Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Layaknya Tsunami, gelombang penyesalan sering datang pada hari terakhir dalam kehidupan. Menjelma sebagai rasa sakit yg tak kunjung hilang.
Banyak orang bilang, jangan ambil keputusan saat anda sedang emosi, biasanya ucapan yg dilontarkan adalah ucapan ego semata, bukan sesuatu yg benar-benar kau maknai artinya.
Dan benar saja, beberapa orang mengalaminya.
Layaknya Tsunami gelombang penyesalan sering hadir saat akhir hari. Setelah satu perbuatan sudah terlanjur di lakukan, sebuah ucapan sudah terlontar. Siapa sangka akan ada konsekuensi yg setiap orang tanggung sendirian.
"udah cukup, lo nggak akan mengerti! gue capek jalan sama lo! mending lo nggak usah pernah hadir di kehidupan gue".
Untuk beberapa orang ucapan itu adalah sebuah penyesalan yg tak dapat diampuni diri sendiri.
Maksudku begini.
Bagaimana dapat seseorang mengampuni dirinya sendiri apabila ucapan itu adalah ucapan terakhir yg seseorang katakan kepada pasangannya ataupun sahabatnya.
Pasangan/sahabat orang itu "meninggal dunia" akibat kecelakaan. Dan tepat di malam sebelum kejadiaan nahas itu, seseorang bertengkar dengan sahabat/pasangannya untuk sesuatu yg sebenarnya tak layak untuk diperdebatkan.
Ucapan itu sudah terlanjur terlontarkan dari mulut seseorang itu, & ternyata Tuhan. Mengkabulkan ucapan bodoh itu. Kini sahabat/pasangan seseorang itu tidak ada lagi di dunia ini. Dengan perasaan campur aduk seseorang itu harus menerima kenyataan itu.
Layaknya gelombang pasang surut, tak ada yg dapat orang itu lakukan selain menata serpihan penyesalan yg ia tanggung sendiri.
Hingga orang itu sadar.
"kelak akan ku jaga lisan ini, karena saya tak pernah tau kemungkinan di depanku. yg saya tau saya harap menjaga pasanganku & sahabat-sahabatku. Aku tak harap merasakan penyesalan yg sama".
***
Yaa seseorang pernah mengingatkan gue untuk mensyukuri setiap detik yg gue punya, kita tak tau di depan apakah waktu kita akan di habiskan oleh pasangan kita, bahkan sahabat-sahabat kita.
Maka selagi dapat jangan sia-siakan keberadaan mereka ya.. Hari ini 12:31
Banyak orang bilang, jangan ambil keputusan saat anda sedang emosi, biasanya ucapan yg dilontarkan adalah ucapan ego semata, bukan sesuatu yg benar-benar kau maknai artinya.
Dan benar saja, beberapa orang mengalaminya.
Layaknya Tsunami gelombang penyesalan sering hadir saat akhir hari. Setelah satu perbuatan sudah terlanjur di lakukan, sebuah ucapan sudah terlontar. Siapa sangka akan ada konsekuensi yg setiap orang tanggung sendirian.
"udah cukup, lo nggak akan mengerti! gue capek jalan sama lo! mending lo nggak usah pernah hadir di kehidupan gue".
Untuk beberapa orang ucapan itu adalah sebuah penyesalan yg tak dapat diampuni diri sendiri.
Maksudku begini.
Bagaimana dapat seseorang mengampuni dirinya sendiri apabila ucapan itu adalah ucapan terakhir yg seseorang katakan kepada pasangannya ataupun sahabatnya.
Pasangan/sahabat orang itu "meninggal dunia" akibat kecelakaan. Dan tepat di malam sebelum kejadiaan nahas itu, seseorang bertengkar dengan sahabat/pasangannya untuk sesuatu yg sebenarnya tak layak untuk diperdebatkan.
Ucapan itu sudah terlanjur terlontarkan dari mulut seseorang itu, & ternyata Tuhan. Mengkabulkan ucapan bodoh itu. Kini sahabat/pasangan seseorang itu tidak ada lagi di dunia ini. Dengan perasaan campur aduk seseorang itu harus menerima kenyataan itu.
Layaknya gelombang pasang surut, tak ada yg dapat orang itu lakukan selain menata serpihan penyesalan yg ia tanggung sendiri.
Hingga orang itu sadar.
"kelak akan ku jaga lisan ini, karena saya tak pernah tau kemungkinan di depanku. yg saya tau saya harap menjaga pasanganku & sahabat-sahabatku. Aku tak harap merasakan penyesalan yg sama".
***
Yaa seseorang pernah mengingatkan gue untuk mensyukuri setiap detik yg gue punya, kita tak tau di depan apakah waktu kita akan di habiskan oleh pasangan kita, bahkan sahabat-sahabat kita.
Maka selagi dapat jangan sia-siakan keberadaan mereka ya.. Hari ini 12:31