• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Gaji ke-13 Sebabkan Defisit Anggaran

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Pembayaran gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) dan pensiun memicu defisit anggaran pemerintah pada pertengahan tahun ini. Hingga 21 Juni, belanja negara mencapai Rp629,4 triliun. Sementara itu, realisasi pendapatan negara baru mencapai Rp593,3 triliun.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Agus Suprijanto, menjelaskan, angka belanja negara itu sudah termasuk transfer ke daerah yang dibayarkan pemerintah untuk membayar gaji PNS, termasuk gaji ke-13.

"Anggaran negara melampaui pendapatan negara," ujar Agus di gedung DPR Jakarta, Selasa 3 Juli 2012.

Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan, hingga akhir Juni 2012, realisasi defisit anggaran pemerintah telah mencapai Rp60 triliun. Menurut dia, realisasi belanja modal pemerintah sudah mulai berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

"Belanja negara juga demikian, dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Bahkan, pada Juni ini, pertama kali kita bisa mencatat sudah defisit," ujarnya.

Tingginya defisit anggaran, Agus melanjutkan, karena adanya stimulus yang harus dikeluarkan pemerintah untuk pembangunan. Selain itu, pada 2012, belanja kementerian dan lembaga dipantau cukup ketat.

Seperti diketahui, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2012, pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar 2,23 persen atau sebesar Rp199,1 triliun.
6yA0v.jpg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.