Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Membicarakan Arab Saudi, tak lepas dari Inggris yg mempunyai sosok pemuda yg mempelajari sejarah serta agama di perguruan tinggi di Universitas Oxford di Inggris. Sosok itu bernama Thomas Edward (T.E.) Lawrence.
Ia lulus dengan tesis The Influence of the Crusades on European Military Architecture to the End of the 12th Century, disini ia tertarik dengan perang salib antara dua agama dengan kekuatan akbar di masanya yaitu Kristen & Islam. Bahkan ia juga menguasai banyak bahasa asing, diantaranya bahasa Prancis, Jerman, Latin, Yunani, Arab, Turki, Suriah,dan lainnya.
Maka ia mempelajari berbagai ilmu termasuk agama untuk menunjang karirnya dimasa depan, maka di umurnya yg masih muda sekitar 22 tahun ia sudah berada di wilayah timur tengah tepatnya di Beirut Ibukota Libanon.
Karirnya dimulai dari seorang peneliti arkeologi, dimana mencari benda-benda bersejarah di timur tengah untuk kepentingan British Museum. Hingga pecahlah perang dunia perdana tahun 1914, hal ini menyeretnya lebih dalam lagi ke pusaran politik dirinya diminta oleh militer Inggris supaya mengerjakan observasi di Gurun Negev (Najib).
Sedangkan Timur Tengah dimasa itu dikuasai Turki Ottoman, & Gurun Negev jadi jalur utama dari Ottoman bila harap mengerjakan penyerangan.
Sedangkan di tanah Arab sendiri, masih dihuni klan-klan yg sering berperang satu dengan lainnya. Entah memang hobi, atau sebegitu jahilnyakah mereka karena apalagi yg dapat di perbuat ditanah yg tandus kecuali berperang. Sebenarnya hal ini wajar saja, karena suku-suku di Indonesia sendiri pada awalnya juga suka berperang. Entah tujuan dari perang itu apa, yg jelas sepertinya bagian dari hobi terlebih sifatnya masih kerajaan yg harap memperbesar wilayah kekuasaannya.
Di tanah Arab sendiri ada 2 klan akbar dimana Bani Hasyim yg merupakan klan Nabi Muhammad, mereka menguasai Makkah & Madinah (atau Hejaz). Sedangkan Klan Saud atau disebut Bani Saud berkuasa di Najd.
Kerajaan-kerajaan Arab ini dimasa Ottoman berkuasa mereka sudah tak merasa nyaman termasuk gubernur Makkah, Sharif Hussein klan dari bani Hasyim. Terlebih ketika Ottoman mulai mengerjakan perubahan lebih modern, ini memberikan sentimen negatif kepada bawahan mereka di tanah Arab.
Maka dimulailah perlawanan Arab di tahun 1915, dimana Sharif Hussein mengirimkan anaknya Faisal untuk menggalang kekuatan melawan pemerintah Turki Ottoman dibawah organisasi Jamiyah Arabiyah Fatat.
Inggris melihat peluang tersebut pun mempersiapkan strategi dengan mengutus Lawrence berjumpa Sharif Hussein, mereka siap menolong baik danang perang & perlengkapan militer & menjanjikan beberapa akbar wilayah Arab dikuasai oleh Sharif. Sebuah janji manis yg tak dapat ditolak, terlebih mengerjakan perlawanan tanpa militer yg kuat akan sia-sia.
Lalu Inggris juga mengajak Abdul Aziz Ibnu Saud, dari klan bani Saud namun ditolak karena makar adalah tindakan keji. Ia pun menyarankan kepada Sharif Hussein supaya bersikap netral, dengan bangsa kolonial eropa. Namun Hussein menolaknya, ia tetap harap melancarkan aksinya.
Ottoman melihat kekuatan Ibnu Saud, dikirimlah ulama terkenal dimasanya Mahmud Syukri al-Alusi dengan membawa 10.000 lira emas supaya tidak menganggu jalur haji & perdagangan Ottoman, bani Saud pun menerimanya.
Lalu Inggris juga mendekati Ibnu Saud supaya wilayah Iraq, Qatar, Kuwait, tidak dikuasai bani Saud dengan memberikan senjata & uang 60.000 pound setahun, terjadilah perjanjian DarinInggris dimana mengakui kedaulatan Ibnu Saud.
