Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Foto: worldofbuzz.com
Aplikasi Muslim Pro merupakan aplikasi yg sedang trend dinegara Arab Saudi & negara penganut agama muslim akbar lainnya.
Keunggulan aplikasi ini adalah mengingatkan pengguna untuk berdoa & memberikan ayat bacaan dari Al-Qur'an, & yg buat tercengang adalah aplikasi ini sudah memiliki lebih dari 98 juta pengguna, & masuk jadi salah satu aplikasi favorit.
Sementara itu aplikasi yg menyediakan layanin bernuansa Islami, ternyata memiliki tujuan tertentu juga dimana aplikasi ini dapat memantau letak penggunanya & juga mencuri data secara diam-diam & menjual data tersebut keorang yg tidak bertanggung jawab. Dan menurut laporan dari Vice Motherboard data tersebut juga dijual kepada militer AS, aplikasi ini sungguh merusak kepercayaan orang.
Foto: thecognate.com
Muslim Pro merupakan salah satu dari ratusan aplikasi smartphone yg menghasilkan uang dengan menjual data letak pengguna ke pihak ketiga. Jadi sebaiknya hati-hati mengpakai aplikasi karena tujuan utama mereka adalah finansial.
Hal ini langsung memicu Kemarahan para pengguna setelah tau data & letak mereka disalah pakai. Sebuah laporan baru mengungkapkan bagaimana lembaga pemerintah mengumpulkan informasi seksama tentang pergerakan perseorangan dari data broker, termasuk warga AS kalau bukan dari hasil beli data.
Sementara beberapa pakar teknologi informasi menyerukan perlunya mengikuti langkah-langkah
Ketika menginstal aplikasi di smartphone, jangan asal ok & setuju baca dengan baik & satu lagi jangan sembarangan memberikan aplikasi untuk mengakses kontak, security, file & poto atau kamera.
Foto: therakyatpost.com
Aplikasi MuslimPro menjual data letak pengguna ke perantara yg disebut XMOD, & kemudian XMOD tersebut menjual data ini ke pihak militer AS kemudian menyerahkannya ke Departemen Pertahanan AS. Berikut pengakuan X-Mode ketika mengatakan kepada "Vice Motherboard" bahwa pekerjaannya membeli data pelanggan dari beberapa aplikasi & menjual kembali oada pihak militer AS.
X-Mode juga menjelaskan kalau data tersebut tidak bakalan disalahpakai oleh pihak militer AS, data tersebut bertujuan cuma untuk memonitoring pergerakan terorisme saja.
Menurut catatan pengadaan publik, Komando Operasi Khusus AS menghabiskan $ 90.656 atau setara 1,28 miliar rupiah pada bulan April saja untuk mengakses data letak yg disediakan oleh browser Babylon, yg mengekstrak data dari aplikasi smartphone, dikutip dari businessinsider.in (17/11).
Foto: theislamicinformation.com
Juru bicara Komando Operasi Khusus AS, mengatakan kepada Business Insider bahwa semua data tersebut dibeli dari Babel Street bukan aplikasi Muslim Pro, tujuannya cuma untuk mendukung persiapan untuk misi punggawa operasi spesifik luar negeri.
Jadi bagaimana pendapat Agan & Sista tentang inj, apakah kita harus percaya dengan aplikasi lainnya setelah kejadian ini. Kalau saya sih tetap pakai selagi bermanfaat, sekedar berbagi bukan pamer, kalau saya sih mengpakai dua smartphone yg satu untuk nge-Kaskus, browsing, nonton streaming & untuk aplikasi yg rentan curi data & satu lagi spesifik sosmed & apk keuangan.
Referensi:
How the U.S. Military Buys Location Data from Ordinary Apps Hari ini 21:05