• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ganjar Serahkan Masalah DIS ke MK

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
LaK1.jpg
Gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo menyerahkan sepenuhnya tuntutan pengembalian Surakarta menjadi Daerah Istimewa kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Saat ini sidang gugatan yang diajukan oleh pihak Keraton Surakarta tengah dalam tahap mendengarkan keterangan saksi ahli.

"Ya kita tunggu saja hasilnya dari Mahkamah Konstitusi," ujar Ganjar, usai acara silaturahim dengan Gubernur Jateng Bibit Waluyo dan gubernur terpilih Ganjar Paranowo di lantai V Gedung B Provinsi Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Rabu 21 Agustus.

Menurut Ganjar, saat dirinya menjabat Ketua Komisi II DPR RI juga belum pernah menerima pengajuan surat agar Surakarta menjadi provinsi sendiri. Pasalnya hal itu membutuhkan proses yang cukup panjang.

"Saya dulu di Komisi II enggak pernah mendapatkan usulan itu. Kalau ada harus melalui proses dan itu ada peraturan pemerintahnya," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sri Puryono. Menurutnya untuk mengembalikan status Surakarta menjadi Daerah Istimewa perlu ada kajian-kajian hukum, serta tinjauan sejarah.

"Memang harus ada kajian hukum, dan tinjauan mengenai sejarahnya. Prosesnya tidak bisa ditentukan, bisa cepat atau lama," ungkapnya.

Dia menambahkan, Pemprov Jateng pernah meminta Wali Kota Solo untuk melakukan mediasi terhadap dua pihak yang bertikai di Keraton Solo. Namun demikian pemerintah mengembalikan keputusan akhirnya kepada kedua pihak.

"Kita enggak kurang-kurang minta Wali Kota Solo waktu itu Jokowi (Joko Widodo) untuk melakukan mediasi. Tapi itu masalah keluarga, jadi kita serahkan saja kepada mereka," ujarnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.