L999
IndoForum Junior E
- No. Urut
- 44983
- Sejak
- 31 Mei 2008
- Pesan
- 1.587
- Nilai reaksi
- 38
- Poin
- 48
NEW YORK-Seorang guru di Amerika Serikat kini bisa bernapas lega. Karena dia kini terbebas dari semua tuntutan yang menuduhnya sengaja menyebarkan foto porno pada saat mengajar di kelas tujuh.
Peristiwa ini bermula dari 19 Oktober 2004 silam. Saat itu, Julie Amero yang menjadi guru bantu di Kelly Middle School Norwich tengah mengajar kelas tujuh. Tanpa diduga, saat sedang menerangkan materi, komputer yang dia gunakan muncul foto-foto porno tanpa bisa terkendali.
Tak pelak, setelah kejadian tersebut, Amero diberhentikan dari pekerjaannya. Tidak sampai disitu saja, Amero dituntut oleh pengadilan AS dengan tuduhan lalai sehingga mempertontokan materi cabul kepada anak didiknya.
Sejak itu, kehidupannya langsung berubah. Dia mengalami depresi berat yang membuat dirinya mengalami serangan jantung. Sebenarnya, Amero sempat menampik tuduhan itu, sebab pada saat kejadian dirinya sedang hamil empat bulan, dan kemampuan komputernya masih rendah.
Pembelaan yang diajukan Amero ditolak oleh pengadilan, jaksa malah balik menuding Amero tidak langsung mematikan komputernya sehingga konten porno itu masih bisa dilihat oleh seisi kelas.
Seperti yang diberitakan Telegraph, Minggu (30/11/2008), setelah sekian lama keberuntungan akhirnya menghampiri� Amero, sebuah tim investagasi IT asal Florida bersedia membantunya. Dipimpin oleh Alex Eckelberry, kelompok itu meneliti kasus yang menimpa perempuan berusia 41 tahun tersebut.
Hasilnya, tim ini mengungkapkan bahwa kesalahan berada pada pihak IT sekolah. Sebab, virus komputer sedang bersarang di komputer, oleh virus itu dengan sengaja membuka foto porno sendiri tanpa Amero bisa kendalikan.
Saat ini, Amero bisa terbebas dari segala tuduhan, dia hanya diharuskan membayar denda USD100, namun izin mengajarnya masih dicabut. (
Peristiwa ini bermula dari 19 Oktober 2004 silam. Saat itu, Julie Amero yang menjadi guru bantu di Kelly Middle School Norwich tengah mengajar kelas tujuh. Tanpa diduga, saat sedang menerangkan materi, komputer yang dia gunakan muncul foto-foto porno tanpa bisa terkendali.
Tak pelak, setelah kejadian tersebut, Amero diberhentikan dari pekerjaannya. Tidak sampai disitu saja, Amero dituntut oleh pengadilan AS dengan tuduhan lalai sehingga mempertontokan materi cabul kepada anak didiknya.
Sejak itu, kehidupannya langsung berubah. Dia mengalami depresi berat yang membuat dirinya mengalami serangan jantung. Sebenarnya, Amero sempat menampik tuduhan itu, sebab pada saat kejadian dirinya sedang hamil empat bulan, dan kemampuan komputernya masih rendah.
Pembelaan yang diajukan Amero ditolak oleh pengadilan, jaksa malah balik menuding Amero tidak langsung mematikan komputernya sehingga konten porno itu masih bisa dilihat oleh seisi kelas.
Seperti yang diberitakan Telegraph, Minggu (30/11/2008), setelah sekian lama keberuntungan akhirnya menghampiri� Amero, sebuah tim investagasi IT asal Florida bersedia membantunya. Dipimpin oleh Alex Eckelberry, kelompok itu meneliti kasus yang menimpa perempuan berusia 41 tahun tersebut.
Hasilnya, tim ini mengungkapkan bahwa kesalahan berada pada pihak IT sekolah. Sebab, virus komputer sedang bersarang di komputer, oleh virus itu dengan sengaja membuka foto porno sendiri tanpa Amero bisa kendalikan.
Saat ini, Amero bisa terbebas dari segala tuduhan, dia hanya diharuskan membayar denda USD100, namun izin mengajarnya masih dicabut. (