• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Gejolak Agama, Musuh Besar Sayap Kiri

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Spoiler for Demo mahasiswa 11 April:
Gejolak Agama, Musuh Besar Sayap Kiri




Amicus meus, inimicus inimici meiFrase latin kuno

Frase tersebut mungkin lebih sering kita dengar lewat peribahasa the enemy of my enemy is my friend yg artinya musuh dari musuhku adalah temanku. Contoh peribahasa tersebut dapat dilihat pada aspek kehidupan manusia dari masa ke masa. Terutama ketika menyangkut soal konflik.

Tengok saja saat Perang Dunia II saat pihak Aliansi memilih bekerja sama dengan Uni Sovyet demi melawan negara-negara Fasis Triple Entente. Aliansi Barat yg berlandaskan kapitalis mau bersama-sama dengan komunis Sovyet melawan Jerman & sekutunya.

Begitu pula ketika era perang dharap. dimana AS menolong Mujahidin yg bertolak belakang ideologinya dengan negara adidaya tersebut untuk menghalau pencaplokan Sovyet di Afghanistan demi mencegah penyebaran komunisme.

Dengan mengatakan lain, suatu pihak yg berbeda pandangan dapat bersatu demi tujuan menjatuhkan musuh bersama yg dinilai memiliki ancaman lebih besar.

Begitu pula yg terjadi di perpolitikan Indonesia kini. Ada musuh bersama yakni Blok Politik NU LBP yg menyebabkan Blok Politik Presiden (Aliansi Batu Tulis 2024) berjumpa dengan Blok Politik Oposisi supaya Aliansi Islam Bersatu tidak terbentuk & memanfaatkan permainan pikiran atau kesan Islamofobia pemerintah secara massif di Pemilu 2024 setelah sebelumnya mengharapkan pemilu 2024 ditunda atau perpanjangan masa jabatan presiden.

Pembentukan konstelasi aliansi yg tidak biasa tersebut sudah dipaparkan sebabnya lewat tulisan penulis sebelumnya yg berjudul Rivalitas 2 Poros 2024 : Sayap Kiri vs Sayap Kanan.

Dalam tulisan itu disebutkan bahwa wacana penundaan pemilu 2024 menciptakan rivalitas 2 poros politik raksasa. Yakni antara mereka yg mengharapkan Pemilu Tetap 2024 & yg harapkan amandemen UUD 1945 supaya dapat menunda pemilu atau Jokowi 3 periode.

Konstelasi rivalitas 2 poros politik raksasa tersebut akan mendorong rangkaian aksi massa relawan dukung Jokowi 3 periode & penundaan pemilu 2024, bertubrukan dengan rangkaian aksi massa mendukung pemilu tetap di 2024 yg sinyalnya sudah dilancarkan oleh Blok Politik Pendukung Pemilu 2024, Sayap Kiri, hingga Blok Mahasiswa.

Konstelasi rivalitas 2 poros politik raksasa tersebut akan menabrakkan antara Sayap Kiri (penolak pemilu ditunda) dengan Sayap Kanan (pendukung pemilu ditunda).

Aksi massa pendukung pemilu yg dilancarkan oleh Blok Mahasiswa pada 11 April 2022 lalu sudah jadi bukti dari tubrukan sayap kiri & kanan itu.

Sehari sebelumnya, Koordinator BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), Kaharuddin menegaskan BEM SI cuma akan fokus pada 6 tuntutan. Di mana, salah satunya BEM SI meminta Jokowi tegas dalam menyampaikan sikap terkait penolakan penundaan Pemilu 2024 serta perpanjangan masa jabatan presiden.

Sumber :Detik [BEM SI Tegaskan Tak Ada Tuntutan 'Turunkan Jokowi' di Demo 11 April]

Aksi mahasiswa 11 April 2022 yg menuntut supaya tidak ada penundaan pemilu 2024 ataupun Jokowi 3 periode terjadi secara massif di seluruh Indonesia. Aksi secara serentak tersebut menyedot perhatian media & publik sekaligus menunjukkan betapa besarnya potensi menjadikan aksi massa tahap II, yakni May Day (digeser ke 14 Mei) sebagai arena baru memperkuat posisi tawar sayap kiri yg harap Pemilu tetap di 2024.

Kesuksesan orkestrasi sayap kiri tersebut pun kian mengubur & mematikan momentum strategis Ramadhan untuk menciptakan pergolakan agama yg dibutuhkan Blok NU Politik, meski berbagai kasus yg akan mengesankan bahwa pemerintah anti Islam terus mereka panaskan.

Sumber :CNN Indonesia [Aksi Buruh May Day 2022 Digeser 14 Mei di GBK Senayan]

Tidak percaya demo mahasiswa jadi tanda-tanda kekalahan sayap kanan Blok NU Politik? Tengoklah usai terjadi beberapa kerusuhan kecil serta peristiwa pengeroyokan Ade Armando di demonstrasi 11 April. Tiba-tiba saja Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta, KH Taufik Damas mengusulkan fatwa haram demo di bulan puasa.

