Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pernah dengar yg namanya Gatot? Makanan khas Gunungkidul ini makin sulit ditemukan. Tidak mengherankan sebenarnya, mengingat perkembangan jajanan sekarang begitu pesat. Banyak makanan tradisional Indonesia sekarang yg naik kelas dengan memadukan cita rasa lokal dengan internasional, atau dengan merubah metode penyajiannya jadi lebih estetik. Dengan persaingan yg lebih ketat, makanan tradisional yg sulit dimodifikasi semakin tersingkir.
Gatot sendiri adalah makanan tradisional yg terbuat dari singkong kering yg difermentasi secara alami dengan terkena air hujan & panas hingga berubah warna jadi hitam. Warna hitam ini bukan berarti singkong jadi rusak, melainkan karena ditumbuhi jamur Acremonium charticola. Menurut beberapa sumber di internet, gatot muncul karena daerah Gunungkidul yg tandus menyebabkan bahan pangan terbatas. Sehingga masyarakat mencari cara supaya dapat menyimpan hasil panen mereka, salah satunya singkong, dengan lebih lama.
Walaupun gatot berasal dari Gunungkidul, Yogyakarta, saya mengkonsumsi makanan tradisional ini sejak kecil di Jawa Timur. Sayangnya, saya semakin jarang menemukan penjual gatot di pasar.
Dari segi rasa, gatot punya rasa yg hambar dengan rasa akhir sedikit pahit, aroma singkong yg khas, & memiliki tekstur kenyal yg bikin ketagihan. Karena rasanya yg hambar itulah, gatot umumnya disajikan dengan parutan kelapa yg dicampur dengan gula & sedikit garam untuk memberikan rasa manis & gurih.
Buat yg penasaran dengan rasa gatot, saya pernah menemukan jajanan ini dijual di Pasar Kotagede Yogyakarta untuk versi matangnya. Sedangkan untuk versi keringnya, beberapa toko menjual gatot sebagai oleh-oleh.
Gatot sendiri adalah makanan tradisional yg terbuat dari singkong kering yg difermentasi secara alami dengan terkena air hujan & panas hingga berubah warna jadi hitam. Warna hitam ini bukan berarti singkong jadi rusak, melainkan karena ditumbuhi jamur Acremonium charticola. Menurut beberapa sumber di internet, gatot muncul karena daerah Gunungkidul yg tandus menyebabkan bahan pangan terbatas. Sehingga masyarakat mencari cara supaya dapat menyimpan hasil panen mereka, salah satunya singkong, dengan lebih lama.
Walaupun gatot berasal dari Gunungkidul, Yogyakarta, saya mengkonsumsi makanan tradisional ini sejak kecil di Jawa Timur. Sayangnya, saya semakin jarang menemukan penjual gatot di pasar.
Dari segi rasa, gatot punya rasa yg hambar dengan rasa akhir sedikit pahit, aroma singkong yg khas, & memiliki tekstur kenyal yg bikin ketagihan. Karena rasanya yg hambar itulah, gatot umumnya disajikan dengan parutan kelapa yg dicampur dengan gula & sedikit garam untuk memberikan rasa manis & gurih.
Buat yg penasaran dengan rasa gatot, saya pernah menemukan jajanan ini dijual di Pasar Kotagede Yogyakarta untuk versi matangnya. Sedangkan untuk versi keringnya, beberapa toko menjual gatot sebagai oleh-oleh.
Sumber gambar: https://cookpad.com/id/resep/1414117