• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Internasional FIFA dukung teknologi semi-otomatis yg percepat keputusan offside

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
14.416
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita FIFA dukung teknologi semi-otomatis yg percepat keputusan offside.

FIFA dukung teknologi semi-otomatis yg percepat keputusan offside


Pesepak bola Atalanta Timothy Castagne mencetak gol perdana untuk timnya ke gawang Shakhtar Donetsk setelah dilihat melalui VAR dalam laga babak lanjutan Group C Liga Champions, di StadionMetalist, Kharkiv, Ukraina, Rabu (11/12/2019). Atalanta lolos ke babak 16 akbar setelah berhasil mengalahkan tuan rumah Shakhtar Donetsk 3-0. ANTARA FOTO/Reuters-Gleb Garanich/hp.

Jakarta (ANTARA) - FIFA berharap peluncuran teknologi offside semi-otomatis yg sedang diujicobakan di Piala Dunia Antarklub tidak cuma akan mempercepat pengambilan keputusan tetapi juga memberikan kejelasan yg lebih baik bagi para suporter sepak bola.

Sistem pelacakan optik perdana kali diuji pada Piala Arab tahun lalu di Qatar, & tujuan utamanya adalah supaya teknologi itu dapat dipakai sepenuhnya untuk Piala Dunia 2022 di negara Teluk itu akhir tahun ini.

Pierluigi Collina, ketua komite wasit FIFA, Rabu mengatakan kepada wartawan bahwa VAR sudah terbukti "sangat sukses" sejak diperkenalkan tetapi mengakui masih diperlukan lebih banyak konsistensi.

"Ini belum di sangat, sangat atas ... laju proses pengambilan keputusan yg sama. Menjadi cepat & seksama tidak jalan berbarengan," mengatakan Collina di Piala Dunia Klub di Abu Dhabi, seperti dikutip AFP.

"Penting bagi petugas VAR untuk mendapatkan keputusan yg akurat, tetapi kami sadar kami perlu mempersingkat waktu, khususnya dengan offside."

"Terkadang butuh waktu lebih lama untuk menilai keputusan offside, khususnya dalam insiden yg sangat ketat," katanya.

"Gol sudah dirayakan, semua orang menunggu & kemudian ada gol yg dianulir, atau sebaliknya ... & kemudian setelah waktu yg cukup lama ada keputusan akhir."

Teknologi pelacakan anggota badan yg digerakkan oleh data bergantung pada sejumlah kamera spesifik & kamera siaran di seputar stadion untuk memberikan posisi yg tepat dari pemain di lapangan, menawarkan informasi yg tepat kepada wasit dalam hitungan detik.

Baca juga: FIFA uji coba teknologi offside semiotomatis pada Piala Arab

Untuk meningkatkan akurasi, sistem saat ini menghasilkan 18 titik data per pemain-- melacak berbagai bagian tubuh untuk menciptakan model kerangka tiga dimensi.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan itu jadi 29 titik untuk Piala Dunia supaya memberikan presisi lebih lanjut, menurut kepala teknologi sepak bola di FIFA, Sebastian Runge.

Begitu keputusan akhir dibuat, teknologi berbasis kecerdasan buatan mengubah gambar jadi animasi 3D yg dapat ditampilkan di layar lebar di lapangan.

"Dengan mengambil data itu, kita dapat masuk ke dunia 3D & kita dapat menciptakan animasi, yg dapat menjelaskan dengan sempurna apakah seorang pemain onside, seberapa jauh pemain itu offside atau onside," mengatakan Runge.

"Kami memasukkannya ke dalam animasi yg akan dibagikan dengan TV & operator layar raksasa kami & kami dapat memberi tahu penonton dengan cara yg lebih jelas tentang keputusan offside & onside."

Baca juga: Mourinho kambing hitamkan wasit & VAR

Lebih dari sekedar robot

Terlepas dari pengaruh teknologi yg terus berkembang, FIFA menegaskan bahwa wasit akan tetap menciptakan keputusan terakhir.

Petugas VAR yg bertanggung jawab untuk memantau offside, memeriksa insiden saat terjadi, ketimbang menunggu penghentian dalam permainan.

Petugas itu memberi tahu ofisial VAR utama, yg menciptakan keputusan & kemudian berbicara kepada wasit.

"Saya tahu ada yg menyebutnya 'robot offside', bukan. Teknologi itu cuma alat yg dipakai manusia," mengatakan Collina.

"Wasit & asisten wasit masih bertanggung jawab atas keputusan di lapangan. Teknologi cuma memberi mereka dukungan yg berharga untuk menciptakan keputusan yg lebih seksama & lebih cepat."

Collina mengpakai contoh gol yg dianulir karena offside dalam kemenangan 2-0 Palmeiras di semi-final atas Al Ahly pada hari Selasa sebagai area di mana lebih banyak yg dapat dilakukan untuk menciptakan penggemar mendapat informasi lengkap.

Baca juga: Times: Liga Premier akan pakai garis VAR "lebih tebal" musim depan
Baca juga: Arteta sudah letih dengan VARBaca juga: Arteta sudah letih dengan VAR

Berita diatas dikutip dari internet, jika FIFA dukung teknologi semi-otomatis yg percepat keputusan offside adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.