Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Photo by Nicola Barts
Setelah sebelumnya berbincang tentang UMR & lingkaran setannya. Kali ini kita akan berbincang tentang Gaji UMR Harus Ngapain?. Untuk mengimbangi serangan"Hirisnyi kimi birsyikir misih bisi kirji!!!" & Bisinyi kritik diing, kisih silisi ding!!!. Padahal kalo dikasih solusi paling juga gak dilaksanaken, Xixixi.
Jadi, langsung saja sebelum semakin ricuh.
Sebelum bahas harus ngapain, lebih baik kita breakdown & cari akar dari masalah abadi ini.
Pertama, siapa sih yg tiap tahun nuntut UMR naik? buruh/karyawan. Masih terlalu luas. Seorang manajer juga dapat disebut karyawan. Jadi, buruh/karyawan di level mana? atas, tengah, bawah? bawah.
Kedua, kenapa karyawan di level bawah digaji rendah? Ya karena itu adalah gaji yg sesuai dengan skill & kontribusi mereka kepada perusahaan. Tentu gak adil kalau seorang manajer digaji sama dengan office boy, karena setiap keputusan yg dibuat 2 orang di posisi tersebut punya pengaruh berbeda bagi perusahaan. Juga skill set yg dimiliki berbeda. Note: Saya gak bermaksud menghina/merendahkan office boy, cuma sebagai ilustrasi saja.
Jadi, masalah sebenarnya adalah, kita digaji rendah karena gak punya skill yg dhuar!!!. Lalu, apa solusinya? Salah satu solusinya adalah kita harus pandai menjilat atasan supaya jabatan & gaji dapat naik, eh, maksudnya kita harus mempelajari skill baru/tingkatkan skill yg dimiliki.
Kabar baiknya, kita hidup sezaman dengan sebuah mesin pencari bernama Google. Juga sebuah platform berbagi video bernama YouTube. Disana bertebaran ilmu yg siapa saja dapat mempelajarinya. Bermodal koneksi internet, kita dapat belajar jadi pemain rugby, seorang raja, atau astronaut, atau sebuah bola yg dimainkan raja luar angkasa.
Medium
Tentu gak semua skill dapat dipelajari lewat Google & YouTube. Kalian tentu gak dapat jadi dokter spesialis jantung cuma bermodal Google & YouTube. Namun, skill lain seperti digital marketing, programming, desain, dapat dengan mudah kalian temukan. Mau yg lebih nendang? Cari kelas berbayar.
Kalo kalian ngeles susah, ya memang susah. Kalo gampang ya semua orang udah ngambil jalan ini & gak ada yg demo. Kita harus menyisihkan waktu, tenaga, uang, & harus konsisten. Emang kalian kira perjalanan Biksu Tong ngambil kitab suci ke barat mulus-mulus aja?
Emang, gak ada kepastian setelah kita punya skill baru, atau skill kita pro, gaji kita otomatis naik. Karena yg pasti di hidup ini hanyalah mati, & ketidakpastian. Tapi seenggaknya, setelah kita punya skill, kita jadi punya daya tawar lebih dari sebelumnya. Modal kita sudah bertambah kalo pengin cari pekerjaan baru.
Kalo kalian gak mau belajar skill baru, atau mengasah skill yg ada, ya jangan minta gaji tinggi. Sebelum minta gaji tinggi, kalian harus menilai diri sendiri dulu.Dengan skill yg dimiliki, udah layak atau belum dapat gaji tinggi. Kalo emang udah layak, tetapi gaji gak berubah, berarti waktunya angkat kaki. Karena gak dapat dimungkiri, sering ada perusahaan yg gak dapat menghargai karyawannya.
Ingat! Di dunia yg menjunjung tinggi kapitalisme ini, cuma PT Mencari Cinta Sejati lah yg dapat menghargai & menciptakan semua karyawannya hidup sejahtera. Intinya, selama kita masih bekerja dengan orang lain, jangan berharap terlalu tinggi. Tekan asa kalian serendah mungkin. Hidup ini emang gak adil, jadi biasakanlah.
KEEP READ AND SOUND
Baca Juga Thread Lainnya DISINI
Hari ini 13:07