Nemesis
IndoForum Activist E
- No. Urut
- 55724
- Sejak
- 26 Okt 2008
- Pesan
- 9.732
- Nilai reaksi
- 503
- Poin
- 113
Gempa dengan kekuatan 7,4 SR yang mengguncang kawasan Melonguane, Sulawesi Utara sebelumnya dikabarkan oleh Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) berpotensi tsunami. Namun, dari data yang dikumpulkan serta laporan dari masyarakat, gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami. Warning pun dicabut.
"Warningnya dibatalkan, karena tidak berpotensi tsunami. Dari data-data yang sudah dikumpulkan juga laporan masyarakat tidak ada tsunami," kata petugas BMG Tifar Triwandono saat dihubungi detikcom, Kamis (12/2/2009).
Gempa yang terjadi pada kedalaman 10 km ini juga dirasakan hingga ke Manado. Hingga kini, dikatakan dia, Satkorlak wilayah Sulut belum melaporkan adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Meskipun warning tsunami sudah dibatalkan, namun BMG tetap menghimbau agar masyarakat setempat untuk tetap waspada. Gempa susulan yang kemungkinan akan terus terjadi masih berpotensi mengguncang kawasan tersebut.
Meski BMG telah mencabut potensi tsunami gempa 7,4 SR yang mengguncang Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut), warga masih takut akan bahaya tsunami. Mereka pun mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Berdasarkan informasi dari Radio Republik Indonesia (RRI) Tahuna, Sulut, seperti dirilis Reuters, Kamis (12/2/2009), masyarakat setempat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi/ bukit. Mereka berduyun-duyun meninggalkan rumah mereka setelah diguncang gempa yang dirasa sangat kuat.
Juga sempat dikabarkan, air laut sempat surut akibat gempa tersebut. Inilah yang menjadi keyakinan warga untuk meninggalkan rumah mereka. Belum ada laporan korban jiwa serta kerusakan bangunan akibat gempa ini.
Sementara itu, gempa susulan masih saja terjadi.