Taufik menilai psikologi massa pada saat demonstrasi rentan emosioanl & mendorong orang meluap-luapkan kemarahan. Emosi maupun luapan kemarahan pada saat demonstrasi itu menurutnya cuma buang-buang energi & pikiran. Itu sebabnya, sambung Taufik, pentingnya menfatwakan haram demonstrasi.

Anehnya, Taufik menggarisbawahi bahwa fatwa haram demonstrasi spesifik pada bulan Ramadhan.

Sumber :Makassar Terkini [NU Usul Fatwa Haram Demo di Bulan Puasa: Mudah Meluapkan Kemarahan!]

Atas dasar apa NU tiba-tiba harap fatwa haram dalam berdemonstrasi di bulan puasa? Memangnya demonstrasi di Indonesia selama ini tidak pernah dilakukan saat bulan puasa? Atau jangan-jangan gara-gara sayap kiri menguasai pentas nasional sehingga Blok NU Politik gagal jadikan Ramadhan sebagai pemantik gejolak agama?

Di sisi lain, dalam perpolitikan tingkat tinggi, juga terjadi Konfrontasi Blok Teuku Umar (PDIP) yg didukung Blok Hambalang (Gerindra) dalam menggempur Blok Slipi (Golkar) & Blok NU Politik.

Seperti pada 10 April 2022 lalu, budayawan Muhammad Ainun Nadjib (Cak Nun) yg memiliki hubungan erat dengan Prabowo Subianto, mengisi acara yg diselenggarakan oleh PDIP & dihadiri oleh sejumlah elite partai tersebut.

"Aku harap besok pagi, sebelum & sesudah 2024, kita akan mengalami revolusi besar-besaran dari dalam diri kita. Bukan revolusi untuk menjatuhkan presiden & penguasa, ndak. Revolusi yg akan dipimpin oleh presiden & para sesepuh lainnya. Mereka yg akan memimpin pencerahan baru, mereka yg akan memimpin kelahiran kembali bangsa Indonesia. Dan akan terjadi siklus itu. Saya tidak meramal, tetapi akan terjadi siklus itu," ujar Cak Nun.

Ceramah Cak Nun tersebut menunjukkan bahwa ia mengharapkan pemimpin selanjutnya adalah pemimpin yg baru. Sesuai dengan semangat sayap kiri yg harapkan Pemilu tetap di 2024, bukan? Dengan mengatakan lain, ada penguatan komitmen antara Gerindra & PDIP supaya pemilu tetap sesuai jadwal.

Sumber :Tempo [Di Acara PDIP, Cak Nun: Presiden Sekarang Sudah Bener, tetapi Belum Tepat]
Sumber :Warta Ekonomi [Prabowo Subianto Diteriaki Penculik, Cak Nun Pasang Badan Langsung Gebrak Meja]

Di lain tempat & waktu, PDIP fokus pada mengkritik keras Menko LBP. Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul menyetujui pernyataan Presiden Jokowi yg melarang menterinya berbicara penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan.

"Itu kan Presiden memperingatkan. Ya boleh-boleh saja, namanya Presiden. 'Tugasmu sebagai menteri. Sudahlah, nggak usah bicara itu'. Boleh dong. Menteri kan teknis. Apa iya pantes, misalnya saya bikin ekstrem, misalnya seorang menteri, Bu Sri Mulyani bicara kepemiluan. Kontras. Nggak masuk," mengatakan Bambang pada 7 April 2022 di Kompleks Parlemen Senayan.

Bambang lantas meminta para menteri Jokowi yg menyuarakan penundaan pemilu atau Jokowi 3 periode sadar posisi. Dia menyebut arahan Jokowi jadi peringatan. Bambang bahkan menyindir Luhut dengan sebutan prime minister.

"Tapi orang juga paham sekali betapa Pak Luhut sangat kuat. Power politiknya kuat. Misalnya, contoh Pak Presiden pernah statement disetop ekspor kan gitu. Dua hari berikutnya dibuka lagi Pak Luhut yg statement. Itu clear-lah. Orang politik juga paham. Bambang Pacul orang politik, paham. Gitu loh. Tentu kalau dia dari sini kita sama-sama paham. Kita memahami, kita mengerti, tetapi kita nggak dapat berbuat apa pun," ujar Bambang.

Sumber :Detik [Bambang Pacul Bicara Kuatnya Power Politik Menko Luhut]

Itulah mengapa Sekjen Persatuan Nasional Aktivis 98 (PENA 98) Adian Napitupulu merasa heran dengan adanya rencana beberapa mahasiswa yg bakal demo besar-besaran ke Istana Negara pada 11 April. Menurutnya isu akbar yg menyoal perpanjangan masa jabatan Presiden bukan berasal dari keharapan Jokowi. Melainkan, pernyataan beberapa Menteri & Ketum Parpol.

