer dari puncak gunung. Secara teori, seiring aktivitas energi yang semakin besar, pusat gempa mengalami pergerakan ke atas. Sementara pusat gempa dalam (VA) berada pada jarak dua sampai tiga kilometer dari puncak gunung.
Kendati demikian status Kelud masih siaga dengan zona larangan minimal sejauh lima km dari pusat erupsi. "Sekali lagi, kami hanya menerjemahkan bahasa gunung. Erupsi atau tidak Wallahu A'lam," pungkasnya.