• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Gaya Hedon, tetapi Dompet Kosong! Apa Penyebabnya?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Gaya Hedon, tetapi Dompet Kosong! Apa Penyebabnya?

Picture : Pixabay

Bergaya boleh saja asal jangan ngutang sana sini demi memenuhi kebutuhan gengsi. Istilahnya gaya hedon, tetapi sayang ternyata dompet kosong melompong.

Lihat hijau kuning dunia tidak akan pernah ada habisnya. Tinggal kita saja sanggup tidak memilah antara memenuhi kebutuhan pokok atau cuma untuk gaya semata.

Masih lekat dalam ingatanku, beberapa tahun yg lalu. Saat masih suka nongkrong sana sini. Bergaul dengan siapa saja tanpa berpikir pergaulan itu membawa akibat baik atau sebaliknya.

Ada beberapa teman yg gayanya bolehlah, tampilan dapat dibilang oke. Pakaian bermerek, serta sering terlihat berduit. Kalau masalah makan jangan ditanya lagi, sekali jajan dapat untuk biaya hidupku selama seminggu.

Tapi, ternyata eh ternyata itu cuma luarnya saja. Kalau udah menjelang pertengahan bulan udah sibuk pinjam sana sini. Katanya sih untuk kebutuhan mendesak, inilah itulah. Dan hal tersebut berlangsung selama bertahun tahun.

Itu cuma ruang lingkup pertemanan saja. Lain lagi di lingkungan sekitar, dapat ruang lingkup keluarga, dapat juga ruang lingkup para tetangga. Apa ada yg ngalamin kayak yg kualami?

Coba deh perhatiin orang-orang sekitar kalian! Terkadang mereka yg sering terlihat belanja sana sini, berfoya-foya malah sering ngutang sama yg hidupnya sederhana.

Istilah tutup lobang gali lobang sudah tidak asing lagi dalam hidup mereka. Kadang ada juga yg ngeselin, mereka yg berhutang eh malah orang-orang sekitar mereka yg jadi korban.

Dipinjemin sekali lancar, kedua kali lancar. Ketiga kali mulai deh ngeluarin taring. Lebih galak yg berhutang daripada yg memberi hutang.

Itu kenapa sih, ada manusia seperti itu? Kalau misalkan memang tidak sanggup kenapa harus terlihat mampu? Kalau memang tidak dapat, kenapa harus terlihat wah?

Ini memang udah jadi kebiasaan masyarakat umumnya atau cuma beberapa saja, ya? Yuk, mari kita diskusi di sini. Sharing untuk berbagi pengalaman, supaya jangan hingga ikut-ikutan. Boleh tinggalkan komentar ya, Gan Sis

Sumber : Opini Pribadi Hari ini 18:57
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.