Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
WELLINGTON, JUMAT — Polisi Selandia Baru dengan mudah menangkap Vipul Sharma (22) dan mengajukannya ke pengadilan atas tuduhan penculikan dan dua tuduhan perkosaan.
Media Selandia Baru edisi Rabu (5/11) melaporkan, Sharma digiring ke kantor polisi oleh seorang perempuan yang menjadi korban pelecehan Sharma. Sharma bertemu dengan perempuan yang tidak dirinci namanya itu di sebuah bar di Auckland pada 2006. Dia menawarkan untuk mengantar perempuan itu yang ternyata bukannya dibawa ke rumahnya, tetapi ke sebuah taman kota. Sharma lantas menyerang perempuan itu.
Sharma kemudian meminta perempuan tersebut mengemudikan mobil pulang, sementara Sharma duduk di sampingnya yang kemudian lelap tertidur.
Si perempuan lantas dengan mudah mengarahkan mobil ke kantor polisi di Auckland. Polisi yang mendengarkan pengakuan perempuan tersebut dengan segera menahan Sharma. ”Dia (perempuan itu) sungguh berani dan tenang. Saya sangat salut kepadanya,” ujar detektif polisi Simon Welsh yang menangani kasus ini kepada media setempat.
Pengadilan Auckland kini mulai mengadili kasus Sharma atas tuduhan penculikan dan dua kasus perkosaan.