• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Gelar Ratu untuk Atut Digugat

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
MxQJX.jpg
Gelar Ratu yang disematkan kepada Atut Chosiyah kini dipersoalkan. Pasalnya, hingga keturunan ke-12 diketahui bahwa silsilah keluarga Atut tidak tercantum dalam garis keturunan Sultan Hasanudin.

Menurut penuturan Sultan Fathul Adhim, yang masih keturunan Sultan Maulana Hasanudin Banten, ayah Atut yaitu Hasan Sohib tidak memiliki gelar Tubagus. Artinya, Atut bukan keturunan dari Sultan Hasanudin.

"H. Hasan Sohib bukan Tubagus (TB). Bisa saya jelaskan di sini bahwa gelar Tubagus itu gelar keturunan. Setiap keturunan anak maupun cucu Sultan Hasanudin dari garis laki-laki menggunakan gelar Tubagus, kalau perempuan pakai Ratu. Nah, dari situ mungkin kita bisa memahami, siapa Atut yang dikenal ratu dari segala ratu," ujarnya, Selasa (24/12/2013).

Fathul menjelaskan, sejak tanah Banten dikuasai oleh Sultan Maulana Hasanudin, sebagai penerus Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal Sunan Gunung Jati dari Cirebon, gelar ratu hanya diberikan kepada perempuan keturunan langsung dari Sultan Banten.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun, ternyata gelar Ratu yang disandang oleh Atut diperoleh dari penghargaan Yayasan Kartini pada 21 April 1998 di Hotel Sultan Jakarta. Gelar ratu diberikan kepada Atut karena ia dianggap mengangkat harkat dan martabat perempuan serta aktif sebagai pejuang gender.

Namun, hal itu dibantah keras oleh salah satu tokoh Banten, H. Udin Safaruddin. Dia mengatakan keterangan Sultan Fathul Adhim tak bisa dibenarkan karena tidak memiliki landasan yang jelas.

"Soal pernyataan Sultan Fatul Adhim adalah pernyataan keliru, hanya ungkapan asal bunyi, mencari sensasi. Sultan Fathul Adhim adalah Sultan Banten itu saya jamin 100 persen palsu. Tudingan terhadap gelar ratu Atut palsu itu adalah asbun, hanya dendam pribadi," tutur H. Udin melalui pesan singkatnya.

Gelar ratu yang disandang Atut, lanjut Udin, adalah asli. "Maka saya sebagai tetangga kampung dengan ibu Ratu Atut, menjamin 100 persen kebenarannya sebagai ratu yang diperoleh dari Ratu Atut Chosiyah bin H. Tubagus Hasan Bin H. Tubagus Sochib Bin H. Tubagus Rayi," tegasnya.
 
lagian gak salah tuh pake ratu wekkek
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.