Azazil
IndoForum Newbie E
- No. Urut
- 114893
- Sejak
- 22 Jan 2011
- Pesan
- 46
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 8
SEORANG bocah bernama Robert Nay terkenal sejak ia menciptakan game online Bubble Ball. Tak tanggung-tanggung, mainannya itu diunduh lebih dari satu juta orang di dunia.
Nay yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama atau kelas 8 Sekolah Spanyol Fork, Utah, Amerika Serikat itu menciptakan permainan dengan serangkaian teka teki. Permainan itu menggiring pemain memandu bola melalui kursus yang mereka manuipulasi.
Nay mengaku ia menggunakan program Corona dari Ansca Mobile untuk mengembangkan inovasinya itu. Semula, penggemar buku fiksi ilmiah itu sempat mencoba pemrograman standar Objective-C rool. Si kutu buku itu juga pernah menjajal alat lain yaitu Gamesalad. Namun, Nay tak menyukai hasil dari dua program itu. Nay pun kembali ke Corona dan menulis 4.000 baris kide pemrograman untuk karya ciptanya itu.
Dendan keberhasilannya itu, Nay pun dilirik sejumlah perusahaan, satu di antaranya iPhone. Tak hanya itu, keberhasilan Nay pun menginspirasi anak-anak sekolah untuk lebih dekat dengan teknologi.
Google yang melihat peluang itu pun meluncurkan alat pengembang aplikasi untuk siswa SMP dan SMA, yang disebut App Inventor. Aplikasi itu pun dapat digunakan siapa saja tanpa harus memiliki pengetahuan tentang bahasa kode HTML.
iPhone meluncurkan Bubble Ball pada 29 Desember 2010. Selama pekan pertama, satu juta pengguna mengunduh permainan tersebut. Bubble Ball pun menjadi hit dalam aplikasi permainan di iPhone mengalahkan pendahulunya, Angry Birds.
Wah, tampaknya pencipta jejaring sosial Facebook Mark Zuckerberg akan mendapat saingan. Ia bukan satu-satunya pria muda yang berhasil di dunia teknologi dan kaya di usia yang belia.(MI/***)