• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Frank Lampard hati-hatilah, ini Roman Abramovich lho.....

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
14.253
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Frank Lampard hati-hatilah, ini Roman Abramovich lho......

Frank Lampard hati-hatilah, ini Roman Abramovich lho.....


Manajer Chelsea Frank Lampard saat pertandingan Liga Inggris melawan Manchester City di Stamford Bridge, London, Inggris, 3 Januari 2021. ANTARA/Pool via REUTERS/Andy Rain.

Jakarta (ANTARA) - Ketika Roman Abramovich membeli 50 persen saham Chelsea pada Juli 2003 & diperbesar lagi jadi 90 persen hingga kemudian mendelisting klub ini dari bursa efek AIM pada 22 Agustus 2003, Chelsea adalah regu yg tengah menyiapkan fondasi guna jadi klub elite Liga Inggris.

Ketika Abramovich mulai mengendalikan Chelsea, klub ini cuma pernah sekali pemenang liga ketika masih bernama Divisi Pertama pada 1954-1955.

Namun setahun setelah Abramovich masuk, klub ini menyulap diri jadi kekuatan elite dengan menjuarai Liga Premier dua musim berturut-turut sejak 2004-2005.

Total lima kali Chelsea jadi pemenang liga sejak era Abramovich yg terakhir kali terjadi pada musim 2016-2017.

Baca juga: Hasil & klasemen Liga Inggris, Chelsea kunci gelar juara
Baca juga: Abramovich masih bergairah dengan Chelsea

Namun klub yg tak henti diguyur uang kecuali saat dihukum larangan transfer satu musim oleh FIFA pada 2019 karena melanggar aturan transfer pemain tersebut mencapai semua prestasi itu dengan tumbal akbar yg tak dialami klub-klub elite Liga Inggris mana pun.

Setahun setelah mengendalikan Chelsea, Abramovich merekrut Jose Mourinho yg merupakan pelatih paling sukses yg mempersembahkan banyak gelar kepada The Blues.

Ironisnya, bahkan manajer paling sukses pun tidak lolos dari pemecatan. Dari 12 pelatih sepanjang era Abramovich termasuk dua pelatih sementara, cuma Mourinho yg tak dipecat & itu pun terjadi pada periode pertamanya menukangi Chelsea.

Pada periode keduanya dari 2013 hingga 2016, Mourinho akhirnya dipecat juga oleh Abramovich yg disebut BBC salah satu donatur akbar untuk pendudukan tanah Palestina oleh Israel.

Claudio Ranieri, Avram Grant, Luiz Felipe Scolari, Ray Wikins, Guus Hiddink, Carlo Ancelotti, Andre Villas-Boas, Roberto di Matteo, Rafael Benitez, Steve Holland, Antonio Conte & Maurizio Sarri semuanya dipecat oleh Abramovich yg kebanyakan tak lebih dari satu musim melatih Chelsea.

Ancaman pemecatan kini membayangi pelatih Chelsea saat ini yg juga legenda klub, Frank Lampard, khususnya setelah mati kutu melawan Manchester City pada pertandingan liga pertamanya tahun ini.

Satu-satunya kabar baik bagi Lampard adalah catatan dia musim ini tidak seburuk musim kedua Mourinho.

Baca juga: Abramovich mengaku "sedih campur kecewa" atas pemecatan Mourinho
Baca juga: Ancelotti: "kurangnya motivasi" menyebabkan Mourinho dipecat


Amat mengganggu

Kekalahan 1-3 dari Manchester City akhir pekan lalu itu menciptakan Chelsea baru mengemas 26 poin dari 17 laga musim ini atau 50,98 persen dari poin yg tersedia. Mengutip The Guardian, angka ini masih lebih baik ketimbang Mourinho pada 2015-2016 saat dipecat setelah cuma memetik 31,25 persen dari poin yg tersedia.

Tapi jangan bangga dulu. Jika dihitung semusim penuh, pencapaian Lampard lebih buruk dari pada yg dicatat Villas-Boas, juga lebih buruk dibandingkan dengan musim perdana Mourinho, Conte, Ancelotti, Sarri, Scolari, Di Matteo & Ranieri.

Catatan ini amat mengganggu Lampard walaupun dia disayangi The Blues karena statusnya yg melegenda yg bertabur penghargaan regu & perorangan selama jadi pemain Chelsea.

Dari sekian manajer sebelum Lampard yg mengawali musim bersama Abramovich, cuma Mourinho pada periode keduanya & Villas-Boas yg bercatatan sekitar 60 persen ketika dipecat oleh pengusaha sekaligus politisi Rusia itu.

Baca juga: Lampard akui Chelsea & City punya disparitas tingkat kepercayaan diri
Baca juga: Chelsea siap berikan Frank Lampard lebih banyak waktu

Pelatih-pelatih Chelsea lainnya dipecat dengan catatan di bawah itu & Lampard mempunyai catatan seperti itu.

Dari delapan pertandingan terakhir, Chelsea cuma menang dua kali ketika melawan Leeds United pada 5 Desember & West Ham United pada 21 Desember tahun lalu.

