Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Gacha bermula dari mesin undian mainan yg disebut Gasshapon. Mesin ini mengeluarkan suara imut yg mengatakan gacha. Kini, gacha tidak asing bagi para penekun game ponsel.
Sebagian orang tidak menyukai gacha karena seperti membeli kucing dalam karung. Tidak tahu dapat apa nanti.
Mari kita bahas gacha tempo dulu...
Spoiler for Tarik benang:
Undian ini tampak sederhana tetapi menarik perhatian. Disediakan oleh penjual mainan di dekat sekolah dasar. Ada sekumpulan mainan yg digantung dengan benang layang-layang, & kumpulan benang itu diikat seperti sapu lidi.
Orang yg ikut bermain cuma perlu menarik salah satu ujung benang yg ada di atas. Biasanya sekali main punya 3 kesempatan. Sayangnya, jarang ada orang yg mendapatkan mainan yg berukuran besar.
Dulu di dekat sekolahku, yg diundi adalah gambar tempel.
Spoiler for Cabut Angka:
Barang ini menempel di warung-warung tertentu. Pembeli membayar untuk mencabut angka tersembunyi di dalam sebuah kotak mungil.
Spoiler for Kado-kado:
Bentuknya mirip dengan kado ulang tahun. Tetapi ukurannya kecil-kecil. Ada pula yg berbentuk mobil-mobilan yg terbuat dari kertas. Barang ini dijual di warung-warung.
Kalau dibuka, ada mainan kecil di dalamnya. Mainan sederhana yg harganya murah.
Spoiler for Kartu Bergambar:
Undian ini sering dibawa oleh pedagang agar-agar keliling. Kartu bergambar yg dipakai adalah kartu bergambar yg dibelakangnya terdapat rambu-rambu lalu lintas.
Permainan sederhana, pilihlah satu deret gambar, baik mendatar atau menurun,
kemudian mengambil salah satu bungkus kertas dari deretan yg sudah disediakan. Keluarkan isinya, kalau angkanya cocok dengan deretan di kartu bergambar, maka akan mendapatkan bonus agar-agar. Jika tidak, tetap dapat agar-agar tanpa potongan harga.
Begitulah kenangan lamaku bersama undian. Aku tidak suka ikut-ikutan yg seperti ini, karena tidak mau rugi. Tetapi sejak masuk SD, memang sering melihat anak-anak yg lebih tua bermain-main dengan undian seperti itu. Untungnya, teman-teman sekelasku & adik seperguruan kami tidak mudah tertarik dengan hal-hal seperti ini.
Didikan guru memang ikut berjasa dalam membentuk kepribadian siswa.
Rinka Hari ini 09:39
Sebagian orang tidak menyukai gacha karena seperti membeli kucing dalam karung. Tidak tahu dapat apa nanti.
Mari kita bahas gacha tempo dulu...
Spoiler for Tarik benang:
Undian ini tampak sederhana tetapi menarik perhatian. Disediakan oleh penjual mainan di dekat sekolah dasar. Ada sekumpulan mainan yg digantung dengan benang layang-layang, & kumpulan benang itu diikat seperti sapu lidi.
Orang yg ikut bermain cuma perlu menarik salah satu ujung benang yg ada di atas. Biasanya sekali main punya 3 kesempatan. Sayangnya, jarang ada orang yg mendapatkan mainan yg berukuran besar.
Dulu di dekat sekolahku, yg diundi adalah gambar tempel.
Spoiler for Cabut Angka:
Barang ini menempel di warung-warung tertentu. Pembeli membayar untuk mencabut angka tersembunyi di dalam sebuah kotak mungil.
Spoiler for Kado-kado:
Bentuknya mirip dengan kado ulang tahun. Tetapi ukurannya kecil-kecil. Ada pula yg berbentuk mobil-mobilan yg terbuat dari kertas. Barang ini dijual di warung-warung.
Kalau dibuka, ada mainan kecil di dalamnya. Mainan sederhana yg harganya murah.
Spoiler for Kartu Bergambar:
Undian ini sering dibawa oleh pedagang agar-agar keliling. Kartu bergambar yg dipakai adalah kartu bergambar yg dibelakangnya terdapat rambu-rambu lalu lintas.
Permainan sederhana, pilihlah satu deret gambar, baik mendatar atau menurun,
kemudian mengambil salah satu bungkus kertas dari deretan yg sudah disediakan. Keluarkan isinya, kalau angkanya cocok dengan deretan di kartu bergambar, maka akan mendapatkan bonus agar-agar. Jika tidak, tetap dapat agar-agar tanpa potongan harga.
Begitulah kenangan lamaku bersama undian. Aku tidak suka ikut-ikutan yg seperti ini, karena tidak mau rugi. Tetapi sejak masuk SD, memang sering melihat anak-anak yg lebih tua bermain-main dengan undian seperti itu. Untungnya, teman-teman sekelasku & adik seperguruan kami tidak mudah tertarik dengan hal-hal seperti ini.
Didikan guru memang ikut berjasa dalam membentuk kepribadian siswa.
Rinka Hari ini 09:39