• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Gas Metana Lepas, Kondisi Bumi Darurat

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Bumi dalam keadaan darurat karena pelepasan gas metana dari lapisan es abadi (permafrost) di kawasan kutub yang terus mencair. Efisiensi gas metana dalam menahan radiasi panas Matahari 25 kali lebih kuat dari gas karbondioksida.
daYZ.jpg
Keduanya merupakan gas rumah kaca (GRK) penyebab pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim. Ada enam jenis GRK yang diidentifikasi para ahli sebagai penyebab pemanasan global. Keenamnya dihasilkan dari aktivitas manusia membakar bahan bakar fosil, dari sampah, serta dari mencairnya lapisan es.

”Penurunan luas lapisan es, antara tahun 1979 dan 2012 sebesar 13 persen per dekade, lebih cepat dari penyusutan enam persen per tahun antara tahun 1979 dan 2000,” ujar ahli kelautan Wieslaw Maslowski dari US Naval Postgraduate School.

Angka tersebut lebih buruk dari perkiraan para ahli sebelumnya. Namun, menurut ahli iklim dari Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) James Hansen, ”Ada kesenjangan antara apa yang diketahui para ahli dan publik. Kita dalam kondisi darurat Bumi.”

”Jika tren ini berjalan terus, pada akhir dekade ini kita tidak punya laut es lagi,” tambah Maslowski.

Terjebaknya panas Matahari akan memperburuk kondisi perubahan iklim karena suhu atmosfer dan permukaan Bumi berubah.

Emisi gas metana akibat mencairnya permafrost akan mengakibatkan kenaikan suhu permukaan laut. Akibatnya, akan semakin banyak GRK yang lepas karena semakin banyak es mencair.

Menurut ahli lingkungan dari Earth Institute Universitas Columbia, Peter Schlosser, dampak mencairnya es di pucuk kutub sulit dipastikan. Namun, ”Arktik merespons lingkungan dengan cepat dan lebih parah dampaknya dari wilayah lain di bumi ini.”

Dia mengungkapkan, dengan mencairnya es di Arktik, peran aktivitas manusia terhadap perubahan global semakin nyata.

”Di masa depan akan lebih besar lagi dampaknya,” katanya. Jalur laut di utara yang terbuka diincar untuk menjadi jalur pelayaran, sementara aktivitas pengeboran minyak di kawasan tersebut diprediksi akan meningkat. Kedua aktivitas tersebut akan memperparah kondisi Arktik.
 
wah kalau kayak gini caranya bmi bisa jadi apa ta gan
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.