yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Usai menggelar rapat tiga bulanan FKSSK di kementerian Keuangan, Jumat 19 Oktober 2013, Gubernur bunk Indonesia Agus Martowardojo mengungkapkan, ada kecenderungan negara-negara maju mengalami perbaikan kondisi ekonomi.
"Sedangkan negara berkembang mengalami penurunan," ujar Agus.
Situasi ini, menurut Agus, dapat mengakibatkan perubahan arah investasi aset dan pergeseran aliran danang global ke negara-negara maju. "Ini berdampak pada tekanan nilai rupiah," katanya.
Meski demikian, ia melanjutkan, berdasarkan laporan terkini, kondisi perekonomian dan pasar keuangan di Indonesia cenderung masih relatif stabil. FKSSK pun telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi pertahanan krisis yang mulai menggejala ini.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan hal senada. Menurut Chatib, meskipun ekonomi Indonesia menunjukan tanda-tanda stabililisasi, masih ada resiko eksternal maupun internal yang perlu diwaspadai.
FKSSK, Chatib menjelaskan, terus melakukan monitor mengenai isu-isu yang menjadi perhatian saat ini. Antara lain mengenai kinerja pasar modal, perbankan, dan juga upaya menekan defisit neraca pembayaran Indonesia.
"FKSSK sepakat untuk mengantisipasi dan merespon dengan kebijakan," kata Chatib.
Fiskal pemerintah saat ini, menurut Chatib, dalam posisi yang aman. "Karena harga komoditas naik, ada perbaikan di belanja modal di beberapa sektor. Defisit masih aman dan bisa di biayai, itu sesuai target," kata Chatib.
Surat Utang Negara (SUN) yang diperdagangkan pemerintah pun menurutnya menunjukan kinerja yang baik. Dibuktikan dengan tingginya permintaan terhadap instrumen keuangan pemerintah tersebut.
"Dalam beberapa minggu terakhir perbaikan, indikatornya SUN 10 tahun itu bunganya sudah 7,4 persen dan bunganya turun dari level di atas 8 persen minggu lalu," kata Chatib.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa keuangan (OJK), Muliaman D Hadad, menambahkan dalam rapat rutin tersebut masing-masing instansi yang tergabung di FKSSK juga melakukan evaluasi terkait dengan sistem penanganan krisis di Internal.
OJK memastikan kinerja industri Keuangan Non bunk (IKNB) yang dibawah pengawasannya tidak terhempas krisis ekonomi global saat ini.
"Kami memastikan implementasi itu berjalan dan punya mekanisme pengaturan yang baik," kata Muliaman.