• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Gedung DPRD Makassar jadi “Ring Tinju”

al_hudzaifah

IndoForum Junior A
No. Urut
18915
Sejak
16 Jul 2007
Pesan
3.389
Nilai reaksi
60
Poin
48
Gedung DPRD Makassar jadi “Ring Tinju”




Kamis, 25 Oktober 2007

Anggota dewan sering diasumsikan sebagai jabatan yang mulia. Tapi anggota dewan di Makassar ini justru tidak. Mereka justru saling adu jotos di Gedung DPRD

Hidayatullah.com--Gedung DPRD Kota Makassar, Rabu (24/10), dibikin geger oleh aksi memalukan tiga anggota dewan. Rapat panitia anggaran yang semula berjalan lancar diakhiri dengan adu jotos dan lempar batu yang melibatkan tiga anggota DPRD. Seorang buruh bangunan cedera terkena lemparan batu seorang wakil rakyat.
Mereka yang terlibat perkelahian itu adalah Abdul Malik Hamid dan Martono Leppo dari fraksi Partai Demokrat (FPD) dan Yusuf Gunco anggota Fraksi Partai Golkar (FPG).
Ini merupakan lanjutan kisruh lama, yaitu polemik antaranggota FPD tentang rencana penggantian antarwaktu (PAW) Malik.
Kejadian bermula sesaat setelah rapat usai. Malik, yang bukan anggota panitia anggaran, masuk ruang rapat dan memperlihatkan salinan putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar kepada Ketua DPRD Makassar, Ince Adnan Mahmud.
Surat itu berisi penundaan pemeriksaan kasus Malik di PTUN. Karena itu, Malik meminta penundaan PAW dirinya.
Merasa penasaran, Martono maju untuk melihatnya. Ia lalu meminta surat itu dari Hamid untuk difotokopi. Dalam polemik PAW ini, Martono memang berseteru dengan Hamid.
Saat Martono hendak mengambil salinan putusan itu dari tangan Hamid, tiba-tiba Yusuf Gunco berteriak bahwa Martono tidak berhak mengambil salinan itu.
Menurut Yusuf, surat itu hanya bisa dilihat oleh Martono di pengadilan. Bukannya yang ada di tangan Hamid.
"Tidak bisa. Kau harus lewat pengadilan kalau mau melihat," kata Yusuf seraya mengamankan salinan putusan itu ke tangannya.
Tidak terima, Martono menarik kertas itu dari tangan Yusuf. Terjadi tarik-menarik hingga akhirnya kertas itu sobek menjadi dua bagian.
Setelah itu, keduanya langsung meninggalkan ruang rapat dan bermaksud menuju ruang komisi masing-masing.
Sambil melangkah keluar, Martono yang marah mengeluarkan kata-kata pedas. "Ternyata selama ini yang melindungi PAW Malik kau (Yusuf)," teriak Martono.
Mendengar itu, karuan saja Yusuf berang. Ia mendatangi Martono dan menanyakan apa maksudnya mengeluarkan kata-kata itu.
Belum sempat Martono menjawab, Malik yang sedari tadi berada di belakang Martono melayangkan tinju. Pukulannya mendarat di pipi kiri Martono.
Dari arah depan, Yusuf juga menyerang. Menyaksikan keributan itu, puluhan anggota DPRD melerai dan memagari Martono.
Ketiga orang itu terlihat sudah sangat marah dan terus berusaha saling melayangkan tinju. Anggota FPG Burhanuddin Odja juga nyaris ikut kena bogem.
Lempar Batu
Perkelahian tidak berhenti meski telah dilerai anggota DPRD yang lain. Malik membawa sebongkah batu bata.
Untuk membela diri, Martono pun ikut mengambil batu bata di belakang ruang rapat. Terjadilah saling lempar batu bata.
Seorang buruh bangunan, Yuna, yang sedang bekerja merenovasi geduang DPRD terkena lemparan batu itu.
Ia berada di antara Malik dan Martono dan semula tidak menyadari sedang terjadi keributan. Beruntung batu itu hanya mengenai bahu kirinya.
"Saya takut sekali waktu mereka saling melempar batu. Apalagi saya ada di antara mereka yang sedang berkelahi. Untung bukan kepala tapi bahu meski demikian akibat lemparan ini bahu saya terasa nyeri," tuturnya. Bahu kirinya terlihat agak melebam.
Perkelahian itu disaksikan beberapa pejabat pemerintah kota yang ikut dalam rapat panitia anggaran.
Buruh bangunan yang sedang sibuk terpaksa berhenti menyaksikan wakil rakyat ini saling lempar batu. Beberapa pejabat terlihat menggeleng-gelengkan kepala.
Saling Tuding
Usai kejadian itu, Martono dan Yusuf Gunco mengeluarkan pernyataan. Menurut Martono, penyebab keributan itu adalah Malik yang tiba-tiba nyleonong masuk ruang rapat. Sementara menurut Yusuf, seharusnya Martono tidak memaksa untuk mengambil putusan itu.
"Ini pelanggaran. Kami sedang bahas soal anggaran, kenapa tiba-tiba soal PAW juga dibahas. Saya heran kenapa Yugo (panggilan Yusuf Gunco) ngotot membela Malik. Sudah sangat jelas sekarang siapa yang ada dibalik penundaan PAW ini," tuduhnya dengan nada yang gemetar.
Yusuf, di tempat terpisah, mengatakan, hal itu tidak akan terjadi jika saja Martono mengerti masalah hukum.
"Saat saya peringatkan dia tidak terima. Malah saya dikait-kaitkan. Katanya saya melindungi PAW Malik. Saya marah karena tidak menerima tuduhan itu," katanya.
Ketua DPRD Makassar, Adnan Mahmud, mengaku terkejut dengan peristiwa itu. Namun, kepada wartawan, ia segera menetralisasir. Menurutnya, kejadian ini hanya bentuk kesalahpahaman antara Martono dan Yusuf. Ia meminta keduanya segera meredam amarah. [tti/www.hidayatullah.com]
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.