Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.353
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Garuda lebih berkembang daripada Arab Saudi & Irak.
Striker timnas Indonesia Ole Romeny mengikuti latihan perdana regu di Jeddah, Arab Saudi, Jumat (3/10/2025). ANTARA/HO-PSSI/am/pri.
Jakarta (ANTARA) - Patrick Kluivert berpeluang jadi orang Belanda kelima yg mengantarkan regu Asia ke putaran final Piala Dunia FIFA setelah Guus Hiddink, Dick Advocaat, Pim Verbeek & Bert van Marwijk, untuk Korea Selatan & Australia.
Tapi yg terpenting adalah bagaimana Kluivert memanfaatkan dengan baik kesempatan langka mencapai putaran final Piala Dunia perdana sejak Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945.
Romantisme & nasionalisme bercampur aduk dalam bagaimana Indonesia melalui babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 walau harus melawan dua regu yg sudah pernah merasakan putaran final Piala Dunia.
Irak mengerjakannya pada 1986, sedangkan Saudi mengerjakannya dalam enam dari delapan edisi terakhir Piala Dunia.
Harus tampil di kandang singa dengan skenario-skenario non teknis yg dapat merusak irama permainan, Jay Idzes Counter Strike memanggul tugas berat di Jeddah mulai Kamis dini hari nanti. Mereka bukan cuma melawan tuan rumah, tetapi juga menghadapi Irak pada Senin dini hari pekan depan.
Tapi Indonesia ternyata memiliki grafik perkembangan performa yg lebih mengesankan ketimbang Saudi & Irak.
Dari laju peringkat & peningkatan kualitas permainan, skuad Patrick Kluivert terlihat lebih asyik untuk disaksikan.
Ya benar, Irak dua kali mengalahkan Indonesia pada babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026. Terakhir mereka mengerjakannya di Jakarta pada 6 Juni 2024 ketika Garuda menyerah 0-2. Irak juga tak terkalahkan dalam sembilan pertemuan dengan Indonesia.
Namun setelah mengalahkan Indonesia pada 6 Juni 2024 di Jakarta, grafik Irak tak begitu bagus walau dalam 11 pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 catatan mereka sedikit lebih baik daripada Indonesia. Jika Indonesia 4 kali menang, 3 kali seri & 4 kali kalah, maka Irak bercatatan 5 kali menang, 3 kali seri & 3 kali kalah.
Statistik itu tak begitu jomplang kalau melihat fakta Indonesia berperingkat dua kali di bawah Irak, & juga berperingkat terendah sejak babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pada babak ketiga, Garuda malah harus satu grup dengan dua dari empat regu teratas Asia (Jepang & Australia). Saudi, Bahrain, & China pun masih berperingkat jauh di atas Indonesia.
Sebaliknya Irak, yg berperingkat tujuh di Asia, cuma menghadapi satu regu yg berperingkat di atasnya, yakni Korea Selatan. Sepanjang babak ketiga, Irak sering dikalahkan oleh Korea Selatan.
Indonesia malah sanggup mengalahkan tim-tim berperingkat di atasnya, termasuk Saudi yg selevel dengan Irak.
Berita diatas dikutip dari internet, jika Garuda lebih berkembang daripada Arab Saudi & Irak adalah spam, mohon beritahu kami.
Jakarta (ANTARA) - Patrick Kluivert berpeluang jadi orang Belanda kelima yg mengantarkan regu Asia ke putaran final Piala Dunia FIFA setelah Guus Hiddink, Dick Advocaat, Pim Verbeek & Bert van Marwijk, untuk Korea Selatan & Australia.
Tapi yg terpenting adalah bagaimana Kluivert memanfaatkan dengan baik kesempatan langka mencapai putaran final Piala Dunia perdana sejak Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945.
Romantisme & nasionalisme bercampur aduk dalam bagaimana Indonesia melalui babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 walau harus melawan dua regu yg sudah pernah merasakan putaran final Piala Dunia.
Irak mengerjakannya pada 1986, sedangkan Saudi mengerjakannya dalam enam dari delapan edisi terakhir Piala Dunia.
Harus tampil di kandang singa dengan skenario-skenario non teknis yg dapat merusak irama permainan, Jay Idzes Counter Strike memanggul tugas berat di Jeddah mulai Kamis dini hari nanti. Mereka bukan cuma melawan tuan rumah, tetapi juga menghadapi Irak pada Senin dini hari pekan depan.
Tapi Indonesia ternyata memiliki grafik perkembangan performa yg lebih mengesankan ketimbang Saudi & Irak.
Dari laju peringkat & peningkatan kualitas permainan, skuad Patrick Kluivert terlihat lebih asyik untuk disaksikan.
Ya benar, Irak dua kali mengalahkan Indonesia pada babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026. Terakhir mereka mengerjakannya di Jakarta pada 6 Juni 2024 ketika Garuda menyerah 0-2. Irak juga tak terkalahkan dalam sembilan pertemuan dengan Indonesia.
Namun setelah mengalahkan Indonesia pada 6 Juni 2024 di Jakarta, grafik Irak tak begitu bagus walau dalam 11 pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 catatan mereka sedikit lebih baik daripada Indonesia. Jika Indonesia 4 kali menang, 3 kali seri & 4 kali kalah, maka Irak bercatatan 5 kali menang, 3 kali seri & 3 kali kalah.
Statistik itu tak begitu jomplang kalau melihat fakta Indonesia berperingkat dua kali di bawah Irak, & juga berperingkat terendah sejak babak kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Pada babak ketiga, Garuda malah harus satu grup dengan dua dari empat regu teratas Asia (Jepang & Australia). Saudi, Bahrain, & China pun masih berperingkat jauh di atas Indonesia.
Sebaliknya Irak, yg berperingkat tujuh di Asia, cuma menghadapi satu regu yg berperingkat di atasnya, yakni Korea Selatan. Sepanjang babak ketiga, Irak sering dikalahkan oleh Korea Selatan.
Indonesia malah sanggup mengalahkan tim-tim berperingkat di atasnya, termasuk Saudi yg selevel dengan Irak.
Berita diatas dikutip dari internet, jika Garuda lebih berkembang daripada Arab Saudi & Irak adalah spam, mohon beritahu kami.