yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto meresmikan fly over Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Jalan layang non tol dengan total panjang 929 meter ini merupakan salah satu solusi kemacetan di Cengkareng Barat dan meningkatkan aksesibilitas dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta.
"Fungsi jembatan ini bagian alternatif jalan non tol untuk menuju dan dari Bandara Soekarno-Hatta serta melayani lalu lintas kota," kata Djoko Kirmanto dalam pidato peresmian Jembatan Layang Rawa Buaya Jakarta Barat, Sabtu, 28 Juli 2012.
Ia menjelaskan fly over Rawa Buaya merupakan salah satu solusi kemacetan di Cengkareng Barat karena adanya perlintasan sebidang dengan lintasan kereta api sehingga membuat lokasi tersebut menjadi titik rawan kemacetan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Muryanto menjelaskan fly over Rawa Buaya dibangun oleh PT Jaya Konstruksi MP Tbk dengan nilai kontrak mencapai Rp139 miliar. Fly over ini terdiri dari fly over barat sepanjang 450 meter dan fly over timur sepanjang 478 meter yang dikerjakan selama 20 bulan.
Menurutnya Pembangunan fly over Rawa Buaya diperlukan karena meningkatnya arus lalu lintas pada ruas jalan lingkar barat. Peningkatan arus lalu lintas ditunjang dengan pertumbuhan komplek perumahan, area pertokoan dan industri di sekitar Rawa Buaya.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam sambutan yang dibacakan oleh Deputi Gubernur DKI Jakarta, Sutanto menjelaskan keberadaan fly over Rawa Buaya sangat penting untuk memecah kemacetan di Cengkareng, karena tidak lagi melintasi rel kereta api dan tidak jauh dari jembatan layang terdapat terminal Rawa Buaya.
"Sehingga fly over Rawa Buaya selain bisa dinikmati kendaraan pribadi, transportasi umum pun juga mendapatkan manfaat fly over ini," katanya.
"Fungsi jembatan ini bagian alternatif jalan non tol untuk menuju dan dari Bandara Soekarno-Hatta serta melayani lalu lintas kota," kata Djoko Kirmanto dalam pidato peresmian Jembatan Layang Rawa Buaya Jakarta Barat, Sabtu, 28 Juli 2012.
Ia menjelaskan fly over Rawa Buaya merupakan salah satu solusi kemacetan di Cengkareng Barat karena adanya perlintasan sebidang dengan lintasan kereta api sehingga membuat lokasi tersebut menjadi titik rawan kemacetan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Muryanto menjelaskan fly over Rawa Buaya dibangun oleh PT Jaya Konstruksi MP Tbk dengan nilai kontrak mencapai Rp139 miliar. Fly over ini terdiri dari fly over barat sepanjang 450 meter dan fly over timur sepanjang 478 meter yang dikerjakan selama 20 bulan.
Menurutnya Pembangunan fly over Rawa Buaya diperlukan karena meningkatnya arus lalu lintas pada ruas jalan lingkar barat. Peningkatan arus lalu lintas ditunjang dengan pertumbuhan komplek perumahan, area pertokoan dan industri di sekitar Rawa Buaya.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam sambutan yang dibacakan oleh Deputi Gubernur DKI Jakarta, Sutanto menjelaskan keberadaan fly over Rawa Buaya sangat penting untuk memecah kemacetan di Cengkareng, karena tidak lagi melintasi rel kereta api dan tidak jauh dari jembatan layang terdapat terminal Rawa Buaya.
"Sehingga fly over Rawa Buaya selain bisa dinikmati kendaraan pribadi, transportasi umum pun juga mendapatkan manfaat fly over ini," katanya.