yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Mabes Polri menyatakan terduga teroris, Firman, yang ditangkap di Depok, Jawa Barat, pada 5 September 2012, memiliki peranan penting dalam rangkaian aksi teror di Solo, Jawa Tengah.
Firman dituduh terlibat aksi itu, mulai dari menentukan sasaran, melakukan survei target, hingga aksi penyerangan. "Dari hasil yang diperoleh, diduga kuat Firman memiliki peran penting dalam kelompok ini," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri.
Pada aksi serangan pos polisi, malam 17 Agustus 2012, Firman juga turut serta. Dalam serangan pos pengamanan lebaran itu, Firman berperan membonceng Farhan --tewas dalam penyergapan Densus 31 Agustus 2012 malam. Farhan sendiri berperan sebagai penembak dalam aksi malam lebaran itu.
Sementara itu, kata Boy, dua terduga lainnya, Bayu dan Muchsin--tewas bersama Farhan--melakukan pengamatan lingkungan di sekitar lokasi pada aksi tersebut. "Mereka ikut dengan motor lain," ujar Boy.
Farhan, tambah Boy, juga terlibat dalam serangan pos polisi di pos polisi Singosaren pada 30 Agustus 2012. Bripka Dwi Data Subekti tewas dalam serangan ini. "Peran Firman adalah yang membonceng, sedang pelaku penembakan adalah Farhan dengan senjata yang dipagangnya," ujar Boy.
Saat ini, Firman tengah diperiksa oleh penyidik Densus 88. Barang bukti berupa laptop dan telepon seluler diamankan dari Firman. "Kami berharap akan ada pengembangan selanjutnya," katanya.
Firman dituduh terlibat aksi itu, mulai dari menentukan sasaran, melakukan survei target, hingga aksi penyerangan. "Dari hasil yang diperoleh, diduga kuat Firman memiliki peran penting dalam kelompok ini," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri.
Pada aksi serangan pos polisi, malam 17 Agustus 2012, Firman juga turut serta. Dalam serangan pos pengamanan lebaran itu, Firman berperan membonceng Farhan --tewas dalam penyergapan Densus 31 Agustus 2012 malam. Farhan sendiri berperan sebagai penembak dalam aksi malam lebaran itu.
Sementara itu, kata Boy, dua terduga lainnya, Bayu dan Muchsin--tewas bersama Farhan--melakukan pengamatan lingkungan di sekitar lokasi pada aksi tersebut. "Mereka ikut dengan motor lain," ujar Boy.
Farhan, tambah Boy, juga terlibat dalam serangan pos polisi di pos polisi Singosaren pada 30 Agustus 2012. Bripka Dwi Data Subekti tewas dalam serangan ini. "Peran Firman adalah yang membonceng, sedang pelaku penembakan adalah Farhan dengan senjata yang dipagangnya," ujar Boy.
Saat ini, Firman tengah diperiksa oleh penyidik Densus 88. Barang bukti berupa laptop dan telepon seluler diamankan dari Firman. "Kami berharap akan ada pengembangan selanjutnya," katanya.