• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Gempa Haiti Juga Sengsarakan Orang Mati

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. gubrax
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

gubrax

IndoForum Newbie B
No. Urut
91070
Sejak
5 Feb 2010
Pesan
238
Nilai reaksi
7
Poin
18
4071200p.jpg

LEOGANE, KOMPAS.com — Istilah rest in peace (RIP, beristirahat dalam damai) seolah tidak berlaku bagi penghuni pemakaman di Haiti. Seperti saudara-saudara mereka yang masih hidup, para almarhum dan almarhumah di Haiti berada dalam kondisi mengenaskan pascagempa berkekuatan 7 skala Richter, yang memorakporandakan negeri itu setahun silam.

Di Leogane, kota terdekat dari episentrum gempa, kompleks-kompleks pemakaman umum turut berantakan dan hampir tidak terurus sampai saat ini. Di seluruh pemakaman terlihat batu-batu nisan yang rusak atau bergeser dari posisinya, memperlihatkan liang lahat di bawahnya yang sebagian sudah kosong. Tulang-tulang tengkorak, patahan tulang rusuk manusia, dan pakaian pembungkus jenazah terlihat berserakan di sana-sini. Peti-peti mati tergeletak begitu saja di liang lahat yang terbuka, terkena hujan, panas matahari, angin, dan dunia yang seharusnya tidak pernah mereka lihat lagi.

Setahun setelah bencana yang menewaskan sekitar 230.000 orang itu melanda, hampir tidak terlihat tanda-tanda pembangunan kembali di Leogane. Warga yang selamat masih tinggal di tenda-tenda, polisi berjaga di pos darurat di atas reruntuhan kantor mereka dulu, dan warga terpaksa berdoa di lantai gereja.

”Saya tidak bahagia dan mereka yang sudah meninggal pun tidak bahagia. Saya berusaha membantu mereka yang sudah mendahului kita,” tutur Pierre Saint Louis (74), seorang warga yang sedang memperbaiki makam ayahnya. (AFP/DHF)
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.