Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dalam acara ROSI Kompas TV 27-9-2018, Jend (Purn) Gatot Nurmantyo mengatakan ada 3 indikasi tentang bangkitnya PKI, yaitu:
1. Siapa kekuatan dibalik penghapusan kewajiban untuk nonton film G30S/PKI kalau bukan PKI?
2. Siapa kekuatan dibalik penghapusan mata pelajaran sejarah tentang PKI kalau bukan PKI?
3. Siapa pihak yg harap merubah TAP MPRS tentang pelarangan PKI kalau bukan PKI?
Pernyataan Gatot ini langsung dijawab oleh Usman Hamid bahwa
logika Gatot ini melompat lompat, sulit dicerna oleh akal sehat.
1. Yang menghapus kewajiban untuk nonton film G30S/PKI itu Letjen. (Purn) Yunus Yosfiah, menteri penerangan di era Presiden Habibie, apakah dia PKI? Jelas bukan, Yunus Yosfiah yg juga penasehat di Timses Prabowo itu Letnan Jenderal TNI AD senior Gatot.
2. Yang menghapus mata pelajaran sejarah tentang PKI itu Yuwono Sudarsono menteri pendidikan juga di era Presiden Habibie, apakah dia PKI? Jelas bukan, dia itu profesor & akademisi profesional.
3. Yang mengusulkan penghapusan TAP MPRS itu Gus Dur saat jadi presiden. Apakah Gus Dur itu PKI? Jelas bukan, Gus Dur itu ulama & anak seorang ulama pemimpin NU yg ikut memerangi PKI. Gus Dur tidak mau TAP MPRS itu dipakai untuk mendiskriminasi orang yg tidak bersalah.
Dari fakta ini kita paham bahwa isu bangkitnya PKI itu cuma gorengan politik berdasarkan anggapan yg tanpa dasar fakta sama sekali dari seorang Jenderal, mantan Panglima TNI yg ambisius untuk jadi presiden.
Sebagai mantan Panglima TNI yg memiliki intelijen, semestinya dia dapat memaparkan data intelijen & menunjuk hidung siapa-siapa yg mau membangkitkan PKI, bukan cuma anggapan yg tujuannya cuma untuk propaganda politik.
Terlihat sangat jelas Gatot cuma harap menggoreng isu PKI untuk mengerjakan manuver politik kotor, membangun stigma bahwa ada pihak yg sedang membangkitkan kembali PKI di pentas politik kekuasaan Indonesia.
Jika isu yg ia mainkan mendapatkan reaksi gelombang dukungan, maka ia akan mendapatkan pentas untuk jadi pemimpin walau tanpa memegang kendali partai apapun.
Gatot harap memutar ulang tragedi 1965 yg memakan korban jutaan jiwa anak bangsa. Kita menolak faham komunisme tetapi juga menolak kriminalisasi kepada orang yg tidak bersalah yg dituduh PKI.
Gatot yg didukung oleh Donald Trump ini, harap memerankan Soeharto baru yg berhasil menggulingkan Bung Karno untuk duduk jadi presiden dengan dukungan strategi & gerakan CIA yg memainkan skenario PKI.
Hati-hati dengan orang yg terlalu berambisi untuk jadi pemimpin, sebab orang yg terlalu berambisi itu kecerdasannya akan mengecil, akal sehatnya berkurang & hati nuraninya tertutupi oleh ambisinya tersebut.
PKI itu kejam Jenderal, tetapi jangan lupakan sejarah, new Khilafah juga kejam. PKI, DI/TII & PRRI, mereka sama-sama harap mencerabut Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Semua itu harus kita ganyang!!
Hari ini 01:01