Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Front Pembela Islam (FPI) Jakarta meminta Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk membubarkan Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI). FPI menilai, organisasi tersebut sudah meresahkan umat Islam.
"Presiden harus membubarkan JAI. Kalau tidak, siap-siaplah pak Presiden," kata Ketua DPD FPI Jakarta, Habib Salim Alatas, kepada para wartawan seusai pemusnahan barang bukti kasus pornografi, film dan lagu bajakan, serta miras ilegal, Rabu (16/2/2011) di halaman Polda Metro Jaya, Jakarta.
Habib Salim memandang JAI perlu dipanggil karena dianggap melanggar Surat Kesepakatan Bersama (SKB) Ahmadiyah. Ia sendiri menjamin, FPI Jakarta tidak melakukan sweeping atau penggerebekan terhadap aset-aset milik JAI.
"Kita tidak akan sweeping karena kita tidak mau apa-apa yang terjadi, tapi yang disalahkan justru kami," ucapnya.