Artama_kwok
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 3197
- Sejak
- 13 Jul 2006
- Pesan
- 7.693
- Nilai reaksi
- 252
- Poin
- 83
Senin, 10 November 2008 - 12:16 wib
JAKARTA - Pemasangan foto jenazah Imam Samudra memang disengaja pihak keluarga di Lopang Gede, Serang, Banten. Tujuannya agar dapat dilihat seluruh mujahid di seluruh dunia.
"Untuk membangkitkan 1 miliar mujahid seperti Imam Samudra," kata Lulu Jamaludin, adik Imam Samudra kepada okezone melalui telepon, Senin (10/11/2008).
Lulu mengaku ingin menunjukkan kepada para mujahid bahwa orang yang berjuang untuk Islam, matinya tersenyum dan tidak merasakan sakit. "Matinya, mati syahid. Itu jarang didapatkan mereka," katanya.
Menurutnya, tidak gampang bagi para mujahid untuk mendapatkan mati dalam kondisi syahid seperti yang didapatkan Imam Samudra. "Mereka saja, (Amrozi Counter Strike, harus menunggu sampai 6 tahun," jelasnya.
Sebelumnya, sebuah foto wajah Imam Samudra dalam kondisi sudah dikafankan muncul di website arrahmah.com. Situs yang dekat dengan kelompok garis keras Islam ini menampilkan foto tersebut Minggu 9 November 2008. Dalam foto tersebut, Imam Samudra memejamkan mata dan mulutnya menggigit bibir, seakan menahan sakit akibat tembakan eksekusi.
JAKARTA - Pemasangan foto jenazah Imam Samudra memang disengaja pihak keluarga di Lopang Gede, Serang, Banten. Tujuannya agar dapat dilihat seluruh mujahid di seluruh dunia.
"Untuk membangkitkan 1 miliar mujahid seperti Imam Samudra," kata Lulu Jamaludin, adik Imam Samudra kepada okezone melalui telepon, Senin (10/11/2008).
Lulu mengaku ingin menunjukkan kepada para mujahid bahwa orang yang berjuang untuk Islam, matinya tersenyum dan tidak merasakan sakit. "Matinya, mati syahid. Itu jarang didapatkan mereka," katanya.
Menurutnya, tidak gampang bagi para mujahid untuk mendapatkan mati dalam kondisi syahid seperti yang didapatkan Imam Samudra. "Mereka saja, (Amrozi Counter Strike, harus menunggu sampai 6 tahun," jelasnya.
Sebelumnya, sebuah foto wajah Imam Samudra dalam kondisi sudah dikafankan muncul di website arrahmah.com. Situs yang dekat dengan kelompok garis keras Islam ini menampilkan foto tersebut Minggu 9 November 2008. Dalam foto tersebut, Imam Samudra memejamkan mata dan mulutnya menggigit bibir, seakan menahan sakit akibat tembakan eksekusi.