Disini Inggris juga bekerjasama dengan Perancis, dimana pada tahun 1916 ada Perjanjian Sikes Piccot, yaitu tanah Arab akan mereka bagi dua. Disini Inggris akan menguasai wilayah Irak, Yordania, Haifa (Israel), & sekitarnya, sedangkan Prancis akan menguasai Suriah & Libanon. Lalu wilayah Palestina akan berada dalam kontrol bersama (Gordon Martel). Lalu bagaimana dengan Sharif Hussein? Mereka kena tipu Inggris yg cuma memanfaatkan kekuatan dari tanah arab.
Bahkan pihak Inggris juga mendapat dukungan dari zionis yg berhasil merayu Amerika Serikat untuk menolong Sekutu melawan kubu Jerman di Perang Dunia I. Karena AS awalnya memang tak ada kepentingan ikut Perang Dunia I, maka Inggris pun mengerjakan perjanjian Balfour dimana nantinya bila Ottoman dikalahkan wilayah Palestina akan diberikan kepada Yahudi internasional untuk mendirikan negara zionis.
Disinilah peran Lawrence sangat krusial, ia berusaha untuk masuk ke dalam kehidupan orang Arab & mendekati Faisal. Ia membaur dengan mempelajari Islam, berpakaian ala Arab, terlibat juga dalam berbagai majelis. Karena ilmunya yg luar biasa, Lawrence pun dipercaya sebagai penasihat militer kepercayaan Faisal.
Hasilnya dari 1916-1918, dengan dukungan persenjataan Inggris & strategi dari Lawrence maka punggawa Hejaz mendapatkan banyak kemenangan, bahkan hingga berhasil merebut Damaskus dari penguasaan Turki. Perang ini dinamakan Revolusi Arab tanpa ada peran keterlibatan Ibnu Saud.
Maka 27 September 1918, punggawa Turki pun mundur mengakui kekalahan di jazirah Arab. Lawrence sendiri pulang kembali ke negerinya,
Ottoman pun akhirnya kalah pada Peeang Dunia 1, disini karena adanya pemberontakan oleh pihak nasionalis Turki maka Khilafah Turki Ustamani pun dibubarkan pada tanggal 3 Maret 1924.
Kemenangan Inggris atas Ottoman ini membawa wilayah Palestina akhirnya dikuasai oleh mereka, & pembagian negara-negara di Timur Tengah sesuai perjanjian Sikes-Piccot tahun 1916 pun dijalankan.
Berkat iming-iming Inggris Sharif Hussein ia mengangkat dirinya sebagai raja Arab, walau secara de facto ia tidak mempunyai kekuasaan itu. Karena Inggris, Perancis & Italia cuma mengakuinya sebagai Raja Tanah Hejaz.
Sharif Hussein tetap pada pendirianny ia tetap sebagai raja Arab & meminta bani Saud tunduk, mereka pun menolak hingga pecah perang antara Saudi & Sharief Hussein di Al-Khurman, di Timur Mekah. Kemudian Sharif juga melarang jamaah haji dari Nejd, tentu saja bani Saud pun berang.
Bani Saud pun dibela oleh Inggris maka kemenanganpun diraih oleh bani Saud, singkat cerita kekuasaan bani Saud semakin meluas. Dalam prosesnya suku-suku yg bertikai akhirnya diberikan naungan oleh bani Saud hingga pada 23 September 1932, negara tersebut akhirnya dinamai KerajaanArab Saudi.
Lantas kemana jejak bani hasyim kini berada?
Raja Hussein, Al-Hussein bin Ali (Sharif Mekkah/Raja Hijaz) yg akhirnya terpinggirkan namun anak-anaknya sukses jadi raja Suriah & Irak yg diambil alih oleh Faisal, putra kedua Al Hussein. Sedangkan Abdullah putra lainnya dari Al Hussein mengambil alih tahta Transyordan.
Itu sedikit cerita yg dapat dirangkum, namun sejarah ditulis oleh pemenang ada juga tulisan yg menyudutkan bani saud atau yg menyudutkan bani hasyim. Namun kerurunan bani Hasyim saat ini ada di Yordan.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, semoga bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2021
referensi : klik, klik, klik, klik
Pic : google