Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
---Bagi Al-Kindi, filsafat adalah ilmu pengetahuan yg mulia. Filsafatnya tentang keesaan Tuhan selain didasarkan pada wahyu juga proposisi filosofis. Menurut dia, Tuhan tak mempunyai hakikat, baik hakikat secara juz'iyah atau aniyah (sebagian) maupun hakikat kulliyyah atau mahiyah (keseluruhan).
Dalam pandangan filsafat Al-Kindi, Tuhan tidak merupakan genus atau species. Tuhan adalah Pencipta. Tuhan adalah yg Benar Pertama (al-Haqq al-Awwal) & Yang Benar Tunggal. AL-Kindi juga menolak pendapat yg menganggap sifat-sifat Tuhan itu berdiri sendiri. Tuhan haruslah merupakan keesaan mutlak. Bukan keesaan metaforis yg cuma berlaku pada obyek-obyek yg dapat ditangkap indera.
Menurut Al-Kindi, Tuhan tidak memiliki sifat-sifat & atribut-atribut lain yg terpisah dengan-Nya, tetapi sifat-sifat & atribut-atribut tersebut haruslah tak terpisahkan dengan Zat-Nya. Jiwa atau roh adalah salah satu pembahasan Al-Kindi. Ia juga merupakan filosof Muslim perdana yg membahas hakikat roh secara terperinci.
Al-Kindi membagi roh atau jiwa ke dalam tiga daya, yakni daya nafsu, daya pemarah, & daya berpikir. Menurutnya, daya yg paling penting adalah daya berpikir, karena dapat mengangkat eksistensi manusia ke derajat yg lebih tinggi.
Al-Kindi juga membagi akal mejadi tiga, yakni akal yg bersifat potensial, akal yg sudah keluar dari sifat potensial jadi aktual, & akal yg sudah mencapai tingkat kedua dari aktualitas.
Akal yg bersifat potensial, papar Al-Kindi, tak dapat mempunyai sifat aktual, kalau tak ada kekuatan yg menggerakkannya dari luar. Oleh karena itu, menurut Al-Kindi, masih ada satu macam akal lagi, yakni akal yg selamanya dalam aktualitas.
gambar ilustrasi
Hari ini 11:30
Dalam pandangan filsafat Al-Kindi, Tuhan tidak merupakan genus atau species. Tuhan adalah Pencipta. Tuhan adalah yg Benar Pertama (al-Haqq al-Awwal) & Yang Benar Tunggal. AL-Kindi juga menolak pendapat yg menganggap sifat-sifat Tuhan itu berdiri sendiri. Tuhan haruslah merupakan keesaan mutlak. Bukan keesaan metaforis yg cuma berlaku pada obyek-obyek yg dapat ditangkap indera.
Menurut Al-Kindi, Tuhan tidak memiliki sifat-sifat & atribut-atribut lain yg terpisah dengan-Nya, tetapi sifat-sifat & atribut-atribut tersebut haruslah tak terpisahkan dengan Zat-Nya. Jiwa atau roh adalah salah satu pembahasan Al-Kindi. Ia juga merupakan filosof Muslim perdana yg membahas hakikat roh secara terperinci.
Al-Kindi membagi roh atau jiwa ke dalam tiga daya, yakni daya nafsu, daya pemarah, & daya berpikir. Menurutnya, daya yg paling penting adalah daya berpikir, karena dapat mengangkat eksistensi manusia ke derajat yg lebih tinggi.
Al-Kindi juga membagi akal mejadi tiga, yakni akal yg bersifat potensial, akal yg sudah keluar dari sifat potensial jadi aktual, & akal yg sudah mencapai tingkat kedua dari aktualitas.
Akal yg bersifat potensial, papar Al-Kindi, tak dapat mempunyai sifat aktual, kalau tak ada kekuatan yg menggerakkannya dari luar. Oleh karena itu, menurut Al-Kindi, masih ada satu macam akal lagi, yakni akal yg selamanya dalam aktualitas.
gambar ilustrasi
Hari ini 11:30