Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Secara sederhana, salinan resep obat dokter adalah copy resep obat asli yg dibuat oleh apoteker dengan memuat informasi yg sama persis dengan resep asli. Salinan resep obat biasanya berisi informasi tentang apotek, pasien, nama dokter penulis resep. Tanggal penulisan resep, keterangan obat seperti detur & ne detur. Karena memiliki informasi yg sama persis dengan resep obat asli. Tak jarang banyak yg mengira bahwa salinan resep dapat sembarangan dipakai untuk menebus obat.
Padahal, tidak semua salinan resep obat dapat berfungsi demikian. Simak fungsi yg sebenarnya dari salinan resep obat supaya Anda tidak salah dalam mengpakainya!
Menebus obat yg memang diresepkan berulang
Pada beberapa kasus, salinan resep obat dapat dimanfaatkan untuk mengambil resep yg sama cuma kalau ada keteranganiter yg terletak di sisi kiri atas. Namun bukan berarti pasien dapat mengpakainya secara berulang-ulang. Biasanya iter cuma dipakai untuk penebusan obat yg sama selama dua kali. Pada salinan resep obat akan tertulis iter 2X. Itu berarti pasien dapat mengpakai salinan tersebut untuk dua kali penebusan obat. Setelah mengerjakan pembelian dengan mengpakai resep obat yg asli.
Keterangan iter ini ditulis oleh dokter yg menciptakan resep asli. Biasanya, resep yg ada keterangan iter adalah obat yg dipakai untuk penyembuhan jangka panjang sehingga pasien harus mengonsumsinya dalam jangka waktu tertentu. Apoteker bertugas untuk menciptakan kopi resep dengan mencantumkan iter. Dengan begitu, pasien dapat mengpakai salinan resep obat untuk mendapat obat yg sama ketika mengpakai resep obat asli.
Menebus obat yg belum diambil
Apoteker biasanya menuliskan salinan resep obat asli dari dokter ketika pasien tersebut cuma mengambil separuh jatah obat yg seharusnys ditebus. Banyak faktor yg menyebabkan pasien cuma menebus separuh dari yg diresepkan. Biasanya karena obat terlalu mahal sehingga pasien belum sanggup menebus semuanya. Di lain waktu ketika pasien sudah memiliki cukup uang, ia dapat mengpakai salinan resep untuk menebus sisa obat.
Penggunaan salinan resep obat yg masih salah
Pada praktiknya, masih banyak orang yg salah dalam mengpakai salinan resep obat. Kebanyakan mengira bahwa salinan resep obat ini dapat dipakai untuk membeli obat yg sama ketika mengalami gejala sakit yg sama. Daripada pergi ke dokter & harus mengeluarkan biaya jasa, lebih baik mengpakai salinan resep yg pernah diberikan untuk membeli obat.
Ada juga yg beranggapan bahwa obat yg diresepkan dapat dipakai oleh semua umur dengan penyakit yg sama. Padahal, meski tipe penyakitnya sama & mungkin juga obat yg diberikan sama. Tapi takaran untuk setiap umur & tipe kelamin tentu berbeda. Beberapa obat juga berpotensi menimbulkan alergi pada beberapa orang. Itulah mengapa saat meresepkan obat dokter menanyakan apakah memiliki alergi.
Software apotek VMedis untuk menolong pengelolaan apotek
Mengingat betapa riskannya penggunaan salinan resep obat kalau tidak sesuai dengan prosedur, Anda sebagai pengelola apotek harus benar-benar mengerjakan pengawasan. Anda juga harus mengetahui riwayat pembelian konsumen karena dapat saja orang tersebut sudah pernah membeli dengan salinan resep yg sama.
Urusan administrasi apotek terkadang sangat merepotkan sehingga pelayanan kepada konsumen kurang maksimal. Untuk itulah Anda dapat mengpakaisoftware apotek VMedis yg akan menolong mengelolan stok obat & keuangan apotek. VMedis akan menolong Anda mengetahui stok obat yg habis. Sehingga ketika ada konsumen yg mendapat resep dengan obat tersebut, apoteker dapat merekomendasikan obat generik lain yg tersedia.
Dengan VMedis, operasional apotek jadi lebih mudah. Anda sebagai pemilik juga akan memiliki banyak waktu untuk fokus pada pengembangan bisnis!
Sumber : Vmedis Hari ini 10:26