facebookeb
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 210735
- Sejak
- 9 Jan 2013
- Pesan
- 7.471
- Nilai reaksi
- 96
- Poin
- 48
Gaji yang kecil bisa mempengaruhi kesehatan karena berisiko mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi). Dan dari hipertensi bisa berkembang menjadi penyakit jantung dan stroke. Namun, pekerja yang bergaji rendah bisa menghindari hipertensi dengan 3 cara ini.
Dalam penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Public Health diungkapkan, peneliti memeriksa kesehatan 5.000 orang berusia 25-65 tahun dengan mengumpulkan informasi selama dua tahun dari 1999-2005. Para responden itu tak memiliki hipertensi saat dimulainya penelitian.
Hasilnya, pekerja dengan upah terendah lebih cenderung mengalami hipertensi dibandingkan pekerja yang upahnya tertinggi. Korelasi yang sangat kuat ditemukan di antara wanita dan orang-orang yang berusia 25-44 tahun.
Pada penelitian sebelumnya mengaitkan tekanan darah dengan status sosial ekonomi, tetapi tidak secara khusus menghubungkannya dengan upah.
Penulis utama studi J. Paul Leigh, seorang profesor ekonomi kesehatan di University of California, Davis mengatakan hubungannya dengan upah kkemungkinan tekanan sosial.
"Beberapa orang akan mengukur nilai sosial mereka didasarkan pada upah mereka," katanya.
TodayHealth, Kamis (21/2/2013), melaporkan, seberapa rendah pendapatan yang dimaksud? Para peneliti mulai melihat adanya hipertensi pada responden berpenghasilan kurang dari US $17 per jam. Ini disesuaikan dengan inflasi sekitar US $23 per jam atau US$ 47 ribu per tahun.
Dengan perekonomian yang seperti ini, mungkin banyak pekerja yang harus menerima gaji kecil, tapi Anda tak harus mengalami hipertensi.
Ini ada tiga cara untuk menjaga tekanan darah Anda:
1. Tidur seperti bayi
Pada penelitian tahun 2009 di journal Archives of Internal Medicine menemukan kalau orang yang tidur kurang dari 7 atau 8 jam atau kurang tidur lebih mungkin mengalami darah tinggi. Risiko ini meningkat 37 persen untuk setiap jam kekurangan tidur.
2. Mendengarkan musik klasik
Dalam penelitian yang dipresentasikan di Pertemuan Tahunan Society of Hypertension pada 2012, peneliti Italia menemukan, mendengarkan musik Mozart selama 30 menit sehari bisa menurunkan tekanan darah (Mendengarkan Queen malah meningkatkan tekanan darah).
Dan sebuah penelitian pada 2011 dari peneliti Osaka University di Jepang menemukan ketika partisipan mendengarkan musik favorit selama satu jam setiap minggu, bisa menurunkan tekanan darah 6 mmHg dalam 3 bulan.
3. Makan pisang
Pisang mengandung sekitar 422 miligram kalium, yang menurut American Heart Association, bisa mengontrol tekanan darah karena kemampuannya mengurangi efek natrium, yang menjadi biang kerok tekanan darah tinggi.
Makanan lainnya yang kaya kalium meliputi kentang (751 miligram) dan alpukat (975 mg). American Heart Association merekomendasikan mengkonsumsi 4.700 miligram kalium per hari.