Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Anggota DPRD Surabaya Fraksi PDIP, Abdul Ghoni Muklas Niam mendorong supaya para pemuda di kota Pahlawan jadi lebih aktif dalam menciptakan terobosan di berbagai kegiatan positif sehingga sanggup berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi.
Dia mencontohkan, banyak produk lokal yg laku keras di pasaran internasional ketika sanggup dikelola dengan baik & memenuhi standart. Jika berhasil, dia meyakini akan memberikan akibat pada pembangunan daerah & ekonomi masyarakat.
Handcraft kalau kita jual diluar negeri mahal sekali, ini luar biasa. Karena apa mungkin disparitas nilai rupiah dengan dolar tinggi, mengatakan Ghoni saat Talkshow Peran Pemuda dalam Kebangkitan Ekonomi di Sentra Ikan Bulak (SIB), Sabtu (28/11/2021) malam.
Ketua BKN DPC PDIP Surabaya ini bercerita, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dulunya adalah perajin panci. Lalu, dia berkenalan dengan Bambang DH yg pada saat itu menjabat Wali kota Surabaya.
Pemkot Surabaya pada waktu itu bekerja sama dengan Pemerintah Kenya untuk memproduksi & mengirim produknya dalam skala besar. Dari situ Arifin mendirikan pabrik di Trenggalek.
Perlu diingat mutunya tidak kalah dengan pabrik maspion. Harusnya ini, paling tidak memberikan spirit yg luar biasa kepada anak muda supaya tidak gaptek, kalau kita khawatirkan adalah ketika mereka mempunyai uang banyak kadang kadang ngawur, ungkapnya.
Maka dari itu, dia meminta anak muda yg ada di kampus ikut mendampingi untuk menolong masyarakat memberikan gagasannya supaya sanggup memiliki produk yg dapat menembus pasar luar negeri.
Jadi anak muda harusnya jadi stimulus, potensi apa yg akan diangkat, kami tidak harap anak muda jadi letoy, lebay & putus asa, anak muda dengan tabiat Suroboyoan harus wani. Kudu wani, bahasa wani harus berani mencari kebenaran, tegas Ghoni.
Sementara itu, Seno Bagaskoro ketua DPC Taruna Merah Putih (TMP) PDIP Surabaya mengatakan bahwa anak muda harus mengawal pemikirannya supaya tidak terjebak dalam pemikiran golongan tua, utamanya ide-ide pengembangan ekonomi.
Karena apa, saya melihat Surabaya itu, mempunyai potensi yg dapat di maksimalkan. Tentang keberadaan ekonomi spesifik kalau di nasional mungkin kita ingat Mandalika, bebernya.
Mahasiswa Fisip Unair ini menyebut tidak adil kalau cuma Jalan Tunjungan saja yg dijadikan atensi, sedangkan di Bulak ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Di KEK ada masyarakat yg hidup & berkembang dengam tabiat khasnya, menurutnya tidak boleh di tinggal dalam proses pembangunan.
Termasuk Pemkot harus berusaha membangkitkan & menambah atensi kepada bulak dengan membangun Sentral Ikan Bulak & jembatan Surabaya & kita lihat apakah SIB sudah maksimal apa belum, mengatakan Seno Bagaskoro
Seno mencontohkan saat berkunjung di Banyuwangi, kawasan pesisir tertata dengan baik & limpahan ekonomi yg dapat dirasakan masyarakat disana, pasarnya bagus & pengunjungnya juga ramai. Apa kuncinya, di Banyuwangi ditata sedemikian rupa & di Jepang & Korea juga tertata dengan baik, karena destinasi wisatanya di tata dengan baik, bebernya.
Dia menyayangkan kalau turis datang ke Surabaya tidak mengetahui banyak destinasi wisata yg luar biasa di Kota Pahlawan, lalu berakhir ke mall-mall.
Sayang sekali, kalau turis datang kesini banyak yg bingung kalau destinasi wisata kemana, akhirnya mereka ke mall padahal destinasi kita sangat luar biasa sekali, sesalnya.
Oleh karena itu, dia berharap ide anak muda dapat didengarkan. Saya kira kalau anak muda kompak, lalu yg ada di dewan membuka diri & kehadiran mereka ada. Saya kira ini dapat dilaksanakan orientasinya tetap pada gerak-gerak kerakyatan, tutupnya.
Hari ini 01:13