yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Setelah ditunggu-tunggu Partai Demokrat, PKS akhirnya resmi memberikan dukungannya kepada Foke-Nara pada Minggu, 13 Agustus lalu. PKS menerima ajakan Demokrat, tak lama setelah Golkar dan PPP meluluskan keinginan partai pendukung pemerintah itu.
Dengan demikian, incumbent resmi meraup dukungan 11 parpol untuk bertarung dalam Pilkada DKI putaran kedua. Foke-Nara makin optimistis dapat memenangkan pertarungan di babak kedua karena ada Demokrat, Golkar, PAN, PKB, PPP, dan PKS yang telah bersedia berdiri di kubunya. Bagaimanakah sebenarnya peluang Foke-Nara?
Berdasarkan hasil polling melalui telepon yang dilakukan oleh MNC Media Research pada 11 dan 13 Agustus 2012 kepada 350 responden menunjukan bahwa dukungan suara kepada Jokowi-Ahok masih lebih unggul dibandingkan Foke-Nara.
Jokowi-Ahok mendapatkan dukungan sebesar 46,9 persen, sementara Foke-Nara hanya 15,3 persen. "Kesimpulannya, koalisi parpol gemuk yang berhasil dibangun oleh Foke-Nara selama bulan Ramadan ini, belum banyak berpengaruh pada peningkatan perolehan suara terhadap pasangan ini," demikian kesimpulan polling oleh MNC Research.
Dengan unggulnya Jokowi-Ahok menunjukan bahwa keputusan elit parpol tidak mempengaruhi figur yang diusung oleh partai tersebut.
Dari 46,9 persen suara yang mendukung Jokowi-Ahok, jika dipetakan berdasarkan parpol yang mereka dukung saat ini, konstituen Demokrat masih menyumbangkan suaranya, demikian juga dengan Golkar, PKS, PPP, dan PAN. Selain tentu saja diperoleh dari konstituen PDIP dan Gerindra.
Sementara, 15,3 persen perolehan suara Foke-Nara hanya disumbang oleh Demokrat, Golkar, PKS, dan PPP dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan sumbangan yang diberikan pada Jokowi-Ahok. Dengan demikian, elektabilitas Foke-Nara belum berhasil terdongkrak meski didukung oleh koalisi parpol gemuk.
Hasil polling ini merupakan cerminan preferensi politik kelas menengah Jakarta. Hasil polling tidak dimaksudkan untuk merepresentasi pendapat seluruh warga Jakarta.