• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Gejala dan Penyebab Kurap

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Tipsehat
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Tipsehat

IndoForum Newbie D
No. Urut
287687
Sejak
20 Mar 2020
Pesan
91
Nilai reaksi
0
Poin
6
Kurap, dikenal pula dengan sebutan ringworm atau dermatophytosis, adalah infeksi jamur pada kulit. Kondisi ini dikenal dengan sebutan ringworm karena lesi yang ditimbulkan menyerupai cacing (worm) dan dalam bentuk cincin (ring). Kurap biasanya digunakan untuk mendeskripsikan tinea corporis yang ada pada tubuh, meskipun terkadang juga digunakan untuk mendeskripsikan infeksi tinea di daerah lain, seperti tinea cruris (di selangkangan). Infeksi kurap dapat memengaruhi baik manusia dan hewan. Infeksi ini biasanya muncul dalam bentuk bercak merah pada daerah yang terinfeksi yang kemudian akan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kurap juga dapat menyerang kulit kepala, kaki, kuku, selangkangan, dan bagian tubuh lainnya.

Gejala kurap bervariasi tergantung di mana kondisi ini menyerang. Pada kasus infeksi kulit, Anda bisa menderita bercak gatal, merah, dan bersisik yang disebut sebagai plak pada kulit; bercak tersebut juga dapat menyebabkan lepuhan atau pustula; bercak yang tampak terlihat merah pada bagian luar sisi yang menyerupai cincin; dan bercak dengan setiap tepi tampak timbul. Jika Anda menderita dermatophytosis pada kuku, bercak dapat berubah warna atau tampak lebih tebal, atau bahkan akan mulai pecah. Kondisi ini dikenal dengan sebutan dermatophytic onychomycocis, atau tinea unguium. Jika kulit kepala Anda terinfeksi, rambut di sekitarnya adapat patah atau rontok, dan bercak kebotakan dapat timbul. Istilah medis untuk mengenal kondisi yang mengganggu ini adalah tinea capitis.

Tiga jenis jamur yang berbeda dapat menyebabkan kurap, yaitu Trichophyton, Epidermophyton, dan juga Miscrosporum. Sangat mungkin jamur tersebut untuk hidup dalam waktu yang lama sebagai spora di tanah. Manusia dan hewan dapat menderita kurap setelah melakukan kontak langsung dengan tanah tersebut. Infeksi juga dapat menyebar lewat kontak langsung dengan hewan atau manusia yang terinfeksi. Infeksi ini biasa menyebar pada anak-anak dan lewat berbagi penggunaan benda-benda yang telah terpapar jamur. Dokter akan menyebut kurap dengan istilah berbeda tergantung pada di daerah mana kurap ini memengaruhi tubuh.

  • Kurap di kulit kepala (tinea capitis) sering berawal sebagai sisik terisolasi di kulit kepala yang akan berkembang menjadi bercak kebotakan bersisik dan terasa gatal. Kondisi ini lebih sering dijumpai menyerang anak-anak
  • Kurap di tubuh (tinea corporis) sering muncul sebagai bercak dengan karakteristik bentuk cincin yang bulat
  • Jock itch atau dikenal dengan istilah tinea cruris adalah infeksi kurap pada kulit di sekitar daerah selangkangan, paha bagian dalam, dan pantat. Kondisi ini lebih sering dijumpai terjadi pada pria dan remaja
  • Tinea pedis atau athlete’s foot merupakan infeksi kurap yang terjadi di kaki. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang-orang yang tidak memakai alas kaki di daerah-daerah di mana penularan dapat menyebar dengan cepat, seperti di kamar mandi, kolam renang, dan ruang locker.
Dokter akan melakukan diagnosis kurap dengan cara memeriksa kulit menggunakan cahaya hitam untuk melihat kulit di daerah yang terinfeksi. Tergantung jenis jamur yang menyebabkannya, terkadang jamur akan berpendar di bawah cahaya hitam. Dokter dapat mengonfirmasi diagnosis yang dicurigai dengan melakukan beberapa tes. Jika Anda mendapatkan biopsy kulit atau kultur jamur, dokter akan mengambil sampel kulit atau cairan yang keluar dari lepuhan dan mengirimnya ke laboratorium untuk menguji keberadaan jamur. Jika Anda mendapatkan pemeriksaan KH, dokter akan menggaruk bagian kecil kulit yang terinfeksi dan meneteskan cairan bernama potassium hydroxide atau KOH di atasnya. KOH akan mengurai sel-sel kulit yang normal, membuat elemen jamur menjadi lebih mudah terlihat di bawah mikroskop.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.