Handyplast
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 10814
- Sejak
- 29 Jan 2007
- Pesan
- 608
- Nilai reaksi
- 219
- Poin
- 43
Gadis 4 Tahun Tingginya Hanya 66 Cm
Gadis cilik bernama Cannedy Bromery asal Kanada sudah hampir berusia 4 tahun, sudah bisa berjalan, bicara, makan, namun, tingginya hanya 66 cm, beratnya 4.5 kg, tampilan secara fisik seperti bayi usia 3 bulan.
Menurut sang ibu Berry Any (26), sejak lahir Cannedy sudah mengidap suatu penyakit orang kerdil primitif yang langka, ketika lahir beratnya hanya 1.1 kg. Bery Any dan suaminya Carter (29) tinggal di sebuah kota terpencil sebelah selatan Kanada, dokter setempat menerangkan kepada mereka bahwa Canedy tidak mungkin dapat bertahan hidup.
Hanya bisa hidup 40 tahun
Delapan bulan setelah kelahiran Canedy, Berry Any yang berusaha minta bantuan dokter di mana-mana baru tahu kalau Canedy mengidap penyakit orang kerdil primitif dari keterangan seorang dokter Toronto. Menurut penuturan Carter: “Sebelum dokter terkait memberi tahu kami bahwa itu adalah suatu sindrom gen, kami sekeluarga hidup dalam keresahan, kami tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan keadaan putri kami.”
Saat ini di dunia hanya terdapat 100 penderita yang mengidap penyakit serupa orang kerdil. Usia Canedy paling tinggi juga tidak akan lebih dari 40 tahun, dan meskipun Canedy tumbuh dewasa, namun tinggi tubuhnya juga tidak akan lebih dari 91 cm, masih lebih pendek dari seorang gadis normal usia 4 tahun. Ahli gen dokter Tray Kanna menuturkan : “Ibu dan ayah keduanya pasti membawa gen cacad ini, gen ini dapat “tidur” selama bertahun-tahun, bahkan lewat beberapa generasi baru akan menampakkan efeknya.”
Julukan “nona jempol”
Saat ini, Canedy masih tidur di atas sebuah ranjang bayi, ia juga harus duduk di tempat duduk khusus bayi saat naik mobil, orang tuanya memberi julukan “nona jempol” padanya, nona jempol adalah tokoh utama dalam cerita dongeng, ukurannya hanya sebesar jempol wanita.
Selain fisiknya yang seukuran saku, Canedy juga tidak ada bedanya dengan gadis usia 4 tahun lainnya. Ketika berusia 12 bulan, Canedy mengucapkan kalimat pertama yang sederhana “anjing kecil”, dan sudah bisa berjalan pada langkah pertama saat menginjak usia 2,5 tahun, orang tuanya sedang mempertimbangkan menunggu Canedy agak besar kemudian baru mendaftarkan dirinya ke sekolah.
Berry Any dan suaminya kembali melahirkan lagi seorang anak¾Bocah laki-laki Dilan yang kini berusia 18 bulan. Bery Any menuturkan: “Cukup lama kami mempertimbangkan sebelum melahirkan Dilan, rasio Dilan mengidap penyakit yang sama cukup kecil. Meskipun sekarang usianya baru 18 bulan, namun, perawakannya sudah dua kali lipat dari kakaknya. Meskipun demikian, Berry Any dan suaminya tetap merasa cemas dengan masa depan Canedy.
Gadis cilik bernama Cannedy Bromery asal Kanada sudah hampir berusia 4 tahun, sudah bisa berjalan, bicara, makan, namun, tingginya hanya 66 cm, beratnya 4.5 kg, tampilan secara fisik seperti bayi usia 3 bulan.
Menurut sang ibu Berry Any (26), sejak lahir Cannedy sudah mengidap suatu penyakit orang kerdil primitif yang langka, ketika lahir beratnya hanya 1.1 kg. Bery Any dan suaminya Carter (29) tinggal di sebuah kota terpencil sebelah selatan Kanada, dokter setempat menerangkan kepada mereka bahwa Canedy tidak mungkin dapat bertahan hidup.
Hanya bisa hidup 40 tahun
Delapan bulan setelah kelahiran Canedy, Berry Any yang berusaha minta bantuan dokter di mana-mana baru tahu kalau Canedy mengidap penyakit orang kerdil primitif dari keterangan seorang dokter Toronto. Menurut penuturan Carter: “Sebelum dokter terkait memberi tahu kami bahwa itu adalah suatu sindrom gen, kami sekeluarga hidup dalam keresahan, kami tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan keadaan putri kami.”
Saat ini di dunia hanya terdapat 100 penderita yang mengidap penyakit serupa orang kerdil. Usia Canedy paling tinggi juga tidak akan lebih dari 40 tahun, dan meskipun Canedy tumbuh dewasa, namun tinggi tubuhnya juga tidak akan lebih dari 91 cm, masih lebih pendek dari seorang gadis normal usia 4 tahun. Ahli gen dokter Tray Kanna menuturkan : “Ibu dan ayah keduanya pasti membawa gen cacad ini, gen ini dapat “tidur” selama bertahun-tahun, bahkan lewat beberapa generasi baru akan menampakkan efeknya.”
Julukan “nona jempol”
Saat ini, Canedy masih tidur di atas sebuah ranjang bayi, ia juga harus duduk di tempat duduk khusus bayi saat naik mobil, orang tuanya memberi julukan “nona jempol” padanya, nona jempol adalah tokoh utama dalam cerita dongeng, ukurannya hanya sebesar jempol wanita.
Selain fisiknya yang seukuran saku, Canedy juga tidak ada bedanya dengan gadis usia 4 tahun lainnya. Ketika berusia 12 bulan, Canedy mengucapkan kalimat pertama yang sederhana “anjing kecil”, dan sudah bisa berjalan pada langkah pertama saat menginjak usia 2,5 tahun, orang tuanya sedang mempertimbangkan menunggu Canedy agak besar kemudian baru mendaftarkan dirinya ke sekolah.
Berry Any dan suaminya kembali melahirkan lagi seorang anak¾Bocah laki-laki Dilan yang kini berusia 18 bulan. Bery Any menuturkan: “Cukup lama kami mempertimbangkan sebelum melahirkan Dilan, rasio Dilan mengidap penyakit yang sama cukup kecil. Meskipun sekarang usianya baru 18 bulan, namun, perawakannya sudah dua kali lipat dari kakaknya. Meskipun demikian, Berry Any dan suaminya tetap merasa cemas dengan masa depan Canedy.