"Ada tiga Ketua Partai yg bicara perpanjangan masa jabatan Presiden, tetapi sekali lagi kenapa yg didemo Jokowi bukan tiga partai itu?" ujar Adian pada 8 April 2022.

Sumber :RMOL [Sikapi Kabar Demo Besar 11 April, Adian Napitupulu: Yang Bicara Penundaan Pemilu Bukan Jokowi Kenapa Didemo?]

Salah satu Aliansi Batu Tulis 2024, yakni PAN pun sepakat tak ada lagi usul penundaan pemilu, perpanjangan masa jabatan presiden, atau 3 periode.

"Artinya semua pihak menghormati pernyataan Pak Presiden itu & apalagi ditambah aspirasi mahasiswa hari ini. Saya kira sudah seiring sejalan antara pernyataan Pak Jokowi dengan rakyat," ujarnya pada 11 April 2022.

Sumber :Detik [PAN Sepakat Usul Penundaan Pemilu Disetop, Kini Fokus Persiapan 2024]

Sementara sejumlah tokoh yg terafiliasi dengan Blok Cikeas (Demokrat) seperti Faisal Basri & Rocky Gerung juga menyuarakan supaya Jokowi cuma dua periode.

Ekonom senior Faisal Basri menilai wacana perpanjangan jabatan tiga periode merupakan warisan terburuk bagi masa pemerintahan Presiden Jokowi. Apabila wacana tersebut terealisasi, maka warisan ekonomi yg dicapainya akan hilang.

"Nanti yg bagus-bagus dapat jadi jelek & akhirnya tidak menyisakan apa-apa, kecuali kerusakan lingkungan & hutang yg menumpuk. Kami sayang sama Pak Jokowi, cukup hingga 2024," jelas Faisal.

Sumber :Suara [Faisal Basri: Kami Sayang Pak Jokowi, Jadi Cukup Sampai 2024 Saja]

Sedangkan Rocky Gerung menilai pernyataan Presiden Jokowi yg meminta para menterinya untuk berhenti bicara soal wacana penundaan pemilu atau presiden tiga periode hanyalah lip service & untuk konsumsi diplomasi politik. Rocky mengaku skeptis dengan pernyataan Jokowi yg seolah-olah mendengarkan suara rakyat yg mengkritik wacana penundaan pemilu tersebut.

Kalau dengar (suara rakyat) betulan, kampanye kebulatan tekad (perpanjangan masa jabatan) pasti dia hentikan. Ini justru asisten & orang-orang di sekitarnya terus mengorganisir, cetus pria kelahiran Manado itu pada 7 April 2022.

Bahkan Rocky mencurigari Jokowi diam-diam mengamini agenda presiden tiga periode demi mempersiapkan megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rocky Gerung bahkan menuding beberapa tokoh intelektual dalam negeri sudah disewa untuk menyusun opini bahwa wacana presiden 3 periode adalah sesuatu yg masuk akal.

Sumber :Suara [Rocky Gerung Curiga Jokowi Diam-Diam Ingin 3 Periode Demi Nikmati IKN]

Wacana presiden 3 periode yg masuk akal inilah yg menjadikan LBP dapat & dengan berani melancarkan wacana perpanjangan masa jabatan presiden. Sehingga wajar saja kalau LBP tidak dicopot maka banyak rakyat tak akan percaya dengan pernyataan cukup 2 periode dari Presiden Jokowi.

Secara umum, kedua tokoh tersebut menyuarakan dukungan kepada Jokowi cuma 2 periode, meski mereka masih mencurigai Presiden dukung penambahan masa jabatannya selama masih ada penyuara presiden 3 periode di lingkar istana.

Konstelasi di atas semakin memperlihatkan adanya titik temu antara Aliansi Batu Tulis 2024 & Blok Cikeas dalam hal menolak penundaan Pemilu 2024, mendukung Jokowi 2 Periode, & mencopot Menko Marves.

Situasi terkini, semakin memperlihatkan bahwa Pertarungan Politik 2024 adalah tentang Rivalitas Aliansi Batu Tulis 2024 melawan Aliansi permen mata Hijau (NasDem) Cikeas (Demokrat), dimana fokus saat ini adalah mengandaskan aliansi Golkar - NU Politik.

Posisi sayap Kiri adalah alat Utama Aliansi Batu Tulis 2024 untuk memecah Blok Slipi (Golkar) & Blok NU Politik (PPP, PKB), supaya tidak membentuk Aliansi Islam Bersatu (Sayap Kanan). Aliansi yg dapat memanfaatkan permainan pikiran untuk memunculkan isu isu agama yg bila tidak ditindak atau tidak dipenuhi akan mengesankan pemerintahan Jokowi sebagai pemerintahan yg anti Islam.






Hari ini 07:31
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.