Empat lainnya berujung kekalahan & dua kali ditahan seri termasuk oleh Krasnodar dalam fase grup Liga Champions.

Setelah dikalahkan City, Lampard mengkritik tabiat pemain-pemainnya sekalipun fakta di lapangan menunjukkan regu asuhan Pep Guardiola seperti menghadapi lawan yg keletihan & kekurangan motivasi.

City yg kali itu tak begitu dominan dalam penguasaan bola dalam laga ini bahkan tak diperkuat tujuh pemain intinya karena cedera & COVID-19.

Chelsea dipenuhi pemain-pemain muda yg tidak saja sangat bagus namun juga eksplosif setelah Abramovich mengeluarkan danang 222 juta pound atau Rp4,2 triliun.

Semestinya pemain-pemain hebat yg dibeli dengan harga tinggi seperti Timo Werner, Kai Havertz, Hakim Ziyech, Edouard Mendy, Thiago Silva, & Ben Chilwell, di samping talenta-talenta muda produksi sendiri yg tak kalah cemerlang, Chelsea dapat merepotkan City atau tak kesulitan menaklukkan tim-tim yg kelasnya di bawah mereka.

Baca juga: Werner berharap bangkit dari start lambat di Chelsea
Baca juga: Gundogan tidak kaget Werner & Havertz sulit adaptasi ke Liga Premier


Laga pertaruhan nasib

Kenyataannya tidak begitu. Salah satu faktor yg menciptakan itu tak terjadi adalah kegagalan Lampard dalam memadukan pemain-pemain hebatnya guna membentuk starting-eleven yg padu & kuat.

Dia kesulitan memadukan dua bomber; Kai Havertz & Timo Werner, & ada kekecewaan kepada kebiasaannya mengubah-ubah posisi sejumlah pemain setiap kali ganti formasi bermain.

Timo Werner misalnya. Dia hingga ditugaskan mengisi empat peran berbeda sepanjang musim ini. Berada di kiri saat formasi 4-3-3 & di tengah ketika formasi yg diadopsi 4-2-3-1 atau 3-4-3. Padahal sewaktu di RB Leipzig, dia nyaman beroperasi pada peran yg sama yg menciptakannya jadi faktor mengerikan di klub Bundesliga itu.

Langkah dia itu menciptakan kebingungan di mana sebenarnya posisi Kai Havertz. Tak heran, kedua bomber terlihat tidak yakin & ini mempengaruhi penampilan tim.

Situasi pelik semacam itu memicu spekulasi media bahwa legenda Chelsea itu bakal segera bernasib sama dengan pelatih-pelatih terdahulunya.

Baca juga: Chelsea masih dapat untung Rp631 miliar meski ada pandemi
Baca juga: Eks bos Chelsea & MU Tommy Docherty berpulang dalam usia 92 tahun

The Independent sudah menyebut Thomas Tuchel, Massimiliano Allegri, Brendan Rodgers, & Ralph Hasenhuttl sebagai nama-nama yg dipertimbangkan Abramovich untuk menggantikan Lampard.

Itu belum termasuk nama yg pernah jadi sumber pertengkaran Abramovich & Mourinho pada periode kepelatihan pertamanya di Chelsea yg menciptakan Mou angkat kaki dari Stamford Bridge, yakni Andriy Shevchenko.

Namun begitu, bahkan kritik keras ini pun malah dapat melecut Lampard untuk segera mengembalikan Chelsea ke rel kemenangan. Apalagi manajer yg dikontrak hingga 2022 itu tetap didukung kuat oleh manajemen klub.

Lagi pula prestasi Lampard tak dapat disepelekan oleh klubnya. Dia sukses mengantarkan The Blues ke Liga Champions & final Piala FA setelah menggantikan Maurizio Sarri pada musim panas 2019 ketika Chelsea masih diborgol larangan transfer oleh FIFA. Dia juga berjasa mempromosikan pemain-pemain muda Chelsea.

Tetapi nasib Lampard bakal tergantung kepada laga-laga berikutnya yg dijalani Chelsea nanti.

Deretan laga dalam waktu dekat ini adalah melawan Morecambe dalam babak ketiga Piala FA pada 10 Januari & melawan Fulham pada 15 Januari dalam pertandingan liga. Seharusnya kedua laga ini berakhir dengan tiket ke babak selanjutnya & tiga poin untuk Chelsea.

Namun dua pertandingan setelahnya, yakni melawan Leicester pada 19 Januari & Wolverhampton Wanderers pada 27 Januari, adalah ujian sejati bagi Lampard.

Tergelincir dalam pertandingan-pertandingan ini maka dapat tergelincir pula Lampard, sebaliknya sukses dalam semua laga ini akan menciptakan Lampard kian lengket menduduki singgasana.

Baca juga: PSG resmi pecat pelatih Thomas Tuchel
Baca juga: Hasenhuettl menangis bahagia saat Southampton kalahkan Liverpool

Berita diatas dikutip dari internet, jika Frank Lampard hati-hatilah, ini Roman Abramovich lho..... adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.