• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Festival Para Dewa yg Dirayakan Tanpa Busana

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Festival Para Dewa yg Dirayakan Tanpa Busana


Ribuan Warga Kota Chiba, Jepang tengah merayakan Festival Para Dewa untuk mengungkapkan rasa syukur mereka kepada sejumlah dewa yg mereka percayai pada Minggu 23 Februari 2020.

Ribuan warga berkumpul dalam seremoni festival tahunan yg disebut Hadaka Matsuri ini bahkan bagi mereka yg berada di luar kota biasanya kembali ke kampung halamannya di Chiba untuk festival ini.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari BBC, pemimpin agama, Noboyuki menyebut warga Jepang meyakini 8.000 dewa di antaranya Dewa Gunung, Laut, Perdagangan, & Dewa Penjualan.

Festival para dewa dirayakan setiap tahun untuk menyampaikan terima kasih kepada para dewa.Acara ini juga jadi momen yg tepat untuk berdoa bagi orang-orang yg merasakan kebahagiaan, kesehatan & kemakmuran di kawasan pedesaan tempat mereka lahir.



Jepang mempercayai agama Shinto & sudah dijalankan sejak zaman keenam.
Noboyuki menyebut ribuan Shinto yg diketahui 'Kami' menghuni di seluruh elemen di alam seperti di pepohonan & bebatuan di negara itu.

"Sekali dalam setahun masyarakat Ohara berkumpul untuk merayakan festival shinto untuk mendapatkan kebaikan dari dewa," mengatakan dia.
Dia menyebut warga yg merayakan festival ini tidak mengenakan busana lengkap. Mereka cuma membaluti setengah badannya dengan kain berwarna putih.

Mereka yg terbagi dalam beberapa kelompok akbar dibedakan lewat ikat kepala dengan warna yg berbeda, menandai mereka berada dalam satu kelompok yg sama.Setelah berumpul dengan kelompoknya masing-masing, kemudian mereka menggotong 18 replika kuil atau yg disebut Mikoshi dengan tandu.

Tidak cuma itu, tandu & Mikoshi bagi masing-masing kelompok dicirikan dengan hiasan yg berbeda-beda. Mereka mempercayai dapat mengangkut dewa di antara Mikoshi.

Sesekali para warga melempar-lemparkan Mikoshi ke udara sambil berteriak seraya berdoa kepada dewa.
"Bersama-sama kita berdoa & merayakan hasil panen tanaman & tangkapan ikan yg melimpah," ujar dia.

Puncak festival ini ditandai dengan acara Shiofumi yg sangat spektakuler. Itu terlihat dari masing masing Mikoshi yg dibawa ke laut. Kemudian warga saling unjuk kekuatan dengan melempar Mikoshi itu ke udara.

Di letak ini warga bersama-sama berdoa atas kemakmuran atas kelimpahan kekayaan alam yg sudah mereka peroleh.

"Berdoa supaya satu desa akan sering makmur & kondusif & menunjukan rasa terima kasih untuk itu. Kalau setiap orang merelakan kekuatan mereka, (ibaratnya) kita akan hidup & sehat," tuturnya.***


Hari ini 16:05
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.